Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan

Curiosity Gunakan Laser Untuk Analisa Batuan Mars

Curiosity menembakkan lasenya pertama kali pada hari Minggu dengan senjata laser bertenaga tinggi yang dirancang khusus unuk menganalisa kandungan mineral batu-batuan Mars.




Tes laser pertama oleh Chemistry and Camera (ChemCam), instrumen pada rover Mars, Curiosity. Gambar menunjukkan proses sebelum dan sesudah tes.


Curiosity juga mengirimkan gambar paling tajamnya dari pegunungan setinggi 5 kilometer bernama Mount Sharp.


Dek Curiosity dari kamera navigasi si rover. (Bagian atas gambar adalah bagian belakang rover Curiosity, bagian kiri gambar tampak dua ban kanannya.)

Perjalanan Curiosity dan Foto-Foto Permukaan Mars

Pada 5 Agustus lalu, setelah perjalanan lebih dari 8 bulan dan menempuh jarak 352 juta mil, Mars rover milik NASA, Curiosity mendarat di permukaan planet Mars.

Akhir pekan lalu, NASA merilis foto-foto resolusi tinggi yang ditangkap oleh kamera Curiosity, "Mastcam".

Misi yang memakan biaya $2.5 triliun ini ditargetkan akan mencapai Mount Sharp di Mars dengan ketinggian puncak 3.4 mil.

Follow @MarsCuriosity di twitter untuk mengikuti perkembangan penejelajahan si 'Mohawk guy' yang berukuran sebuah mobil ini.







Penjelajahan Curiosity diharapkan dapat mengungkap tanda-tanda kehidupan masa lalu di Mars.

97% Es Greenland Mencair


 Foto-foto dari satelit NASA menunjukkan lelehan terbesar sejak 30 tahun lalu.

Pada 8 Juli, 40% selimut es mencair, dan hanya empat hari kemudian meningkat menjadi 97%.

Son Ngheim dari NASA mengatakan, "Ini sungguh tidak biasa sampai-sampai awalnya saya bertanya: apakah ini benar atau kesalahan data?"

Air lelehan di dataran tinggi dengan cepat membeku kembali. Air lelehan dekat pantai ada yang tertahan oleh selimut es, ada yang bercampur ke lautan.

Masih belum jelas apakah ini memengaruhi level ketinggian air atau jumlah es yang hilang musim panas ini.

Hal ini terjadi diduga oleh karena arus udara hangat yang kuat melintasi Greenland.

Seperti Apakah Aroma Ruang Angkasa?

Normalnya astronot tidak bisa mencium secara langsung aroma ruang angkasa karena terlindungi pakaian astronot saat berada di ruang hampa. 

Namun aroma ruang angkasa itu bisa menempel pada baju mereka dan perlatan yang dibawa.

Diduga aroma khas ruang angkasa disebabkan oleh oksigen atomik, disamping hal-hal lain.

Partikel-partikel di ruang angkasa memiliki aroma tajam seperti daging bakar, logam panas dan asap las.

Steven Pearce, seorang ahli kimia di NASA mereka ulang aroma ruang angkasa dan mengatakan aspek metalik dalam aroma tersebut kemungkinan berasal dari ion-ion bervibrasi energi tinggi.

"Aromanya seperti tidak pernah kucium sebelumnya, tapi tak akan pernah kulupakan," ujar Kevin Ford, seorang astronot NASA pada tahun 2009.

Sementara astronot NASA lain, Don Pettit mendeskripsikan sebagai berikut, "Sulit mendeskripsikan baunya; jelas ini tidak sama seperti menjelaskan bau makanan. Deskripsi terbaik yang bisa kupikirkan adalah seperti logam; seperti sensasi logam manis yang menyenangkan. Mengingatkanku pada musim panas kuliahku ketika aku bekerja berjam-jam dengan las saat memperbaiki peralatan berat untuk perusahaan penebangan kayu. Mengingatkanku pada aroma asap las yang manis. Itulah aroma ruang angkasa."

