Tampilkan postingan dengan label turki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label turki. Tampilkan semua postingan

Turki Tempat Lahirnya Bahasa Belanda Hingga Inggris


Mungkinkah Turki merupakan ibu dari bahasa Hindi, Rusia, Belanda, Italia, Albania dan Inggris?

Para peneliti menggunakan sebuah model komputer yang didesain untuk memetakan epidemik telah melacak evolusi keluarga bahasa Indo-Eropa. Kesamaan antara ratusan bahasa dari Islandia hingga India membawa pada debat panas tentang dimana mereka berasal dan apa rahasia dibalik penyebaran serta perkembangannya.

Teori yang dominan adalah bahwa bahasa-bahasa tersebut kini diucapkan oleh tiga triliun orang dari sejak Zaman Perunggu nomaden yang menggunakan kuda dan roda untuk menyebar ke timur dan barat dari stepa-stepa utara laut Caspia dekat Ukraina sekitar 5,000 hingga 6,000 tahun yang lalu.

Sementara yang lain berargumen bahwa pertanian lah yang membantu penyebaran bahasa itu di Turki 8,000 hingga 9,500 tahun yang lalu.

"Ini adalah salah satu kasus kunci yang menempatkan agrikultur sebagai kekuatan penting dalam membentuk keragaman linguistik," ujar Quentin Atkinson, psikolog evolusioner di University of Auckland di New Zealand.

Studi ini menunjukkan bahwa migrasi manusia jaman dulu membantu mempercepat penyebaran agrikultur, kata Atkinson.

"Bahasa-bahasa ini menunjukkan bahwa ini adalah gerakan budaya juga--pemburu berkumpul bukan hanya membajak, mereka juga mengadopsi budaya dan bahasanya."

Tim peneliti tersebut membangun sebuah database asal seperti kaya "ibu", yang disebut "moeder" dalam bahasa Belanda, madre dalam bahasa Spanyol, mat dalam bahasa Rusia, mitera dalam bahasa Yunani dan mam dalam bahasa Hindi.

Mereka kemudian membangun pohon keluar bagi bahasa-bahasa tersebut yang dapat menangkap hubungannya dalam jarak ruang dan waktu dan catatan peningkatan atau pengurangan induk bahasa.

Penemuan Makam Bawah Tanah di Turki




Polisi menggrebek sebuah rumah yang digunakan oleh orang-orang yang dicurigai menggali secara ilegal untuk mengambil barang-barang antik dan menemukan dua lorong masing-masing 6 dan 8 meter panjangnya, mengarah ke sebuah makam bawah tanah dan peti mati marmer kuno dan sejumlah lukisan di kedalaman 10 meter.

Penemuan arkeologi penting itu berada di Milas, sebelah barat Turki. Ini penting karena merupakan pertama kalinya setelah bertahun-tahun.

Penggalian ilegal untuk mencari artefak kuno terbilang umum terjadi di Turki. Dan negara itu menjatuhkan hukuman berat bagi para penggali ilegal.

Peti mati berusia 2,800 tahun itu berhiaskan pahatan bergambar pria berjanggut yang sedang berbaring, diperkirakan milik Hecatomnus, yang pernah memerintah Milas, menurut Menteri Kebudayaan Turki.

Beberapa harta karun yang mungkin ditempatkan di makam bawah tanah itu tampak sebagian besar sudah dicuri para pemburu harta karun dan dijual di perdagangan barang antik ilegal.

Lima dari sepuluh tersangka ditahan dari hasil penyergapan itu.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...