Tampilkan postingan dengan label hantu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hantu. Tampilkan semua postingan

Dibayar Rp3,2juta Menginap Semalam di Rumah Angker, Ada Yang Tertarik?

Ini bisa jadi pekerjaan yang tepat bagi para pemberani dan penerima tantangan. Kalian percaya dengan hal supranatural, skeptis, atau sekadar mencari pengalaman baru sambil nyari cuan?

Koran South China Morning Post baru-baru ini menulis tentang penguji atau pengetes rumah berhantu. Ini adalah sebuah pekerjaan di mana kamu akan dibayar untuk berplesir melintasi negeri Cina dan memeriksa setiap sudut rumah-rumah yang konon angker, demi membuktikan bahwa rumah itu aman untuk ditinggali.

Pekerjaan ini muncul berkaitan dengan rumah yang "terstigma" angker biasanya terancam terjual murah atau tak diminati pasar. Negara Jepang juga memiliki agen khusus untuk hal semacam ini.

Jadi, kamu akan dibayar 1 yuan per menit oleh agen perumahan dan diminta tinggal selama 24 jam per rumah. Artinya kamu bisa mendapat ¥1440 atau sekitar Rp3,2juta. Setelah menghabiskan waktu yang ditentukan, kamu menghubungi agen yang membayarmu lewat video call dan mengklarifikasi bahwa rumah tersebut aman.

Chaonei No. 81 yang disebut sebagai "rumah paling berhantu di Beijing." Dibangun di awal 1900an, tak ada yang tahu pasti siapa yang membangun dan untuk tujuan apa. Penampakan yang kerap dilaporkan adalah wanita yang meninggal bunuh diri. Ada juga cerita-cerita orang yang hilang di rumah ini. Foto: Wikipedia

Zhang, seorang profesional dalam pekerjaan ini berkata bahwa, yah ini memang bukan pekerjaan tetap, tapi lumayan lah untuk pendapatan tambahan. "Orang yang melakukan pekerjaan ini harus melakukan perjalanan ke seluruh negeri, tidak mengetahui di mana tujuan mereka selanjutnya," katanya. "Teman-teman saya bilang ini pekerjaan yang gampang, cukup tidur semalam dan dibayar. Mereka memintaku untuk mencarikan klien tapi kebanyakan sih takut, banyak yang menyerah setelah percobaan pertama."

Pak Zhang, seorang pensiunan tentara, penguji rumah angker profesional, sedang diwawancarai. Foto: gmw.cn

Wah, jago ya Pak Zhang ini. Tapi memang bener sih. Mungkin tidak semua orang yang betah tinggal sendirian, jangankan di rumah (yang konon) berhantu, nginep di rumah temen aja kadang kita nggak bisa tidur karena kita ada di tempat asing. Ya nggak sih. Kalau kamu, kira-kira berani, nggak?

Hantu Yang Membantu Mengungkapkan Siapa Pembunuh Dirinya


Oala Magz - Greenbrier County, West Viriginia.

Pada sore bulan Januari 1897, Erasmus Shue alias Edward, seorang pandai besi, menyuruh anak laki-laki tetangganya menemui Elva, istri yang telah ia nikahi selama tiga bulan. Siapa tahu sang istri butuh sesuatu dari pasar. Tapi ketika anak laki-laki itu berjalan melalui pintu depan rumah pondok itu, ia menemukan tubuh Elva yang tak bernyawa di kaki tangga.

Anak itu terdiam sesaat, tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Tubuh wanita itu terentang lurus dengan kaki menyatu. Satu lengannya ada di sisi tubuh dan lengan satunya berada di dada. Kepalanya menghadap ke satu sisi.

Awalnya anak itu mengira Elva sedang tertidur di lantai. Ia melangkah mendekatinya, memanggil pelan, "Mrs. Shue?" Ketika wanita itu tidak merespon, anak itu panik dan memburu keluar rumah. Dia memberitahu ibunya apa yang ia temukan dan sang ibu memanggil dokter dan koroner, George W. Knapp.

Knapp tidak kunjung datang ke rumah Shue hingga hampir sejam. Ketika ia tiba, Shue sudah pulang, membawa jasad istrinya ke kamar tidur, membersihkan dan memakaikan pakaian, dan membaringkannya di tempat tidur. Dia mempersiapkan jasad istrinya untuk pemakaman dalam gaun berleher tinggi dengan kerah kaku dan menempatkan selendang menutupi wajahnya.

