Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Keren, Stiker Ini Bisa Mendeteksi Kebohongan!

Sebuah tim peneliti di Israel menciptakan teknologi baru untuk mendeteksi kebohongan. Hasilnya menunjukkan 73% keberhasilan mendeteksi kebohongan dengan teknologi sensor otot wajah.

Penelitian yang dipimpin Prof. Dino Levy dari Universitas Tel Aviv menciptakan stiker yang dicetak pada permukaan lembut yang mengandung elektroda. Kemudian menggunakan teknik mesin pinar, mereka melatih program mesin itu untuk mendeteksi kebohongan berdasarkan sinyal EMG alias elektromyografi yang datang dari elektroda.

Teknologi adalah ciptaan Prof. Yael Hanein dari perusahaan X-trodes. Sensor buatan mereka sejauh ini memang diakui sebagai yang paling sensitif.

Stiker sensor ini bisa memonitor dan mengukur kegiatan otot dan saraf di wajah. Kata mereka, orang secara tak sadar mengaktifkan otot-otot di pipi dan alis ketika berbohong.

Prof. Levy berharap teknologi ini bisa membantu penegak hukum dan digunakan di pengadilan sebagai tambahan bukti. Dalam tes, sejumlah orang didudukkan berhadapan, tapi salah satunya ditempel stiker pendeteksi kebohongan di alis dan pipi. Mereka pakai headphone dan diminta mengulang kata-kata yang mereka dengar. Tapi mereka harus berbohong di antaranya. Jadi sesekali mereka mengucapkan kata yang berbeda dari yang mereka dengar, secara sengaja. Orang yang duduk di seberangnya harus menebak di kata mana rekannya berbohong.

Foto: Xtrodes

Hasil tes teknologi ini terbukti lebih baik dari teknologi-teknologi pendeteksi kebohongan lain yang pernah ada.

Sekarang ini mereka juga berusaha melatih kecerdasan buatan alias AI (artificial intelligence) untuk mendteksi kontraksi otot wajah seperti ini hanya dengan menganalisa rekaman kamera resolusi tinggi. Jika kemampuan deteksi kebohongannya semakin meningkat, teknologi ini diharapkan bisa digunakan dalam interogasi polisi, di bandara udara, atau bahkan wawancara kerja secara daring.

Wah keren ya. Kamu mau pakai teknologi ini buat mendeteksi apa?

Menulis Dengan Mata Menjadi Harapan Pasien Lumpuh

Peneliti menciptakan teknologi baru yang melatih orang lumpuh untuk menggerakkan pupil dalam gerakan melekuk-lekuk secara halus untuk menciptakan tulisan yang kemudian ditampilkan di layar.

Secara normal mata kita tidak bisa mengontrol gerakan secara halus ke semua arah. Gerakan yang timbul patah-patah dan tidak bisa dikontrol secara sengaja.


Namun sebuah tim yang dipimpin oleh Jean Lorenceau dari Université Pierre et Marie Curie-Paris menemukan bahwa otot mata bisa 'ditipu' untuk menciptakan gerakan-gerakan yang kontinu.

Dr Lorenceau mengatakan, "Berlawanan dengan keyakinan saat ini, kami menunjukkan bahwa seseorang bisa melakukan gerakan mata yang halus dan terkontrol secara fakultatif.

Penemuan ini juga menghadirkan sebuah alat untuk menggunakan gerakan mata yang halus sebagai pensil untuk menggambar, menulis, atau membuat tandatangan."

Sang ilmuwan menemukan bahwa setelah beberapa jam sesi latihan relawan yang sehat bisa menulis huruf ke layar 20-30 karakter per menit. Sama seperti menulis tangan.

Penemuan ini bisa bermanfaat bagi penderita gangguan gerak, seperti stroke atau lumpuh. Dr Lorenceau mengatakan mereka bisa menggunakan alat ini untuk berkomunikasi antara pesakit dan anggota keluarganya.

Tim peneliti tersebut menemukan petunjuk bahwa gerakan mata yang halus bisa dilakukan secara tidak sengaja. Dr Lorenceau menggerakkan matanya di depan sebuah layar di labnya dan menemukan bahwa dia bisa melatih kontrol gerakan matanya.

"Setelah latihan singkat, partisipan bisa memiliki kontrol gerakan mata yang halus dan bisa membuat angka, hurus, kata-kata atau menggambar sesuai kehendak."

