Tampilkan postingan dengan label penemuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penemuan. Tampilkan semua postingan

Ilmuwan Mengembangkan Protein Yang Dapat Membuat Manusia Memancarkan Laser Bilogis

Laser sudah ada sejak tahun '50-an tapi masih digunakan secara tradisional dengan dua cermin di dua sisi yang dikenal dengan gain medium, materi yang memperkuat cahaya, misalnya kristal.

Penelitian terbaru mengganti materi yang biasa digunakan dengan sel ginjal manusia yang disuntikkan dengan protein khusus yang disebut green fluorescent protein (GFP), materi yang membuat ubur-ubur dapat mengeluarkan cahaya.


Saat peneliti menembakkan cahaya biru lemah ke arah GFP, dia mulai memancar hingga mencapai sisi lain yang dapat diamati dari luar.

Penemuan ini dibuat oleh profesor Seok-Hyun dan koleganyaMalte Gather di Wellman Center for Photomedicine di RS Umum Massachusetts, AS.

Yun mengatakan penelitian mereka adalah "laporan pertama dari laser bilogis yang sukses berdasarkan satu sel hidup. Meskipun satu laser bergetar hanya beberapa nano detik, tapi cukup terang untuk dideteksi dan memberikan informasi berguna yang bisa memberikan kita cara-cara baru untuk menganalisa jumlah besar sel nyaris secara instan."


"Kemampuan untuk menciptakan cahaya laser dari sumber bikompatibel yang ditempatkan di dalam tubuh seorang pasien bisa berguna untuk terapi fotodinamika, dimana obat-obatan diaktifkan dengan mengaplikasikan cahaya, atau bentuk baru pencitraan."

Gather menambahkan, "Bagian dari motivasi proyek ini hanyalah keingintahuan ilmiah dasar. Sebagai tambahan untuk merealisasikan substansi bilogisnya tidak memainkan peran utama dalam laser, kami hanya berpikir apakah ada alasan fundamental mengapa cahaya laser tidak dapat terjadi di alam atau mungkinkah kita bisa menemukan cara untuk menciptakan laser dari substansi biologis ataupun organisme hidup."

Penemuan Potongan-Potongan Patung Misterius Di Yunani

Awalnya para arkeolog yang tergabung dalam proyek Cambridge-Keros sangat senang saat menemukan potongan-potongan harta karun sejarah dari Zaman Perunggu ini. Namun mereka menemukan jalan buntu saat mencoba menyocokkan potongan-potongan patung yang seperti puzzle ini, sebab tidak ada yang cocok satu sama lain.


Mereka yakin potongan-potongan ini sengaja dibuat kemudian dihancurkan untuk sebuah ritual di Zaman Perunggu.


Diperikarakan usia potongan-potongan patung misterius ini berasal dari 4,500 tahun yang lalu di pulau Aegean, Keros, Yunani.


Dipimpin oleh Prof. Colin Renfrew dari Universitas Cambridge, tim itu menemukan bahwa potongan-potongan patung yang hancur itu dibawa ke Keors lalu dikuburkan dalam parit yang dangkal.


Prof. Renfrew mengatakan, "Saat aku mempelajari material-material dari marmer ini, aku menyadari bahwa nyaris semua pecahannya benar-benar berasal dari jaman kuno dan bukan hasil jarahan. Mereka sengaja dirusak sebelum dikuburkan."

Studi kemudian menemukan bahwa fragmen-fragmen itu disimpan selama lebih dari 500 tahun dari total usianya sejak dibuat.

Prof. Renfrew mengungkapkan, "Penemuan paling aneh dari semua ini adalah bahwa tak ada dari fragmen-fragmen yang terdiri 500 figurin ane dan 2,500 bejana marmer yang cocok satu samalain. Ini adalah penemuan yang sangat menarik. Kesimpulan satu-satunya yang bisa kami ambil adalah material-material istimewa ini dirusak di pulau-pulau lain dan tiap potongannya dibawa oleh generasi-generasi dari pulau Cyclades ke Keros."

Dia berspekulasi bahwa obyek-obyek ini digunakan berulang-ulang dalam banyak ritual di pulau-pulau sekitar, mungkin dibawa dalam prosesi seperti dalam parade yang masih dilakukan di perkampungan-perkampungan di Yunani.

Penggalian yang dilakukan beberapa yard di seberang lautan dari Keros juga membawa pada penemuan sebuah konstruksi bekas perkampungan yang menakjubkan yang tampaknya berasal dari era yang sama dengan priamid dan Stonehenge.

Perkampungan masa lampau itu dipercaya dibangun sebagai tempat singgah para tamu dan sebagai tempat perayaan dandibangun dengan marmer dalam jumlah banyak yang dibawa oleh orang-orang dari Cyclades dari penjuru lautan.

Smart Bell: Bel Pintar Ciptaan Anak Pintar Berumur 13 Tahun

Seorang anak sekolahan dibayar £250,000 atau sekitar Rp4,4milyar karena menciptakan sebuah bel pintu cerdas.

