Tampilkan postingan dengan label planet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label planet. Tampilkan semua postingan

Ilmuwan Temukan Sistem Tata Surya Alien


Para ahli astronomi menemukan sebuah sistem tata surya asing yang mirip dengan sistem surya kita. Menurut ilmuwan, penemuan ini menunjukkan bahwa semua sistem surya memiliki kemiripan.

Sistem tata surya yang ditemukan itu diberi nama Kepler-30 dan berjarak 10,000 tahun cahaya dari Bumi. Sistem surya tersebut sejauh ini diketahui memiliki tiga planet yang mengorbit.

Planet-planet tersebut diberi nama Kepler-30b, Kepler-30c dan Kepler-30d. Ketiga planet tersebut jauh lebih besar dari Bumi dan dua diantaranya lebih besar dari Jupiter.

Sistem tata surya asing ini dideteksi pada bulan Januari menggunakan teleskop angkasa Kepler.

Para ilmuwan percaya bahwa planet-planet Kepler-30 terbentuk dari cakram debu dan gas yang berputar di sekeliling bintang pusatnya.

Bintang Kepler-30 mirip seperti matahari dan juga memiliki bintik bintang/matahari. Satu bintik digunakan ilmuwan untuk menentukan bahwa ketiga planet itu bertransit di lokasi yang sama pada mataharinya berulang kali. Observasi ini membantu ilmuwan menentukan bahwa orbit dari planet-planet ini sebidang dan sejajar dan dekat dengan putaran matahari.

Link

Mengapa Pluto Dikeluarkan Dari Sistem Tata Surya?

Untuk waktu yang lama, Pluto dipercaya lebih besar ukurannya dari Merkurius, tapi setelah penemuan Charon (bulan terbesar Pluto) pada tahun 1978, status keplanetannya mulai dipertanyakan.

Dengan mempelajari Charon, ahli-ahli astronomi dapat menentukan secara akurat massa Pluto dan secara mengejutkan ternyata planet itu jauh lebih kecil dari Merkurius dan bahkan bulan kita sendiri.

Selama akhir abad ke-20, lebih banyak objek mulai ditemukan dalam jarak ke orbit Pluto dan sekitarnya; salah satunya Eris, yang diperkirakan lebih besar dari Pluto. Eris ditemukan oleh Mike Brown dan timnya yang berbasis di Palomar Observatory pada tahun 2005.

Penemuan-penemuan ini mengarahkan International Astronomical Union (IAU) untuk mendirikan komite pada tahun 2005 untuk mempertimbangkan definisi resmi sebuah planet. Ada sejumlah perbedaan definisi, namun pada tahun 2006, akhirnya menurut kriteria yang ditentukan, Pluto pun dikeluarkan dari persatuan 9 planet terbesar di tata surya kita.

Objek angkasa yang dapat disebut planet haruslah memenuhi persyaratan ini:

1. berada dalam orbit yang mengelilingi matahari

Pluto jelas berada dalam orbit mengelilingi matahari, namun begitu juga ratusan asteroid diluar planet. Sejauh ini Pluto masih dapat dipertahankan.

2. memiliki massa yang cukup untuk menyokong keseimbangan hidrostatis

Dengan kata lain, objeknya harusnya memiliki bentuk yang benar-benar bundar. Namun pada kenyataannya tidak ada planet yang bundar sempurna. Menuruti perputarannya, planet seringkali menjadi sedikit lonjong searah sumbu kutubnya.

Kriteria ini juga berarti sebuah planet harus memiliki gravitasi yang cukup untuk mengatasi kekuatan lain dan membentuk tubuh yang kurang-lebih bundar. Pluto mampu menjaga keseimbangan hidrostatis, mengingat banyaknya asteroid dan planet-planet kecil lainnya yang memiliki bentuk yang rancu atau tidak bundar.

3. memiliki orbit yang bersih dari objek-objek lain

Disinilah Pluto harus tamat. Kriteria terakhir ini mengharuskan bahwa planet harus memiliki orbit yang bersih dari objek-objek lain yang memiliki ukuran yang sebanding. Ini artinya sebuah planet harus dominan secara gravitasi dalam orbitnya. Disinilah Pluto gagal bertahan.

Pluto tak hanya berbagi orbit dengan sejumlah objek Sabuk Kuiper (kawasan berbentuk cakram diluar Neptunus) lainnya, tapi juga mengambang didalam orbit planet es Neptunus!

Harus diingat bahwa Neptunus tidak dapat dikenakan oleh peraturan ini sebab Neptunus dianggap mendominasi orbitnya secara gravitasi (tidak sebanding dengan Pluto). Dan kedua planet tidak benar-benar berbagi orbit, akan tetapi hanya memiliki jalur yang bersinggungan secara menyilang.

Maka kasus Pluto pun akhirnya ditutup pada tahun 2006 saat IAU menurunkan status Pluto menjadi planet kerdil.

Wajah Gandhi Di Permukaan Planet Mars

Ketika sedang melihat gambar-gambar yang dikirimkan dari Europe's Mars Orbiter ke Bumi, seorang antusias ruang angkasa Italia bernama Matteo Lanneo menemukan bentuk seperti wajah gandhi pada batuan di permukaan planet Mars.


Bentuk wajah itu tampak memiliki kumis dan kepala botak dan alis yang menjorok kedepan seperti sang pemimpin politik India.

Ini bukan pertama kalinya terjadi di Mars. Pada Juli 1976, American Viking 1 Orbiter mengambil foto yang menunjukkan bukit menonjol yang tampak seperti wajah manusia di permukaan Mars.

Namun pada saat diambil dengan kamera HD HiRISE pada 2010 terbukti itu hanyalah bukit batu yang besar.

Kasus seperti ini disebut dengan pareidolia, dimana manusia menerima rangsangan yang siginfikan, seperti bentuk-bentuk awan, bentuk menyerupai sosok tertentu pada asap gunung berapi, hingga bentuk wajah pada sepotong roti panggang.

Fenomena ini terjadi karena manusia cenderung berusaha mengenai objek-objek yang familiar sebagai teknik pertahanan diri.

'Manusia Salju' Di Luar Angkasa

Gambar ini bukanlah rekayasa. Sebenarnya ini adalah ilusi optik yang tercipta oleh dua bulan Saturnus yang saling berpapasan.


Penjelasannya: Dione, yang berada diatas, jaraknya lebih dekat ke pesawat angkasa Cassini milik NASA. Sementara Rhea berada dibawahnya, memiliki diameter 1,530km sementara Dione 1,120km atau 32 persen dari bulan Bumi. Selisih ukuran dan dibantu jarak itulah yang menyebabkan keduanya tampak bersinggungan seperti efek refleksi.

Gambar ini diambil pada 27 Juli 2010.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...