Foto "Pesawat Alien" Di Dekat Matahari


Oala Magz - Pada 24 April, sebuah kamera dari Solar and Heliospheric Observatory milik NASA menangkap sebuah gambar yang sekilas tampak mirip seperti figur sebuah kapal angkasa luar dekat dengan matahari.

Jika diperkirakan, jarak sedekat itu akan membakar objek apapun, kecuali objek asing tersebut adalah kapal angkasa milik alien yang memiliki pelindung khusus agar tahan terhadap panas matahari.

Di sisi lain, Nathan Rich, ilmuwan dari Naval Research Laboratory berpendapat bahwa, "Garis-garis yang dipertanyakan tersebut bersesuaian dengan dampak dari partikel enejetik (proton) pada CCD (sensor pada kamera -red.), sesuatu yang wajar pada gambar apapun." Ia menambahkan, "Arterfak-artefak ini tidak sama dari gambar ke gambar."

Cahaya kosmik yang memancar pada kamera dapat juga menyebabkan efek "cabang ledakan" sehingga mengesankan seperti sayap pesawat.

33 Ribu Asteroid Dan 20 Komet Menuju Bumi!

Oala Magz - Infrared Space Telescope WISE menemukan objek-objek berbahaya dalam tata surya kita. Ada 33 ribu asteroid dan 20 komet baru yang mengarah ke Bumi!

Infrared Telescope Facility WISE (Wide-field Infrared Survey Explorer) diluncurkan oleh NASA pada Desember 2009. Ia berfungsi untuk mengamati angkasa pada panjang-gelombang infra merah. Teleskop ini juga mampu menemukan objek yang paling objek dari detektornya yang didinginkan dengan hidrogen cair. Persediaannya hanya mencukupi hidrogen untuk 10 bulan.

Sebuah komet dilihat melalui teleskop yang makin kehabisan pendingin yang menjaga komponen-komponen elektroniknya tetap dingin pada Oktober2010. Misi NEOWISE mampu selangkah lebih maju menggunakan dua dari empat detektornya yang tidak terpengaruh oleh suhu yang lebih hangat.

Selama jangka waktu ini teleskop itu harus menangkap lebih dari 1.8 juta gambar dari angkasa dalam jangkauan infra merah. Tugas utamanya adalah mempelajari sabuk utama antara Mars dan Jupiter. Beberapa hari yang lalu spesialis-spesialis NASA melaporkan hasil dari poyek WISE.

Ilmuwan mengatakan sangat penting untuk mempelajari objek-objek di sekitar Bumi, atau yang disebut NEOs (near-Earth objects), dimana asteroid dan komet dengan orbit dalam jangkauan 28 juta mil (45 juta kilometer) dari jalur Bumi mengitari matahari, karena beberapa dari mereka berpotensi bertabrakan dengan planet kita.

Misi NEOWISE dari NASA baru-baru ini menyelesaikan survey-nya, yang merupakan pekerjaan sekunder bagi WISE, sebuah teleskop pengamat luncuran agensi itu. WISE memenuhi tugas utamanya menangkap gambar seluruh angkasa satu setengah kali dalam cahaya infra merah tahun lalu. "WISE telah mengangkat banyak sekali sumber-sumber yang menakjubkan, dan kami sangat senang mempelajari alam merek," ujar Edward (Ned) Wright, investigator prinsipil dari WISE di UCLA.

Hasil dari proyek ini, yang akan dikombinasikan dengan observasi dalam jangkauan yang dapat diamati, akan membantu menentukan ukuran dan komposisi resiko bahaya dari objek-objek angkasa itu.

Selain itu, 20 komet baru dan 134 NEOs juga telah terungkap. Dan juga, teleskop WISE mengonfirmasikan penemuan sejumlah besar, sekitar seratusan, tubuh komet yang telah dikenali.