Smart Bell didesain oleh Lawrence Rook yang baru berusia 13 tahun. Bel pintu ini akan menghubungi nomor ponsel pemilik rumah jika dipencet, sehingga pemilik rumah bisa berbicara dengan orang yang ada di luar rumahnya meskipun ia sedang tidak ada di rumah.

Alat ini juga mengeluarkan suara desisan halus untuk memberikan kesan seolah-olah pemilik rumah berbicara dari intercom di dalam rumah.

Bel ini menggunakan kartu SIM yang tertanam didalam dan disetting agar bisa terhubung dengan nomor ponsel tertentu dari sang pemilik rumah.

Lawrence sudah berhasil menjual 20,000 unit kepada perusahaan telekomiunikasi raksasa Commtel Innovate dan tengah menyelesaikan persetujuan dengan sebuah perusahaan kedua tak bernama untuk menjual 25,000 unit.

Remaja dari Whyteleafe, Surrey itu mengatakan, "Awalnya aku mendesain ide ini karena ibuku sering kerepotan pergi ke kantor pos untuk mengambil pesanan antar yang dikirim saat kami sedang tidak ada di rumah.

Waktu aku mulai mengembangkan Smart Bell, aku menyadari ini bisa juga jadi alat anti-maling yang bagus.

Kebanyakan pencuri akan memencet bel untuk mengecek apakah ada orang di rumah, dan Smart Bell adalah cara yang sempurna untuk mengantisipasi hal ini.

Jika kita sedang diluar rumah dan pencuri datang dan memencet bel rumah, setelah sepuluh detik Smart Bell akan menghubungi ponsel kita dan kita pun bisa menjawab.

Ada sedikit suara desisan sehingga kedengarannya akan mirip intercom dan sang pencuri tidak akan pernah tahu bahwa kita sebenarnya tidak ada di rumah."

Awalnya Lawrence ingin membuat Smart Bell untuk kontes di sekolahnya. Tapi bocah yang mendapatkan beasiswa ke sekolah swasta Trinity School di London ini tidak bisa ikut karena tidak punya prototype yang sudah berhasil dibuat dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Kemudian, orangtuanya, James dan Margaret Rook menunjukkan rencana itu pada teman mereka Paula Ward yang dianugerahi sebagai pencipta top wanita tingkat dunia pada tahun 2004 berkat mendesain sebuah sistem keamanan chatroom di web.

Lawrence berkata, "Paula berpikir itu brilian dan mengirimkan desainnya ke Cina untuk dibuat menjadi produk nyata.

Aku sangat terkejut karena menurutnya itu sangat bagus."

Kurang dari setahun setelah prototype-nya dikembangkan Commtel Innovate menyiapkan perilisan penjualan produknya dan banyak perusahaan penjual gadget lain termasuk PC World tengah menyediakan stok Smart Bell yang akan dijual seharga £40 atau sekitar Rp700ribu.

Daftar Hal-Hal Yang Ditemukan Ben Franklin Yang Mungkin Belum Pernah Anda Ketahui


Benjamin Franklin mungkin bukan bagian besar dari sejarah negara Indonesia, tapi hampir semua orang mengenalnya sebagai pria yang bermain layangan di tengah badai petir untuk membuktikan bahwa petir adalah listrik statis. Tapi, tak sampai disitu, berikut ini adalah daftar panjang penemuan-penemuannya yang lain. Daftar ini bahkan tak lengkap sehingga menimbulkan pertanyaan, apa lagi yang tidak ditemukannya?

1742
Melihat kayu bakar tidak banyak berguna secara efisien di perapian-perapian kolonial, dia mendesain kompor yang dikenal dengan Franklin Stove, yang menggunakan bodi yang terbuat besi untuk menyimpan lebih banyak panas. Kompor itu membantu keluarga miskin menghemat dan lebih hangat di musim dingin.


1749
Memerhatikan bahwa petir tertarik pada metal dan benda tinggi, Franklin memiliki ide menempelkan batang besi vertikal ke puncak gedung-gedung tinggi untuk menarik petir, untuk menghindari sengatan langsung ke atap.

1752
Untuk membuktikan petir adalah listrik statis, Franklin melakukan eksperimennya yang terkenal dengan menerbangkan layangan dengan bantuan putranya William. Dia mengarahkan energi listrik dari sebuah kunci pada sebuah kabel menuju sebuah batere primitif. Franklin dan putranya sangat beruntung bisa selamat; tahun-tahun berikutnya, sejumlah ilmuwan yang mencoba meniru eksperimennya terbunuh oleh petir.


1752
Agar abangnya bisa buang air kecil selama menderita batu ginjal, Franklin menciptakan pipa kateter untuk kencing fleksibel pertama yang digunakan di Amerika Utara.

