Speedboat Berbentuk Paus Pembunuh

Oala Magz - Musim panas ini, Innespace Productions, yang berlokasi di Redding, California, merilis sebuah speedboat yang mampu menyelam yang disebut Seabreacher Y. Penampilannya terlihat jelas seperti seekor paus orca pembunuh. Bahkan dibuat dengan ukuran dan bentuk hidung yang persis, ekor yang lebar, sirip di dada dan punggung. Fitur-fitur ini bukan sekedar penampilan. Ekornya membantu kapal ini berbalik ke belakang 180 derajat.


Kapal ini dibuat dengan standar mesin 255 tenaga kuda, tapi yang ada dalam gambar ini mencapai 300 tenaga kuda dan kecepatan 55 mil per jam melintasi permukaan air.


Kapal bermuatan dua penumpang ini menghabiskan $86,000 dan dibangun bagi seseorang di Abu Dhabi, mampu meluncur 16 kaki ke udara. Meskipun ini adalah kapal pertama yang terinspirasi oleh paus pembunuh, Innespace sebelumnya telah membuat model-model yang terinspirasi oleh hiu dan lumba-lumba.

Nikon Rilis Kamera Kompak J1 Dan V1 Dengan Lensa 'Interchangeable' Ala DSLR

Oala Magz - Mendahului para pesaingnya, Nikon merilis sistem Nikon 1, kamera kompak yang tidak bongsor namun menggunakan lensa yang dapat digant-ganti seperti kamera DSLR. Sistem baru ini termasuk J1 yang super-cepat dan V1 yang ramah-profesional.


J1 yang dibanderol dengan harga $649.95 dengan lensa kit 10 sampai 30mm, adalah produk utamanya, sementara V1 menguatkan kakak tuanya, dengan viewfinder elektronik resolusi-tinggi, lubang mikrofon dan port aksesoris yang dibanderol dengan harga lebih mahal, yaitu $899.95 dengan lensa kit yang sama.

Disamping faktor bentuknya, Nikon menekankan pada pengambilan gambarnya. "Sistem AF hybrid canggih yang baru adalah autofocus tercepat di dunia," ujar rilisan pers. Sistem hybrid ini menggunakan dua tipe deteksi yang berbeda yang mampu memaksimalkan autofokus dalam kondisi pencahayaan yang berbeda-beda.

Kamera-kamera ini dapat melakukan segala macam hal saat pengambilan gambar, daintaranya Motion Snapshot yang mengambil gambar diam dan gambar slow-motion dari obyek yang sama, menyatukan kedua dengan soundtrack audio untuk "potret sebuah peristiwa dengan dampak maksimal." Coba bayangkan rambut yang berkibar oleh angin, ombak yang pecah, dan semacamnya.


Fitur pengambilan gambar menakjubkan lainnya telah ada pada kamera-kamera sebelumnya, tapi masih disambut dalam model seperti ini: jika Anda mengambik gambar obyek yang bergerak cepat, misalnya burung atau lebah, Anda atur kamera ke Smart Photo Selector, dan kamera akan mulai mengambil gambar sebelum Anda menekan tombol shutter-nya. Kamera ini akan menganalisa gambar-gambar dan memberikan foto terbaik, atau sebuah seleksi lima teratas untuk Anda pilih.

Sensor didalam kamera juga tak kalah unggul. Memang tak sebesar dalam kamera DSLR, tapi lebih besar dari sensor dalam kamera biasa. Kamera ini dipersenjatai pula dengan sebuah CMOS 10.1 megapiksel, kecepatan merekam video 1080p 30 frame per detik, 1080i untuk 60 frame per detik, dan mampu mencapai kecepatan hingga 1200 fps untuk efek gerakan yang sangat lambat.

J1 berukuran lebih kecil, sistem kamera dengan audiens yang lebih lebar, lengkap dengan pilihan warna (dan lensa yang serasi). Sementara V1 ditujukan untuk yang lebih profesional, atau setidaknya para antusias yang mau menambahkan mikrofon mereka sendiri, flash kecepatan cahaya yang dapat di lepas dan bahkan GPS. Fitur yang paling unik pada V1 adalah viewfinder elektronik 1.4 juta piksel-nya, yang aktif saat Anda menempelkan kameranya ke wajah Anda. Perbandingan harga J1 dan V1 terbilang tinggi, tapi bagi sebagian orang tidak akan bisa menolak.

Ada beberapa lensa yang mendukung lensa 1 Nikkor pada V1 dan J1:
  • Lensa kit: 10-30mm VR f/3.5-5.6 (untuk kedua kamera)
  • Lensa pancake:10mm f/2.8 (dengan harga @249.95)
  • Lensa zoom: 30-110mm VR f/3.8-5.6 (dengan harga 249.95)
Aksesoris lainnya termasuk speedlight (SB-N dengan harga @149.95) dan sebuah adapter GPS (GP-N100 dengan harga $149.95).

Mengapa Terkadang Kotoran Mata Kering, Terkadang Basah

Oala Magz - Salah satu yang orang rasakan ketika bangun tidur adalah adanya kotoran mata, yang kadang lengket dan basah, dan kadang kering sampai membuat sakit saat membuka mata.

Dr. Sherleen Chen, direktur layanan katarak dan ophthamologi komprehensif di Massachusetts Eye and Eye Infirmary di Boston mengatakan, "Konsensus umumnya adalah kotoran mata adalah sisa-sisa dari airmata yang mengering."

Airmata mengandung air, protein, minyak, dan lapisan lendir yang disebut mucin, yang tipikal menutupi permukaan mata untuk melembutkan dan melindunginya dari virus danbakteri.