Knapp hendak memeriksa jasad itu, Shue membuai kepala istrinya dan menangis. Ketika Knapp mencoba memeriksa leher dan kepala Elva, Shue memberontak. Knapp tidak ingin mengganggunya lebih lagi, sehingga ia pun meninggalkannya. Ia tidak menemukan ada yang salah pada bagian-bagian tubuh yang ia periksa dan juga telah merawat Elva selama beberapa minggu sebelumnya, sehingga ia memutuskan mengubah penyebab kematiannya dari "pingsan berkepanjangan" menjadi "komplikasi masa kehamilan."

Jasad Elva dibawa ke rumah masa kecilnya di Little Sewell Mountain dan dimakamkan. Duda Shue bertingkah aneh selama pemakaman. Ia berjalan di dekat peti mati, melakukan sesuatu pada kepala dan leher Elva. Ia menutupi kepala istrinya dengan selendang tambahan yang sebenarnya tidak cocok dengan gaun pemakamanannya, tapi Shue berkeras bahwa itu adalah selendang favorit istrinya. Ia juga menyangga kepala mayat istrinya dengan bantal dan kain yang digulung. Tingkahnya itu sangat aneh, tapi para tamu menganggap itu sebagai bagian dari proses pemakaman. Shue secara umum disukai orang sehingga tak ada yang mencurigainya.

Intuisi sang ibu

Kecuali Mary Jane Heaster, ibu Elva. Dia tidak pernah menyukai Shue, bahkan tanpa bukti apapun, dia yakin bahwa pria itulah yang membunuh putrinya.

Ia berharap Elva bisa memberitahunya apa yang terjadi. Ia kemudian berdoa agar entah bagaimana caranya Elva kembali dari kematian dan mengungkapkan kebenaran tentang kematiannya. Dia berdoa setiap malam selama berminggu-minggu, hingga akhirnya doanya terjawab.

Heaster mengatakan putrinya muncul dalam mimpinya selama empat malam berturut-turut dan bercerita. Awalnya, rohnya muncul sebagai cahaya yang terang, kemudian mengambil bentuk manusia dan membuat ruangan terasa dingin. Hantu Elva mengaku pada ibunya bahwa Shue telah menyiksanya dengan kejam, dan suatu malam suaminya menyerangnya dalam kemarahan karena dia pikir Elva tidak memasak daging untuk makan malam.

Shue mematahkan lehernya, kata hantu itu sambil memutar kepalanya ke belakang. Kemudian hantu Elva berbalik dan berjalan pergi, menghilang kedalam malam sambil memandang ibunya.

Heaster pergi ke jaksa penuntut lokal, John Preston untuk meminta kasus itu dibuka lagi. Tidak diketahui apakah Preston memercayai kisah hantu itu atau tidak, tapi Heaster berhasil membujuknya untuk mulai menanyai orang di seluruh kota. Tetangga-tetangga Shue dan teman-temannya mengatakan tentang kebiasaan aneh lelaki itu saat di pemakaman, dan Dr. Knapp mengakui bahwa pemeriksaannya pada jasad Elva tidak lengkap.

Akhirnya Preston melakukan otopsi secara lengkap, dan beberapa hari kemudian, jasad Elva digali meskipun Shue menyampaikan keberatannya. Knapp dan dua dokter lainnya membaringkan jasad itu di sebuah gedung sekolah untuk dilakukan pengujian.

Koran lokal, The Pocahontas Times, kemudian melaporkan bahwa, "Pada tenggorokan terdapat bekas jari yang mengindikasikan bahwa dia dicekik ... bahwa lehernya bergeser antara tulang belakang pertama dan kedua. Tulang belikat robek dan putus. Batang tenggorokan remuk pada titik di depan leher."

Jelas bahwa kematian Elva tidak alami, tapi tidak ada bukti yang merujuk pada pembunuhnya, dan tidak ada saksi. Tingkah laku aneh Shue sejak kematian Elva melekat di pikiran Preston sehingga ia mulai mencurigai pria itu. Di saat yang sama, ibu Elva menjelaskan dengan tepat bagaimana putrinya dibunuh sebelum otopsi dilakukan. Mungkin justru dialah pelakunya, dan cerita hantu itu hanya akal-akalan untuk menjebak Shue.