Situasi ini seakan-akan diumpamakan "rumah kita dilempari batu oleh orang-orang tak dikenal". Haha.

Meteor Perseid Dilihat Dari Luar Angkasa

Ron Garan, seorang astronot NASA memotret sebuah meteor Perseid yang jatuh menuju Bumi. Ia mengambil gambar itu dari jendela International Space Station pada hari Minggu lalu selama hujan meteor Perseid tahunan.

Sang astronot menulis dalam akun Twitter-nya, "What a "Shooting Star" looks like #FromSpace Taken yesterday during Perseids Meteor Shower..."

Meteor adalah sisa-sisa asteroid yang terpecah di luar angkasa dan jatuh ke planet atau terbakar saat memasuki orbit. Meteor Perseid adalah debu yang berasal dari ekor komet Swift-tuttle yang terbakar di atmosfer. Dinamakan Perseid karena mereka menunjukkan posisi asalnya, yaitu gugusan Perseus. Hujan meteor Perseid terjadi setiap tahun di bulan Agustus.




Klik gambar untuk ukuran penuh.

'Manusia Salju' Di Luar Angkasa

Gambar ini bukanlah rekayasa. Sebenarnya ini adalah ilusi optik yang tercipta oleh dua bulan Saturnus yang saling berpapasan.


Penjelasannya: Dione, yang berada diatas, jaraknya lebih dekat ke pesawat angkasa Cassini milik NASA. Sementara Rhea berada dibawahnya, memiliki diameter 1,530km sementara Dione 1,120km atau 32 persen dari bulan Bumi. Selisih ukuran dan dibantu jarak itulah yang menyebabkan keduanya tampak bersinggungan seperti efek refleksi.

Gambar ini diambil pada 27 Juli 2010.

RoboThespian: Robot Humanoid Buatan Firma Kecil Dibeli NASA Seharga Hampir Rp1 Milyar

Dia bisa bicara 15 bahasa, memiliki selera humor yang bagus dan bisa meniru. Dan sekarang, robot berukuran seperti orang asli ini, yang dibuat di sebuah firma kecil di Cornwall, dibeli oleh Nasa untuk dijadikan robot pemandu tur.



Robot yang dikenal sebagai RoboThespian ini ditenagai udara terkompres dan dibuat nyaris seluruhnya dari aluminium. Ia dibuat oleh Cornish firm Engineered Arts, yang hanya memiliki tujuh karyawan.

Tak seperti Robonaut R2 yang lebih keren, RoboThespian lebih tampil membumi. Robo Thespian memiliki tiga variasi, versi Lite, Standard dan Deluxe. Ia juga bisa di-'pekerjakan' untuk berbagai event.

Di website firma pembuatnya, versi Deluxe dibanderol seharga Rp985juta, yang memberikan akses untuk semua fitur advance dari si robot seperti kaki bertenaga dan konten yang bisa dikostumisasi. Nasa membelinya seharga Rp984,720 untuk memandu para pengunjung di sekitar Kennedy Space Centre di Cape Canaveral.

RoboThespian muncul dengan salam dan impresi standar yang nanti bisa Anda tambahkan dengan gerakan yang terekam atau konten ucapan.




Robot ini pertama kali dikembangkan oleh Engineer Arts pada tahun 2006 untuk ambil bagian dalam sebuah produksi Mechanical Theatre di Eden Project. RoboThespian membuat debut resminya pada konferensi Association of Science-Technology Centers di LA pada tahun 2007 dimana dia menampilkan sebuah seri dari cuplikan film dan berinteraksi dengan audiens. Dia memiliki antar-muka layar sentuh yang membuat pengguna bisa membuat pra-program dari serial gerakan.

Will Jackson, bos Engineer Arts mengatakan, "Kami sangat bangga. Ini adalah kemenangan bagi dunia teknis dan permesinan Negara Barat. Kami mengalahkan beberapa perusahaan pembuat robot terbaik dari AS dan Jepang."




Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...