Tapi ketika mata kita tertutup dan kelopak mata tidak berkedip, kotoran dan serpihan dalam mata tidak dibersihkan secara belanjut oleh airmata, yang membantu melunturkannya. Karena itu, saat malam hari, kekeringan menyebabkan kandungan dalam airmata mengendap keluar, jelas Dr. Chen. Kemudian dadih atau kotoran mata itu berkumpul di sudut dalam mata, dimana airmata biasanya berkumpul.

Kotoran mata bisa juga berakumulasi di sudut luar mata atau dimanapun di sepanjang bulu mata.

Lalu, mengapa terkadang kotoran mata kering-menyerpih dan terkadang lengket berlendir?

Chen mengatakan tekstur ini adalah fungsi dari lapisan airmata seseorang. Kotoran mata akan kering dan menyerpih pada orang yang matanya mudah kering, sehingga kotoran mata menjadi solid karena tidak ada cairan yang cukup.

Orang yang memiliki alergi, kotoran matanya akan lebih berlendir, yang menjadikan airmata lebih basah.

Orang yang memakai lensa kontak lebih sering memiliki kotoran mata sebab lensa kontaknya mengiritasi permukaan mata, sehingga menghasilkan lebih banyak lendir untuk melindungi dirinya. Orang yang memiliki alergi memengaruhi mata mereka atau orang yang suka menggosok-gosok mata terlalu sering, seperti anak-anak, juga bisa lebih sering memiliki kotoran mata.

Jika udara dalam ruangan kering, Anda juga bisa bangun tidur dengan lebih banyak kotoran mata yang kering.

Meski kotoran mata nampak jelek dan jorok, namun itu tidak berbahaya.

Chen mengatakan cara terbaik untuk membersihkan kotoran mata adalah dengan mengelap dengan kain yang direndam air panas ke kelompak dan bulu mata selama satu atau dua menit, kemudian membersihkan seluruhnya dengan lembut.

Ganja Dapat Mencegah Gejala Stres Pasca-Trauma

Oala Magz - Ilmuwan mengatakan bahwa ganja dapat membantu meringankan gejala-gejala gangguan stres pasca-traumatik, selama dilakukan sedini mungkin.

Peneliti dari Haifa University, di Israel, menemukanbahwa cannabinoid, komposisi aktif dalam ganja mampu menghalau perasaan kegelisahan pada tikus percobaan setelah tikus-tikus itu mengalami episode yang sangat membuat stres.

Namun, ini hanya efektif jika dilakukan dalam 24 jam awal setelah kejadian traumatiknya.

"Kamimenemukan bahwa ada sebuah 'jendela kesempatan' saat menerapkan marijuana sintetis membantu menghadapi gejala-gejala PTSD (Post-Traumatic stress DIsorder) pada tikus," ujar pemimpin studi, Dr. Irit Akirav.

Tikus digunakan dalam percobaan ini sebab mereka memiliki reaksi fisiologikal terhadap kejadian traumatik dan membuat stres seperti manusia.

Ganja adalah obat Kelas B di Inggris dan ilegal untuk digunakan atau dijual. Penggunaan regulernya dihubungkan dengan meningkatnya resiko perkembangan penyakit psikotik seperti schizofrenia.

Namun, ada sejumlah obat cannabinoid yang diperoleh dari tanaman ganja yang telah dilisensi oleh Agensi Peraturan produk Obat dan Perawatan-kesehatan di Inggris.

Pada bagian pertama studinya, yang diterbitkan dalam jurnal Neuropsychophramacology, para peneliti menyorot sekelompok tikus dalam kondisi yang membuat mereka stres.

Mereka mengamati bahwa tikus-tikus itu menunjukkan gejala-gejala PTSD seperti pada manusia, seperti meningkatkan reflek kejut dan proses belajar yang lemah. Tikus-tikus itu kemudian dibagi dalam empat kelompok. Satu kelompok sama sekali tidak diberikan ganja; yang kedua diberikan suntikan ganja dua jam setelah diekspos kepada kejadian traumatik; yang ketika diberikan setelah 24 jam dan yang keempat diberikan setelah 28 jam.

Seminggu kemudian, peneliti menguji tikus-tikus itu dan menemukan bahwa kelompok yang tidak diberikan marijuana/ganja dan kelompok yang diberi suntikan 48 jam setelah mengalami trauma tetap menunjukkan gejala-gejala PTSD dan juga tingginya level kegelisahan atau anxietas.

Sebaliknya, gejala-gejala PTSD tidak tampak pada tikus-tikus yang diberikan ganja dua dan 24 jam setelah mengalami trauma, meskipun tikus-tikus ini juga mengembangkan level tinggi anxietas.

"Ini mengindikasikan bahwa marijuana tidak menghapus pengalaman traumatik, tapi secara spesifik mencegah perkembangan gejala-gejala pasca-traumatik pada tikus percobaan," ujar  Dr. Akirav.

Ia menambahkan bahwa karena jangka hidup manusia secara signifikan lebih lama daripada tikus, seseorang dapat berasumsi bahwa keefektifan obat itu akan lebih lama berlaku pada manusia.

Tahap kedua studi tersebut adalah mencoba memahami mekanisme obat yang bekerja dalam operasi selama pemberian ganja. Untuk melakukan ini, mereka mengulangi tahap awal dari eksperimen tersebut, tapi setelah trauma mereka menyuntikkan cannabinoid sintetik kedalam area amygdala pada otak, are yang dikenal bertanggungjawab merespon trauma.

Para peneliti menemukan bahwa ganja mencegah perkembangan gejala-gejala PTSD dalam kasus-kasus ini juga. Dari sini mereka dapat menyimpulkan bahwa efek dari ganja dimediasi oleh sebuah reseptor CB1 dalam amygdala otak.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...