Bukan korban yang pertama

Preston melanjutkan investigasi dan mulai menyelidiki masa lalu Shue. Dia pun mengetahui bahwa Shue pernah menikah dua kali sebelumnya. Yang pertama berakhir dengan perceraian saat Shue dipenjara karena mencuri kuda. Istri pertamanya itu kemudian mengatakan pada polisi bahwa Shue sangatlah kasar dan suka memukulinya.

Pernikahan keduanya berakhir hanya delapan bulan dengan kematian misterius sang istri. Sebelumnya, di penjara, Shue membual bahwa ia akan menikah tuju kali selama hidupnya. Kematian istri keduanya dan sejarah kekerasan Shue memiliki hubungan yang tipis tapi cukup bagi Preston untuk menggiringnya ke pengadilan.

Mary Jane Heaster menjadi saksi jaksa, tapi Preston untuk menghindari bagian tentang hantu putrinya itu, karena akan dianggap sebagai desas-desus belaka. Untuk membuktikan bahwa dia tidak dapat dipercaya, pengacara Shue menanyakan Heaster secara ekstensif tentang kunjungan hantu putrinya. Taktik itu berhasil, Heaster menolak meragukan laporannya.

Banyak anggota masyarakat yang tampak percaya pada cerita Heaster, dan Shue tidak melakukan apapun untuk membela diri, hanya mengoceh dan meminta para juri "untuk melihat ke wajahnya dan katakan dia bersalah."

Greenbrier Independent melaporkan bahwa pernyataan dan sikapnya tidak membantu membuat para pengunjung sidang bersimpati padanya. Juri berunding hanya selama sejam sepuluh menit sebelum menjatuhkan putusan bersalah.

Shue dihukum penjara seumur hidup, tapi tewas segera setelah terjadi wabah campak dan peneumonia yang menyerang penjara itu dalam musim semi 1900. Ny. Heaster hidup hingga tahun 1916, dan tidak pernah menyangkap cerita tentang hantu Elva.

Penanda sejarah di Greenbrier County dibuat untuk memperingati kematian Elva dan kasus pengadilan yang tidak biasa itu. Menjadi satu-satunya kasus dimana hantu membantu memenjarakan seorang pembunuh.

Penanda sejarah kasus hantu Greenbier Ghost.

4 Hantu Yang Sering Menggentayangi Gedung Putih


Oala Magz - Selain dikenal sebagai gedung pemerintahan, White House atau Gedung Putih yang terletak di alamat 1600 Pennsylvania Avenue merupakan salah satu bangunan paling berhantu di Amerika. Selama puluhan tahun, khususnya di dekade-dekade awal, para presiden dan keluarganya mengalami masa-masa perang, serangan penyakit, depresi dan bahkan kematian.

Setelah pindah ke Gedung Putih pada tahun 1945, Harry Truman menulis pada istrinya Bess tentang kediaman baru mereka:

"Aku duduk di rumah tua ini ... sambil mendengarkan para hantu berjalan bolak-balik di lorong dan bahkan disini di ruang belajar. Lantai dan tirai bergerak maju mundur—aku bisa membayangkan Andy [Jackson] dan Teddy [Roosevelt] sedang beragumen mengenai Franklin [Roosevelt]."

Berikut 4 hantu yang sering dirumorkan bergentayangan di rumah besar tersebut.

1. Abigail Adams

John dan Abigail Adams adalah penghuni pertama dari Gedung Putih yang saat itu masih dalam masa konstruksi di akhir abad ke-18. Meskipun mereka tidak tinggal lama, namun Abigail (setidaknya hantunya) meninggalkan kesan yang bertahan lama di rumah tersebut.

Ruangan masih banyak yang sedang dibangun, kemudian sang Ibu Negara memutuskan menjemur pakaian di Ruang Timur karena menurutnya disana paling hangat dan kering. Bertahun-tahun kemudian, ruangan ini digunakan untuk resepsi, dan anggota administrasi Taft melaporkan melihat hantu Ny. Adams, mengenakan topi dan syal berenda dengan lengan direntangkan seakan sedang membawa cucian, berjalan lewat. Sebagian orang lain bahkan mencium aroma lembut dari sabun di ruangan itu.

