Sobat Misqueen Sesenggukan: Menginap di Hotel Terpencil Ini Wajib Rogoh Kocek Sebesar Rp500Juta Per 3 Malam

Hotel ini cocok buat para sultan yang mencari cara menghabiskan Rp500juta. Kamu tinggal terbang ke Ruth Galcier di Alaska di Taman Nasional Denali. Hotel itu bernama Sheldon Chalet. Apa yang membuat biaya menginapnya begitu mahal?

Taman Nasional Denali sendiri luasnya mencapai 2.4 juta hektar. Di taman alam ini kamu bisa menemukan beruang grizzly, rusa besar, karibu, serigala dan hewan-hewan liar lainnya. Keindahannya bukan kaleng-kaleng. Namun lembah es ini memang susah diakses, hanya bisa dicapai lewat udara. Untungnya, hotel Sheldon Chalte menyediakan helikopter pribadi untuk transportasimu.

Hotel ini mengambil nama dari ayah dari dua bersaudara pemiliknya, yaitu Robert dan Kate Sheldon. Baru dibangun di tahun 2018, tapi langsung membuat heboh karena menarik harga $35,000 atau hampir 500 juta rupiah untuk tiga malam dan dua orang/pasangan.

Dengan harga segini, kamu punya penjaga rumah pribadi, makan malam kelas atas, berkegiatan seperti berjalan-jalan di medan es, berseluncur, dan memanjat gunung. Kamu juga bisa mengunjungi makam purba mastodon, memancing, di area rooftop kamu bisa menikmati bintang-bintang, sauna, dan hidangan malam yang disiapkan oleh chef asal Alaska, Dave Thorne.

Benar-benar tempat liburan mewah yang bisa menjauhkan kamu dari hiruk-pikuk perkotaan. Hotel ini hanya menampung maksimal 10 orang dalam sekali waktu. Jadi kamu bisa merasakan pengalaman yang lebih pribadi karena pengunjungnya juga tidak ramai.


Membangun hotel ini dulu juga tidak singkat. Sheldon bersaudara membutuhkan sepuluh tahun untuk mendapatkan ijin. Belum lagi menerbangkan bahan-bahan bangunannya. Apakah menurutmu Rp500juta sepadan untuk menginap di hotel ini?

Foto-foto: Sheldon Chalet/Facebook

Kenapa Warna Pink Milenial Sangat Digemari?

 Di antara banyak tren yang lahir bersama generasi Milenial, salah satu hal yang digemari orang hingga saat ini adalah warna yang disebut dengan warna Pink Milenial. Apa penjelasannya? Mengapa warna ini sangat digemari di dunia desain?

Sebenarnya, Pink Milenial bukan merujuk pada satu warna, tapi variasi dari warna-warna pink lembut, seperti pink-beige, salmon muda, pink keunguan, dan sebagainya. Pokoknya, warna pink yang bisa dibilang "cewek" banget, walapun tidak menutupi warna ini ada di dunia cowok seperti fashion.
Foto: Favim.com

Warna ini mulai ngetren di tahun 2016, yang notebene pada saat itu generasi Milenial (orang yang lahir antara tahun 1981-1996) sudah berusia dewasa. 

Istilah "Millenial Pink" pertama kali dilontarkan oleh Véronique Hyland dalam tulisannya untuk situs The Cut di bulan Agustus tahun 2016 (jaman-jaman film Moana, Capatain America: Civil War, dsb). "Naiknya jumlah orang yang sangsi dengan warna pink berhasil membelokkan orang yang anti-pink dan merangkul versi pudar dan berlumpur dari warna tersebut." Dalam artikel itulah dia menyebut warna itu dengan warna Millenial Pink alias Pink Milenial. Nama itu pun membuat tempatnya sendiri di dunia desain sejak itu.