Ia mengatakan alat ini juga bisa mengembangkan kontrol gerakan mata pada orang-orang dengan kondisi tertentu seperti dyslexia atau ADHD dan bagi para ahli, seperti atlet atau dokter bedah, yang aktivitasnya sangat bergantung pada gerakan mata.

Lorenceau tengan mengerajakan versi yang lebih dari penulis mata-nya dan pengujian dengan pasien penyakit degeneratif syaraf akan dimulai tahun depan.

Link

Software Komputer Ala "Minority Report"

Para hali komputer Amerika mengembangkan sebuah teknologi software yang diharapkan dapat membantu pelaku hukum di seluruh dunia dalam pekerjaan mereka. Seperti di film yang dibintangi Tom Cruise, Minority Report.

Minority Report (2002)

Antarmuka yang dikembangkan oleh ilmuwan John Underkoffler ini telah dikomersilkan oleh firma Oblong Industries di LA untuk mengakses sejumlah besar data.

Sistem ini memungkinkan video conference dimana partisipannya membagi data dari berbagai alat dan gadget seperti smartphone, lapop, tablet kedalam sebuah layar video yang besar.

Kepala firma Oblong, Kwin Kramer mengatakan, "Kami kira masa depan komputerisasi adalah multiuser, multi-layar, multidevice. Sistem ini dapat membantu arus kerja besar."


Bagian kunci dari sistem ini adalah antarmuka yang dapat menuruti gestur, yang mereka sebut lingkungan pengoperasian spasial 'g-speak'.

Sistem ini memungkinan lebih dari satu orang mengoperasikannya bersamaan.

Sejumlah sistem yang sangat sensitif membtuhkan sarung tangan data untuk membuat arahan lebih tepat ketimbang menggunakan gerakan tangan biasa.

Yang membedakan software ini dengan yang di film adalah Oblong tidak menyediakan data yang meramalkan kejahatan masa depan.

Link

Replika Motor Cahaya Tron Seharga Rp11,9Trilyun

Sebuah motor dibuat dengan susah payah untuk menjadi replika motor di film fiksi ilmiah Tron: Legacy. Dan kini dijual dengan harga nyaris Rp12trilyun!

Dalam film, motor ini diciptakan menggunakan grafik CGI dan dikendalikan oleh program komputer dan para gamer.

Versi aslinya, dibuat oleh Parker Brothers Choppers, dengan panjang sekitar 2 meter dan lebar 23 inci dan berat 215kg. Motor ini juga mampu mencapai kecepatan 120mph.



Roda-roda hubble-nya dibuat menggunakan ban truk bekas yang dibentuk aga pas dan didekorasi lagi dengan garis-garis cahaya elektrik. Penutup fiberglass melindungi bingkai baja dan uniknya pengendara harus bersandar nyaris horizontal persis seperti di film.

Motor ini ditenagai oleh injeksi-bahan bakar Suzuki 996cc, mesin 4-tak dan diberi pegas di depan dan belakang. Setiap motor dibuat sendiri dan dapat dibeli secara online dari Hammacher Schlemmer.



Juru bicara Trish Hammond mengatakan, "Motor ini dibuat dengan baik sehingga tiap aspeknya identik dengan motor dalam filmnya. Penampilannya sangat menarik dan kau akan menarik perhatian sejumlah orang jika mengendarainya di jalanan."

Lightbike atau motor cahaya muncul di film aslinya di tahun 1982 dan remake-nya pada tahun 2010 kemarin yang dibintangi Jeff Bridges dengan judul Tron: Legacy.

Manajer operasi Jeff Halverson, berbicara belakangan di tahun ini, mengatakan, "Motor ini memiliki motor TL1000R yang memberi tenaga sistem kemudi friksi yang dikendalikan oleh rantai. Ia bisa mencapai 120mph tapi kami belum mencobanya hingga kecepatan itu. Bagian tersulit membuat motor ini adalah mencoba membawa dunia CGI dari filmnya ke situasi nyata. Kami mulai dengan hanya coba-coba apakah kami bisa membuatnya."

Selain tampilannya, motor ini juga memiliki teknologi era modern - termasuk sebuah port untuk iPad yang ketika online akan mendownload statistik kendaraan dari komputer yang juag tersedia.

Remaja 14 Tahun Memenangkan Balapan Mobil Ramah Lingkungan

Sam Chapman-Hill, remaja 14 tahun baru-baru ini memenangkan Tantangan Marathon Mileage di Mallory Park, jalur balapan motor terkenal di Leicestershire, Inggris.