2. Andrew Jackson

Hantu Andrew Jackson, presiden ke-7 AS, muncul ketika masa kepresidenan Abraham Lincoln. Mary Todd Lincoln pada tahun 1865 bercerita bahwa dia benar-benar bertemu dengan hantu Jackson "yang suka membantah" di bekas tempat tidurnya. Ny. Lincoln melaporkan mendengar Jackson menginjak-injak dan memaki/ngomel-ngomel di kamar lamanya.

Pada tahun 1950an, Rose Room atau Kamar Mawar mendapatkan reputasi sebagai lokasi paling berhantu di Gedung Putih. Para pengunjung melaporkan suara-suara tertawa keras dan titik-titik di ruangan itu yang terasa dingin.

3. Dolley Madison

Dolley Madison adalah istri dari James Madison, presiden keempat negara AS. Dia dikenal senang berkebun.

Dialah yang pertama kali menanam mawar-mawar Gedung Putih yang terkenal, dan dipercaya rohnya masih sering kembali untuk memeriksa bunga-bunga yang disayanginya.


Hampir se-abad kemudian, ketika Ibu Negara Edith Wilson mencoba memindahkan kebun itu, para pekerja melaporkan melihat penampakan Dolley yang sedang marah besar dan mereka pun langsung berhenti kerja.

4. Abraham Lincoln

Bapak negara AS yang juga dikenal dengan sebutan Honest Abe ini merupakan hantu Gedung Putih yang paling umum dilaporkan.

Tapi kisah supranatural keluarga Lincoln telah dimulai sejak mereka masih hidup. Pada tahun 1862, setelah putranya Willie meninggal, Mary Todd Lincoln sangat putus asa dan ia pun menjumpai ahli spiritual untuk mencoba berkomunikasi dengan putra tercintanya. Dia mengadakan ritual seance di Gedung Putih, yang juga dihadiri Abe.

Abraham Lincoln sendiri dikenal memiliki minat dalam bidang metafisika. Dalam suratnya kepada temannya Joshua Speed pada tahun 1842, ia menulis, "Aku selalu memiliki ketertarikan kuat pada mistisisme." Ia juga telah melihat bagaimana ia akan mati dalam mimpinya.

Sejumlah penghuni Gedung Putih melaporkan melihat sosok Abraham Lincoln atau merasakan kehadirannya. Istri Calvin Coolidge, GRace melihatnya berdiri, memandang keluar jendela Oval Office (Ruang Oval) melintasi sungai Potomac hingga bekas medan Perang Sipil.

Ibu Negara lainnya, termasuk Eleanor Roosevelt, yang menggunakan kamar tidur Lincoln sebagai ruang belajar dan Lady Bird Johnson, melaporkan "merasakan kehadirannya."

Ketika Winston Churchill mengunjungi Gedung Putih selama Perang Dunia II, sang Perdana Menteri Inggris melaporkan ia baru keluar dari kamar mandi ketika menemukan hantu Lincoln duduk dekat perapian di ruangannya. Kemudian, Ronald Reagan bercerita ketika putrinya Maureen dan suaminya, Dennis menyaksikan, dalam waktu yang berbeda-beda, sosok transparan menggunakan topi tinggi berdiri dekat jendela kamar tidur Lincoln.

Tapi jangan takut. Dipercayai bahwa roh Lincoln baik dan bergentayangan hanya untuk membantu selama masa-masa krisis.

Hantu Wanita Tua Yang Memastikan Rumahnya Jadi Dibeli

Inilah yang dikatakan Anne Diamond, seorang penyiar radio dan pembawa acara televisi kondang Inggris, di DailyMail:

Pertama-tama, aku harus mengatakan aku tidak percaya hantu. Aku terlalu bernalar untuk ditakut-takuti dengan sesuatu yang misterius.

Tapi ketika tukang pos mengatakan padanya, "Mereka menemukan (mayat) wanita itu di lantai ruang keluarga; dia sudah tewas selama dua minggu," kata-kata tukang pos itu langsung membuatnya merinding.

Setelah bercerai pada tahun 1999, Anne mulai mencari-cari rumah baru untuk ditinggali bersama keempat puteranya, seorang pengasuh, sekalian mengunjungi beberapa kerabat.