Tidak ada penjelasan ilmiah yang solid yang bisa menjelaskan mengapa sebuah generasi jadi suka banget dengan warna ini. Secara evolusi, warna pink tidak selalu berkaitan dengan hal-hal bagus seperti bunga atau makanan rasa stroberi. Misalnya saja ada telur pink dari keong apel, yang beracun bagi semua hewan kecuali semut api. Tahu bunga terompet yang kadang ada di halaman? Makanlah bunganya, kalau nggak mematikan, bunga ini bisa bikin kamu berhalusinasi parah.

Foto: Plants of The World Online

Penjelasan ilmiah yang bisa kita pegang datang dari Pak Alexander Schauss, yang pada tahun 1970an mengecat dinding sel penjara dengan warna yang dia sebut "Baker-Miller Pink" yang notebene sedikit lebih terang dari Pink Milenial, tapi mirip-mirip. 

Efek warna itu ternyata ada banget. Menurut eksperimennya dan beberapa eksperimen lain setelahnya, warna pink mudah seperti ini menurunkan tingkat agresi dan tekanan darah. Yang artinya, warna pink seperti ini memiliki efek menenangkan. 

Jadi, nggak ada salahnya mengaplikasikan warna Pink Milenial dalam kehidupan sehari-hari, supaya nggak stres. Pertanyaannya, apakah warna ini akan tetap digemari di kalangan Gen Z saat ini dan Gen Alpha kelak?

Photo by Anna Shvets from Pexels

Kalau kamu mau menggunakan warna ini, berikut uraian value kode warnanya:

MILLENNIAL PINK
PMS: 706 C
HEX COLOR: #FFD1DC;
RGB: (255,209,220)
CMYK: (0,18,14,0)

Lihat variasi lain warna ini di situs ini: https://colorcodes.io/pink/millennial-pink-color-codes/

Mata Air Penuh Misteri, Fosse Dionne di Perancis Telah Menelan Tiga Nyawa Penyelam. Berani Memecahkan Misterinya?

Siapa bilang di Perancis itu cuma ada tempat-tempat romantis atau sarat akan seni? Di wilayah Burgundy, Perancis ada yang namanya mata air Fosse Dionne yang sangat misterius.

Pasalnya, kalau biasanya sebuah mata air bisa dilacak sumbernya, mata air Fosse Dionne ini tidak diketahui sampai sekarang sumbernya itu dari mana. Diselami sampai dasar pun, yang ditemui hanyalah liang yang kian meruncing, tapi nggak ada ujungnya.

Foto: Wikimedia Commons

Mata air ini bisa kamu temukan di dekat kota Tonnerre. Menurut catatan, mata air Fosse Dionne mengalirkan 311 liter air per detik, sementara di cuaca hujan bisa meningkat sampai 3,000 liter per detik. Dulu orang Romawi minum air dari mata air ini. Bangsa Celtic pun menganggap mata air ini sakral. Sementara bangsa Perancis menggunakannya sebagai tempat rumah mandi di tahun 1700an.

Sisi tragisnya, banyak yang mencoba mencari sumber atau dasar dari mata air ini, tapi tidak berhasil dan tiga penyelam justru bertemu maut di mata air ini. Sejak tahun 1700an, orang mulai bertanya-tanya dari mana sih sumber air ini. Yah, nggak jauh beda lah dari negara +62, banyak orang jaman dulu pun menganggap mata air ini sebagai portal menuju dunia lain, ada pula yang percaya di dasar mata air ini terdapat ular raksasa.

Penelurusan yang terbaru dilakukan tahun 2020 kemarin, ketika walikota Tonnerre membayar penyelam profesional Pierre-Éric Deseigne untuk mengungkap misteri mata air ini. Udah nyampe 70 meter di bawah tanah, atau 370 meter total dari mulut liangnya, tapi mas Pierre-Éric Deseigne tak berhasil menemukan sumbernya.

Yang bisa kita ketahui adalah, airnya keluar dari jaringan goa batu gamping/kapur bawah tanah, tapi titik sumbernya tidak diketahui. Dengan sejarah kematian beberapa penyelam di mata air ini, tentu tidak semua orang percaya diri untuk mencoba mengungkap misteri mata air Fosse Dionne.

Kamu mau mencoba?

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...