Kendarannya menang dalam kompetisi 12 tim itu, dengan desainnya yang aerodinamis dan keren, dengan berat kurang dari 45,4 kg dan irit dengan jarak 1,980 mil per galon.

Pengendara lain, Kitty Foster, 11 tahun, menyelesaikan perlombaan dengan kendaraan yang menggunakan konsentrator oksigen dari Cambridge Design Partnership dan mesin diesel mikro yang mencapai 1,325 mil per galon.


Mobil-mobil ini dikembangkan untuk mempromosikan konsep kendaraan ramah lingkungan dalam permesinan dan teknologi kepada mahasiswa dan pelajar seperti Foster.

Mobil Kitty juga memiliki fitur gesekan ban rendah untuk meningkatkan laju gasnya dan alat pelacak real-time bernama Go yang membuat pengendara dapat mengoptimasi sistem kendaraannya.

"Sebenarnya tidak begitu sulit. Sistem Go membantuku menggunakan sesedikit mungkin bahan bakar. Alat itu juga memonitor kemampuan mobil yang membantu kita mengetahui kapan harus mematikan mesin dan kapan harus melaju," ujar Kitty.

"Informasi GPS-nya memberikan perbedaan besar dan menambahkan 150mpg (mil per galon). Keseluruhan mobilnya sangat menyenangkan untuk dikendarai. Sangat baik melihat mobil-mobil jadi lebih ramah lingkungan, dan aku sangat senang kami melakukannya dengan sangat baik dalam tantangan ini."

Skylon: Konsep Pesawat Luar Angkasa Buatan Inggris




Para ahli di European Space Agency sudah menerima detil dari konsep pesawat luar angkasa ini dan tak menemukan adanya halangan.

Mereka ingin melanjutkan ke fase perkembangan selanjutnya untuk melakukan demonstrasi lapangan dari inovasi kuncinya, yaitu mesin yang digunakan pesawat itu, Sabre.

Sabre Engine

Space Agency (UKSA) Ingrris telah menugaskan Esa untuk mengevaluasi desain, dan staf organisasi Eropa melaporkan pada Selasa bahwa mereka tidak melihat adanya cacat yang jelas.

"Esa belum mengidentifikasi topik penting yang akan mencegah keberhasilan pengembangan mesinnya," tulis mereka dalam tinjauan mereka.


Skylon telah dikembangkan di Inggris dalam berbagai samaran selama hampir 30 tahun.

Ini merupakan evolusi dari ide yang pertama kali ingin dikejar oleh British Aerospace dan Rolls Royce pada 1980-an.

"Dari apa yang telah kita lihat sejauh ini, kita tidak bisa mengidentifikasi adanya penghalang," Dr Mark Ford, kepala insinyur propulsi Esa.

Treepod: Pohon Buatan Membersihkan Udara Dari CO2

Peneliti-peneliti di Universitas Columbia New York bekerjasama dengan Influx Studio di Paris, Mario Caceres dan Christian Canonico, mendesain sebuah pohon 'palsu' atau pohon buatan.

Pada dasarnya ini adalah mesin yang berbentuk seperti pohon dragon blood, lengkap dengan cabang-cabang yang melebar dan puncak pohon yang seperti payung yang dimanfaatkan untuk menempatkan panel-panel surya yang menjadi sumber energi mesin itu.


Treepod, sebagaimana mereka menamakannya, adalah penemuan urban yang terdiri dari sistem yang dapat menyingkirkan karbon dioksida (CO2) di udara sehingga udara menjadi lebih bersih.

Energi matahari yang didapatnya dari panel-panel surya juga digunakan untuk menggerakan ayunan interaktif yang bisa digunakan pengunjung.

Treepod dibuat seluruhnya menggunakan plastik daur-ulang dari botol minuman.

Saat malam Treepod akan menyala dengan warna terang yang menarik.

CTRL+klik pada gambar untuk memperbesar.



EcoBALL: Bola Pencuci Ajaib

“Bola Pencuci Ajaib” EcoBALL adalah hasil inovasi baru dari teknologi Jerman, sebuah bola pencuci yang diklaim dapat digunakan untuk membersihkan noda dan mencuci pakaian, pengganti deterjen.

Saat Anda mencuci menggunakan Ecoball akan menarik makromolekul padat yang menempel pada kain, sehingga secara perlahan akan membersihkan noda lain dari pakaian.