Ia langsung jatuh hati pada sebuah rumah indah bergaya Victoria dekat Warwick Castle.

Agen perumahan mengatakan dia belum menyiapkan detail mengenai rumah itu, tapi mempersilahkan Anne untuk langsung melihat sendiri.

Rumah itu terlindungi oleh pohon-pohon cemara tinggi dan sebuah gerbang ganda yang besar dan dalam keadaan terbuka saat ia membawa masuk mobilnya melewati jalan setapak berkerikil.

Mereka disambut oleh seorang wanita tua yang ramah. Ia langsung bercerita tentang rumah itu. Dia membawa anak-anaknya ke rumah itu bertahun-tahun yang lalu tapi sekarang anak-anaknya sudah tinggal di luar negeri dan mendesaknya untuk menjual rumah itu untuk pindah ke sebuah flat pensiunan.

Dia mengaku sedih jika harus meninggalkan rumah itu tapi senang jika rumah itu akan diisi oleh suara-suara anak-anak lagi.

"Wah kebetulan saya punya keluarga besar dan kami suka berpesta!" kata Anne. Wanita tua itu pun sangat senang mendengarnya.

Setelah itu Anne langsung menelpon agennya dan mengutarakan kesukaannya pada rumah itu. Harga sudah disetujui, dan Anne sudah membayangkan rencana-rencana yang akan dilakukannya untuk rumah barunya.

Karena itulah ia sangat kecewa ketika sekitar seminggu kemudian, agennya menelepon dan mengatakan rumah itu tidak jadi dijual, karena wanita tua itu tiba-tiba memutuskan untuk tidak menjualnya.

Ia menitipkan permintaan maaf kepada Anne melalui sang agen.

Meski kecewa, Anne mulai berburu rumah baru lagi. Tapi ia tetap tidak dapat melupakan rumah itu.

Lalu secara mengejutkan, sekitar 6 bulan kemudian sang agen perumahan meneleponnya lagi dan mengatakan rumah itu kembali dijual. Sekarang rumah itu sudah benar-benar kosong dan bisa langsung ditempati hanya dengan menambahkan beberapa ratus pound.

Anne mengajak ibunya yang juga jeli dalam urusan properti untuk melihat-lihat rumah tersebut. Kali ini gerbangnya tertup, sehingga Anne harus membukanya sendiri dengan kumpulan kunci yang sudah diambilnya dari agen.

Namun ketika ia dan ibunya berdiri di undakan depan pintu dan Anne masih berusaha menemukan kunci untuk pintu depan, pintunya terbuka dan wanita tua berambut putih itu muncul dengan tersenyum menyambut mereka, seperti saat sebelumnya. Dia meminta maaf karena rumahnya tampak kosong dan 'kurang ramah'.

Dia berkata, "Kau tahu susunan rumah ini, jadi aku akan tinggalkan kalian untuk melihat-lihat sendiri..." Kemudian dia pergi ke dapur, menyeret tubuhnya yang kurus dan pucat.

Anne ingat cahaya menjadi redup, karena itu ia dan ibunya langsung memutuskan melihat lantai atas terlebih dahulu. Kamar-kamarnya tampak besar, tanpa furnitur dan rumah itu membuat suara gema yang menakutkan.

Anne mencoba mencari saklar untuk menyalakan lampu, dan menyadari bahwa listriknya ternyata sudah diputus.

Mereka turun ke bawah dan ibu Anne memanggil wanita tua itu untuk menanyakan apakah dia punya lentera. Tapi mereka tidak bisa menemukan wanita tua itu dimanapun.

Anne pun memutuskan untuk mempercepat urusannya dan segera pergi. Ia kemudian melihat bahwa meskipun jendelanya tidak bertirai, tapi hanya ada sedikit sekali cahaya yang masuk. Suasana privasi yang tadinya sangat disukai Anne berubah menjadi suasana kelabu.

Ibunya duduk dan menghela nafas, "Sekarang kita tidak bisa melihat apapun, tapi aku akui rumah ini memang indah. Besar, kokoh, sangat layak, banyak kamar: kau bisa melakukan banyak hal di rumah ini."

Selagi bicara, mereka kemudian sadar, bahwa Ibu Anne tengah duduk diatas sebuah benda yang tampak seperti peti mati, padahal mereka tahu seharusnya rumah itu benar-benar kosong. Ibu Anne langsung bangkit berdiri.