Proses pelepasan makromolekul ini akan menyebabkan kadar ph dalam air meningkat, dan mengaktifkan molekul air.

Molekul air yang aktif dapat memudahkan serat kain mengendur, sehingga proses pemisahan kotoran dari pakaian lebih cepat.

Selain itu, dua bahan penting dari pembentuk detergen yaitu surfaktan dan builders, diidentifikasi mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap manusia dan lingkungan.

Surfaktan dapat menyebabkan permukaan kulit kasar, hilangnya kelembaban alami yang ada pada permukan kulit.
Bukan hanya itu saja sisa surfaktan dapat membentuk chlorbenzene pada proses klorinisasi pengolahan air minum. Dan Chlorbenzene ini merupakan senyawa kimia beracun yang berbahaya bagi kesehatan.

Ecoball dikatakan merupakan produk ramah lingkungan karena terbuat dari bahan-bahan alami. Bola yang sekilas mirip mainan plastik ini terdiri dari butiran keramik alam yang dirancang secara ilmiah untuk dapat menggantikan fungsi utama detergen, antara lain:
  • Butiran far-infrared ray & Ion Negatif: memecahkan molekul air dalam ukuran nanometer, mengaktifkan enzim dalam air, sehingga meningkatkan kemampuan mencuci dari air itu sendiri.
  • Butiran alkali: membantu melepaskan kotoran yang membandel.
  • Butiran penghilang klorida: menetralisir klorida/kaporit yang sering terdapat dalam air, sehingga melindungi oksidasi dan perubahan warna kain dan membantu mempertahankan elastisitas kain.
  • Butiran Antibakteri: menghilangkan jamur, organisme patogen, dan bau apak.
Satu buah EcoBALL cukup untuk mencuci pakaian seberat 5 kg. Anda dapat menggunakan dua buah EcoBALL untuk mencuci lebih dari 5 kg. Pemakaian EcoBALL harus sesuai dengan kapasitas, dan dengan takaran air yang secukupnya. EcoBALL akan bekerja efektif ketika bertemu dengan air. Jadi saat merendam pakaian, EcoBALL langsung bekerja dan Anda tinggal mengucek noda yang membandel.

EcoBALL sudah bisa dipesan secara online dengan harga Rp 150,000.

Klik pada banner dibawah.
EcoBALL

Apakah Teknologi Sedang Mengubah Pikiran Kita?




Ilmuwan Amerika menyatakan bahwa banyak waktu yang dihabiskan oleh kaum muda sekarang di Internet dan game, kebiasaan ini secara bertahap sedang mengubah model belajar, membaca dan kebersamaan dengan orang lain, ilmuwan di berbagai negara mengeluarkan sebuah peringatan sama: komputer semakin maju, otak manusia semakin degradasi, dan fenomena ini dalam kehidupan sehari-hari semakin serius. 

Dalam kehidupan modern sekarang ilmu pengetahuan dan teknologi telah menyusup ke mana-mana, tidak hanya dalam aspek kehidupan, tetapi juga telah berkembang sampai ke pendidikan, bidang spirit dan hiburan. Sebagian besar anak-anak sejak usia dini, dalam semua aspek kehidupan, pendidikan dan hiburan telah menyatu erat dengan teknologi dan komputer. Ketergantungan manusia terhadap komputer sudah melebihi batas, masalah ini telah menjadi kekhawatiran besar di berbagai ruang lingkup.

Tenaga medis di Jepang melakukan pengujian kecerdasan terhadap 150 pemuda berusia antara 20-35 tahun yang sering menggunakan komputer, mereka menemukan lebih dari 10% memori mereka telah mengalami kemunduran serius, bahkan ada yang sudah tidak dapat mengingat nama-nama teman dan janji pertemuannya yang telah dibuatnya.

Profesor psikiatri dari Amerika, Gary Small menyatakan bahwa setiap hari berhubungan dengan sejumlah besar internet, ponsel dan produk teknologi lainnya, akan merubah cara kerja otak manusia. Bila penggunaan produk teknologi lebih dari waktu untuk kebersamaan dengan orang lain, ekspresi wajah dalam mengidentifikasi orang dan fungsi otak lainnya juga akan mengalami kemunduran. Dengan cara ini orang akan menjadi semakin aneh dan menyendiri, dan kehilangan minat belajar terhadap cara tradisional.

Para Dokter mengatakan masalah ini terjadi terutama karena dalam era komputer ini orang-orang secara berlebihan mengandalkan produk elektronik untuk membantu mengingat sesuatu, jarang sekali menggunakan otak mereka sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari dan masalah-masalah yang ditemui dalam kehidupan. Penggunaan internet dalam jangka waktu panjang membuat interaktif dan kebersamaan antar sesama manusia mengalami penurunan. Para ilmuwan dari Jepang, Inggris dan Amerika Serikat, telah mengeluarkan peringatan yang sama kepada dunia: komputer semakin maju, otak manusia semakin degradasi, dan fenomena ini dalam kehidupan sehari-hari semakin serius.

“Digital Natives” Berdampak Terhadap Interaksi Antar Manusia

Yang paling terpengaruhi adalah kaum muda modern sekarang yang kita sebut sebagai “digital natives“, yaitu orang-orang yang demi memudahan kehidupannya telah menyatu dan terintegrasi erat dengan produk teknologi sejak periode awal ketika masih kanak-kanak. Profesor Dana Small menyatakan adalah sangat penting untuk membantu kaum muda meningkatkan ke-trampilan berinteraksi dengan sesama.

John Rowe seorang penggemar internet berumur 19 tahun yang tinggal di Pasadena, California, Amerika Serikat, pada masa lalu ia rata-rata sehari menghabiskan waktu 6-12 jam bercokol dalam messenger, internet, forum diskusi dan online game.

Setelah Rowe mendengar rekomendasi dari Profesor Dana Small mengatakan “Jika saya tidak sering menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman, dalam hal hubungan antar pribadi pasti tidak akan bisa berurusan dengan mereka begitu harmonis seperti sekarang ini. Anda tidak memiliki teman dalam kenyataannya kehidupan ini, tidak dapat berinteraksi dengan mereka. “Dia merasa dalam seminggu bisa tiga atau empat ke luar bersama teman, itu sangat baik.

Apakah Era Google Adalah Baik atau Mencemaskan?

Orang-orang di masa lalu bila mau mendapatkan informasi yang diinginkan, harus banyak membaca. Sekarang karena kenyamanan mesin pencari di internet, orang orang akan dengan cepat menemukan informasi yang relevan, dan mengurangi sejumlah besar waktu untuk membaca. Profesor Tara Brabazon dari University of Brighton, mudah mendapatkan informasi bukan saja membuat rasa ingin tahu siswa jadi tumpul, yang lebih dikhawatirkan adalah siswa yang sedang belajar ini tidak memiliki kemampuan untuk membedakan ketepatan informasi di internet.

Mantan editor buku-buku Internet terkenal Nicholas Kaldor menuturkan “Sebagai penulis, internet adalah ibarat pusaka tumpah ruah yang jatuh dari langit, di masa lalu mesti menghabiskan beberapa hari melakukan penelitian di dalam tumpukan buku, sekarang hanya beberapa menit sudah selesai. Bagi saya, internet sedang berubah menjadi jutaan media, seperti sebuah jalur, melaluinya informasi mengalir melalui mata, telinga dan masukkan ke pikiran saya.”

Walaupun informasi yang kaya telah membawa beberapa kenyamanan tertentu, tetapi tampaknya juga mulai membentuk modus berpikir. Karl mengatakan: “Internet tampaknya telah menghancurkan kemampuan konsentrasi dan berpikir tajam saya di masa lalu. Di masa lalu, saya penyelam laut dalam, dan sekarang tampaknya saya seperti menginjak papan selancar, hanya terbang melewati permukaan laut saja.”

Profesor Bruce Friedman dari Michigan Medical School juga menyinggung: “Sekarang kamauan saya untuk membaca artikel panjang sudah hampir kehilangan sepenuhnya. Pikiran saya telah muncul semacam karakteristik “staccato” (baca sepotong-sepotong). Semua ini berasal dari kebiasaan browsing cepat di internet.”

Menurunkan Kemampuan Belajar

Sejak 2000 tahun yang lalu, filsuf Yunani kuno Socrates telah memperingatkan metode belajar tradisional dengan lisan yang telah diganti dengan metode belajar dengan tulisan. Socrates menganggap dibandingkan dengan cara tradisional belajar secara lisan, cara belajar dengan tulisan lebih dangkal. Sampai belakangan, popularitas televisi dan internet semakin membuat masyarakat merasa khawatir terhadap perubahan besar dalam pendekatan cara belajar, khawatir anak-anak di bawah informasi yang tidak baik akan berubah menjadi lebih ganas, pasif, dan mempengaruhi pelajaran mereka.