"Aku tidak suka ini," bisiknya. "Ini bentuknya seperti peti mati."

Baik Anne dan ibunya bukanlah orang yang percaya takhayul, tapi mereka berdua langsung lari menuju pintu depan. Dan mereka pun merasa aman lagi begitu sampai di mobil dan melaju pergi.

Pagi berikutnya, Anne menghubungi agen perumahannya untuk mengembalikan kunci dan menjelaskan mengapa ia pergi tanpa mengunci pintu pagar.

Namun sang agen justru bingung. Ia mengatakan bahwa tidak ada lagi orang punya kunci rumah itu selain dirinya. Ia juga menjelaskan bahwa wanita tua pemilik rumah itu sudah meninggal secara mendadak, dan anak-anaknya sudah membersihkan tempat itu untuk menjualnya kembali. Itu terjadi sudah berminggu-minggu yang lalu dan wanita tua itu sudah dimakamkan.

Anne kemudian bertanya mengenai kotak besar yang ia dan ibunya lihat seperti peti mati di tengah-tengah ruang keluarga. Agen itu pun kembali menjelaskan, "Tempat itu sudah benar-benar kosong, saya yakinkan Anda."

Untuk meyakinkan Anne, agen itu menawarinya untuk menengok rumah itu bersama-sama. Maka mereka kembali mengunjungi rumah tersebut.

Dan ternyata memang tidak ada apapun di ruang keluarga di rumah itu.

"Apakah Anda masih ingin membelinya?" tanya sang agen.

"Tidak mungkin, tidak sekarang," jawab Anne.

Saat Anne kembali ke mobilnya, seorang tukang pos berjalan lewat dan bertanya, "Apa Anda akan membeli rumah itu?"

"Tidak, aku tidak berpikir itu hal yang benar bagiku," Anne berkeluh.

Tukang pos itu melanjutkan, "Rumah itu sudah dihuni keluarga yang sama selama bertahun-tahun. Sangat menyedihkan bagaimana wanita tua itu meninggal. Dia di rumah itu selama dua minggu sebelum siapapun menemukannya. Akhirnya mereka harus mendobrak masuk dan disanalah dia, terbaring tak bernyawa di lantai ruang keluarga."

Sebagian diri Anne merasa yakin tindakannya benar untuk menjauhi rumah itu. Namun sebagian dirinya lagi tak habis pikir mengenai peristiwa ini. "Apakah wanita tua itu kembali dari kematian untuk memastikan aku membeli rumahnya? Dia sangat senang saat mengetahui rumah kesayangannya akan berpindah tangan ke keluarga besar juga, yang akan mengisi rumah itu dengan kebahagiaan dan tawa."

Wanita tua itu kembali, meskipun sebagai hantu, untuk mengantar Anne melihat-lihat rumahnya untuk yang terakhir kalinya. Namun misteri peti mati yang seolah menunjukkan posisi kematian wanita tua itu masih membuatnya bertanya-tanya.

Seorang Pemburu Kereta Hantu Tewas Dilindas Kereta Sungguhan

Christopher Kaiser, 29, dan selusin temannya yang lain dalam kelompok pemburu hantu menunggu 'kereta hantu' legendaris di kawasan itu, di North Carolina. Tapi malang tak dapat dinyana, dia malah dilindas kereta sungguhan dan membuatnya terpelanting dan jatuh dari ketinggian sekitar 9 meter dari jembatan rel dan cidera. Dia sempat dibawa ke Carolinas Medical Center di Charlotte, tapi nyawanya tak dapat tertolong lagi. Semua temannya juga tewas kecuali dua yang selamat. Kejadiaan nahas ini terjadi pada pukul 2.45 dini hari Jum'at kemarin.

Kereta itu sedang melaju dengan kecepatan 35 sampai 40 mph dan sempat berusaha mengerem.

Kaiser dan teman-temannya berharap bisa menyaksikan 'kereta hantu' yang mengalami kecelakaan pada 27 agustus 1891. Sebuah kereta penumpang terjungkal dari jalurnya diatas jembatan rel tinggi dekat Statesville, North Carolina, mengakibatkan tujuh gerbong jatuh dan sekitar 30 orang tewas.

Kecelakaan kereta tahun 1891 yang mengawali
legenda kereta hantu Bostian's Bridge
Pada peringatan tahunan dari kecelakaan itu dikatakan terdengar suara roda kereta yang berdecit, suara penumpang yang menjerit dan suara tabrakan mengerikan itu setiap jam 3 pagi. Disebutkan juga ada yang pernah melihat pria berseragam dengan jam emas seperti jaman dulu.

Bostian's Bridge, Statesville, NC
Pada peringatannya yang ke-50 insiden yang disebut 'Bostian's Birdge' itu, seorang wanita mengaku melihat peristiwa kecelakaan itu lagi. Pada tahun 1991, para pedagang menjual kaos dan barang-barang kenangan lainnya, dan ada sekitar 150 orang menunggu penampakan kereta itu.

Ada beberapa laporan seperti rel yang terhentak tanpa alasan.

Kegiatan tahunan itu pun menjadi semacam tradisi.

Ibu Kaiser mengatakan keluarga terlalu shock untuk membicarakan insiden itu.

Banyak pemburu hantu yang kabur karena ketahuan memasuki properti jalur rel. Tapi Jum'at dini hari itu tak ada petugas yang berpatroli.

Cerita Hantu Arwah Gentayangan Mengungkap Sebuah Kuburan Massal

Malvern, Pensylvania - "Ini adalah kuburan massal," Bill Watson berkata saat dia memimpin jalan melewati hutan tebal Pennsylvania sekitar 300 mil dari Philadelphia.


"Duffy's Cut," sebagaimana sekarang disebut, adalah jalan setapak pendek dan buntu di Malvern. Saudara kembar Bill dan Frank Watson percaya 57 imigran Irlandia mati mengenaskan disana setelah serangan wabah kolera pada tahun 1832.


Mereka mencurigai adanya kecurangan.

"Ini adalah misteri pembunuhan dari 178 tahun lalu, dan akhirnya menemui titik cerah," Frank Watson berkata.

Watson bersaudara sudah mendengar cerita hantu Duffy's Cut sejak kecil
dari kakek mereka
Abang-beradik itu pertama kali mendengar tentang Duffy's Cut dari kakek mereka, seorang pekerja rel, yang mengatakan kisah hantu pada keluarganya setiap Thanksgiving. Menurut legenda lokal, tersimpan dalam berkas milik Pennsylvania Railroad, seorang pria berjalan pulang dari kedai minum melaporkan melihat hantu-hantu biru dan hijau menari dalam kabut pada malam yang hangat di bulan September 1909.

"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, hantu-hantu orang Irlandia yang mati karena kolera sebulan yang lalu, menari-nari di sekitar parit besar dimana mereka dikubur; itu sungguhan, tuan, itu sangat menakutkan," kata kutipan dokumen dari pria tak bernama itu. "Entah kenapa mereka terlihat hijau dan biru api dan mereka melompat dan menari-nari diatas kuburan mereka... Aku pernah mendengar orang-orang Irlandia itu menghantui tempat itu karena mereka dikubur tanpa ritual keagamaan yang layak."

Ketika Frank mendapatkan berkas-bekas dari tempat kerja kakeknya dulu, abang-beradik itu pun mulai percaya cerita-cerita hantu itu nyata. Mereka mencurigai bahwa berkas-berkas itu mengandung petunjuk atas lokasi dari kuburan massal itu.

"Salah satu bagian korespondensi dalam berkas ini memberitahukan lokasinya," kata Frank. Dia menambahkan bahwa dokumen itu mengesankan bahwa dimana orang-orang yang dikubur itu adalah jembatan rel yang asli.

Di tahun 2002, mereka mulai menggali dan mencari. mereka menemukan garpu dan sisa-sisa gubuk dan, di tahun 2005, apa yang disebut Bill Watson dengan "Cawan Suci" -- sebuah pipa dengan bendera Irlandia diatasnya.

Mereka tahu mereka sudah dekat, tapi Bill berkata mereka butuh tenaga sains untuk menuju langkah selanjutnya.

Bantuan itu pun datang dari Tim Bechtel, seorang ahli geofisika, yang memahami tentang proyek itu dari sebuah kampus di Universitas Pennsylvania yang telah mendengar tentang apa yang tengah dilakukan Watson bersaudara. Mereka tahun Bechtel mampu menghadirkan tautan yang hilang dalam usaha penggalian itu.