Armstrong seorang pendidik terkenal di Kanada, dalam sebuah bukunya “Anak-anak dan komputer” menunjukkan kelemahan dari mengajar dengan komputer. Ketergantungan anak-anak pada mesin secara serius telah menghambat perkembangan inteligensia anak-anak. Sebuah studi Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa siswa SD yang semakin bergantung pada komputer, kemampuan aritmatika mereka juga semakin melemah.”

Dalam sebuah buku karya Maryanne Wolf dengan judul “Proust and the Squid: The Story and Science of the Reading Brain” ia berkata: “Biasanya ketika anak-anak sedang belajar membaca otak akan berkembang secara perlahan-lahan, itu baru bisa menerima tingkat lebih kompleks. Dan analisis dengan membaca akan menghabiskan waktu banyak untuk memahaminya secara mendalam baru dapat mempelajarinya dengan mantap. Tetapi yang ditekankan dalam jaringan internet adalah kecepatan, bagaimana mengumpulkan informasi dengan cepat, oleh sebab itu hanya dapat memahami pengetahuan dari permukaannya saja.”

Maryanne mengungkapkan, jika anak-anak sejak usia kecil sudah terus menerus menggunakan internet untuk memperoleh pengetahuan, sangat mungkin akan mempengaruhi kemampuan berpikir anak-anak setelah membaca. Dia juga mengatakan bahwa semua masalah ini perlu kita diskusikan secara mendalam. Dalam era digital ini, yang diperlukan anak-anak adalah pendidik-an yang lebih tepat untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami pengetahuan.

Jangan Biarkan Komputer Menggantikan Pikiran Anda

Google baru-baru ini mengumumkan bahwa tujuan mereka adalah untuk meng-organisir informasi dari seluruh dunia dan membuatnya tersedia di mana-mana. Melalui mesin pencari internet yang cepat, memang dapat dengan cepat memperoleh informasi yang diinginkan. Namun, apakah hal ini sungguh bermanfaat terhadap perkembangan otak?

Karl mengatakan “Selama beberapa tahun terakhir, saya mulai merasa ada sesuatu yang tidak menyenangkan, saya merasakan ada orang tertentu, atau ada benda tertentu selalu dalam otak saya mengacau tiada hentinya, buatlah kembali “gambar komputer saya”, atau tulislah kembali otak memori. Dia dalam ”apakah Google membuat saya semakin lama semakin bodoh” menuliskan, saya sudah tidak menggunakan metode dulu untuk berpikir lagi.

Dia memperhatikan, bahwa dulu ketika membaca sebuah buku atau satu artikel panjang, tidak perlu mencurahkan tenaga sudah bisa fokus ke salah satu ceritanya. Sekarang sering kali membaca dua atau tiga kali, perhatiannya pada menghilang.

Wolf percaya bahwa membaca bukanlah keterampilan yang diperoleh manusia sejak lahir, tidak seperti berbicara itu adalah gen kami. Harus melatih otak kita sendiri, baru dapat menginterpretasikan karakter yang kita lihat secara utuh dan dibaca menjadi bahasa yang bisa kita pahami. Tetapi bila kita selalu membandingkan efisiensi dan meletakkannya di atas semua, ada kemungkinan akan mengurangi kemampuan kita membacanya secara mendalam. Semangat pemikiran yang kaya serta kemampuan memahami artikel yang terbentuk dalam pembacaan mendalam seperti itu, dalam cakupan yang sangat besar telah hilang.

Banyak ahli percaya bahwa internet tidak hanya mengubah cara manusia untuk membaca, tetapi juga cara berpikir, bahkan egonya. Carl akhirnya berkata: “Saya merasa. Ketika kita bergantung pada komputer sebagai media memahami dunia, ia akan menjadi pikiran kita sendiri.”

Walaupun dampak jaringan komputer terhadap otak masih memiliki suatu tahap lagi untuk dikaji, ada juga studi yang mengatakan menggunakan jaringan internet berpengaruh terhadap pengoperasian pikiran kita. Tetapi yang dapat kita tentukan adalah, bersamaan dalam menikmati kenyamanan yang dapat diperoleh, jangan biarkan jaringan komputer internet menggantikan kemampuan berpikir diri sendiri. Komputer yang terbaik pun, itu juga hanya dapat menjadi alat bantu, gunakan secara tepat, jangan terlalu tergantung, diri kita tidak tersesat dalam ruang internet.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...