Tugas Bechtel termasuk pemindaian tanah, yang dapat membantu mendeteksi apa yang ada dibawah tanah tanpa harus menggali atau mengebor.

Dengan menembakkan gelombang elektronik melalui sebuah landaian, Bechtel mengatakan dia mengetahui disana ada area yang aneh atau tempat dimana gelombang elektronik tidak bisa tembus. "Kami melihat area-area di lereng ini anti elektrisitas," Bechtel berkata.

Ini merupakan indikator bahwa sesuatu mungkin ada dibawah permukaan. Setelah penggalian lebih lanjut, Bechtel dan Watson bersaudara mendeteksi adanya celah.

Bechtel membantu menunjukkan dengan tepat kunci dari area mana yang harus digali dan pada 20 Maret 2009, Bill Watson mengatakan bahwa tim itu membuat sebuah penemuan yang mengejutkan.

"Salah satu mahasiswaku datang berlari sekitar jam 2 siang dengan sesuatu yang jelas-jelas tulang manusia," Bechtel berkata.

Ini hanya permulaan dari banyaknya teka-teki untuk dimunculkan di Duffy's Cut. Potongan-potongan itu membawa mereka pada kecuirgaan bahwa sesuatu yang selain kolera bertanggungjawab atas kematian-kematian itu.

"Sebuah fragmen yang amat sangat kecil seperti itu bisa sangat mengandung informasi," kata Janet Monge, antropolog dari Universitas Pennsylvania memegang tulang rahang dan gigi yang ditemukan di situs Duffy's Cut. Dia percaya gigi itu bisa suatu hari dihubungkan lewat DNA kepada keturunan yang masih hidup dari pria-pria yang diangkat dari lokasi penggalian.

Dua minggu lalu, sepotong bukti muncul. Sebuah perforasi yang bisa jadi bekas peluru. "Malah, kami bisa melihat beberapa tepian retak yang terlihat sangat mirip seperti lubang peluru," observasi Monge.

"Jika mereka menderita kolera, itu tidak membunuh mereka. Aku akan bilang sesuatu yang lain yang telah membunuh mereka, tapi mereka mungkin memang terserang kolera juga."


"Ini bisa saja terjadi pada kita," Bill Watson berkata. "Pria-pria ini datang kesini tanpa membawa apa-apa, mencari impian Amerika seperti yang dilakukan banyak orang lain. Mereka pikir mereka akan berhasil dan dalam enam minggu kedatangannya mereka secara harafiah terkubur disini."

Tim percaya masih ada 50 lagi yang masih berada dibawah permukaan. Watson bersaudara mengatakan target mereka adalah memelihara kenangan akan para pekerja Irlandia dan memasukkan ceritanya di buku-buku teks, agar bisa diingat bertahun-tahun di masa depan.

"Ini adalah cerita yang melebih negara-negara di dunia, melebihi sejarah dalam suatu pengertian. Ini adalah kisah yang kau dengar dari para pekerja yang tereksploitasi dimanapun di seluruh dunia," kata Frank Watson. "Bagaimana kita memperlakukan para pekerja kita? Bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang merantau demi sebuah kehidupan yang lebih baik? Setiap manusia layak untuk dikenang."


Hantu Pengendara Motor Lemon Tree Passage, Australia

Urban legend berkembang di kalangan anak muda Australia tentang hantu pengendara motor di lintasan Lemon Tree. Dikatakan jika kita berkendara dengan kecepatan 111mph, sebuah cahaya mirip lampu sepeda motor akan muncul di belakang kendaraan kita seperti mengejar, mencoba menyuruh kita untuk melambat.


Dikatakan jika seorang pengemudi yang berkualifikasi yang disebut sebagai "P Plates" di Newcastle, New South Wales, dan mencapai kecepatan yang disebutkan di jalanan Lemon Tree dapat memanggil arwah seorang pengendara motor berusia 20 tahun yang terbunuh dalam sebuah kecelakaan di jalan itu pada November 2007.

Namun sebenarnya yang lebih dicemaskan adalah keselamatan para pemuda yang mencoba melewati jalan itu dengan kecepatan tinggi untuk membuktikan fenomena gaib itu, dan mengabadikannya lewat video.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...