1763
Franklin yang ditunjuk menjadi kepala kantor pos Philadelphia pada tahun 1737, menemukan odometer. Piranti yang rumit itu terdiri atas tiga gerigi yang terhubung satu sama lain dan ditempelkan di roda kereta kuda untuk mengantarkan surat demi mengetahui jarak berkendara para pegawai pos.


1770
Dia memberi nama dan mendeskripsikan istilah "Gulf Stream" - Arus Teluk. Arus raksasa Atlantik yang bersirkulasi antara Teluk Meksiko dan pantai barat Irlandia, dan dengan tepat mengidentifikasikannya sebagai alasan mengapa perjalanan dari Inggris ke Amerika memakan waktu lebih lama pada rute-rute tertentu. Laksamana Inggris menolah penemuannya ini dan kemudian muncul dengan jawaban yang sama beberapa dekade kemudian.

1784
Terganggu oleh rabun jauh dan dekat di usia 78, Franklin mengembangkan kacamata yang disebut "bifocal" (bagian kecil di bagian bawah lensa kacamata).



1786
Agar bisa menjangkau merchandise di rak tinggi, dia menemukan galah dengan cakar di ujungnya yang bisa dikendalikan dengan pegangan di ujung satunya, sebuah alat yang masih digunakan di banyak toko.

1787
Walaupun dia tidak pernah benar-benar membangunnya, selama salah satu dari delapan penyeberangannya melewati Atalantik, Franklin mengeluarkan sebuah desain untuk dinding sekat kapal kedap air yang membantu membatasi banjir dibawah dek jika lambung kapal bocor.

Sementara itu, dia juga membantu mengembangkan departemen PMK pertama Amerika, perpustakaan pertama, dan konsep daylight saving time. Tapi mungkin hal yang paling menakjubkan tentang Ben Franklin sang penemu adalah penolakannya untuk mematenkan ide-idenya itu, agar bisa dimanfaatkan oleh orang seluas-luasnya.

Bagaimana menurutmu?

Cerita Hantu Arwah Gentayangan Mengungkap Sebuah Kuburan Massal

Malvern, Pensylvania - "Ini adalah kuburan massal," Bill Watson berkata saat dia memimpin jalan melewati hutan tebal Pennsylvania sekitar 300 mil dari Philadelphia.


"Duffy's Cut," sebagaimana sekarang disebut, adalah jalan setapak pendek dan buntu di Malvern. Saudara kembar Bill dan Frank Watson percaya 57 imigran Irlandia mati mengenaskan disana setelah serangan wabah kolera pada tahun 1832.


Mereka mencurigai adanya kecurangan.

"Ini adalah misteri pembunuhan dari 178 tahun lalu, dan akhirnya menemui titik cerah," Frank Watson berkata.

Watson bersaudara sudah mendengar cerita hantu Duffy's Cut sejak kecil
dari kakek mereka
Abang-beradik itu pertama kali mendengar tentang Duffy's Cut dari kakek mereka, seorang pekerja rel, yang mengatakan kisah hantu pada keluarganya setiap Thanksgiving. Menurut legenda lokal, tersimpan dalam berkas milik Pennsylvania Railroad, seorang pria berjalan pulang dari kedai minum melaporkan melihat hantu-hantu biru dan hijau menari dalam kabut pada malam yang hangat di bulan September 1909.

"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, hantu-hantu orang Irlandia yang mati karena kolera sebulan yang lalu, menari-nari di sekitar parit besar dimana mereka dikubur; itu sungguhan, tuan, itu sangat menakutkan," kata kutipan dokumen dari pria tak bernama itu. "Entah kenapa mereka terlihat hijau dan biru api dan mereka melompat dan menari-nari diatas kuburan mereka... Aku pernah mendengar orang-orang Irlandia itu menghantui tempat itu karena mereka dikubur tanpa ritual keagamaan yang layak."

Ketika Frank mendapatkan berkas-bekas dari tempat kerja kakeknya dulu, abang-beradik itu pun mulai percaya cerita-cerita hantu itu nyata. Mereka mencurigai bahwa berkas-berkas itu mengandung petunjuk atas lokasi dari kuburan massal itu.

"Salah satu bagian korespondensi dalam berkas ini memberitahukan lokasinya," kata Frank. Dia menambahkan bahwa dokumen itu mengesankan bahwa dimana orang-orang yang dikubur itu adalah jembatan rel yang asli.

Di tahun 2002, mereka mulai menggali dan mencari. mereka menemukan garpu dan sisa-sisa gubuk dan, di tahun 2005, apa yang disebut Bill Watson dengan "Cawan Suci" -- sebuah pipa dengan bendera Irlandia diatasnya.

Mereka tahu mereka sudah dekat, tapi Bill berkata mereka butuh tenaga sains untuk menuju langkah selanjutnya.

Bantuan itu pun datang dari Tim Bechtel, seorang ahli geofisika, yang memahami tentang proyek itu dari sebuah kampus di Universitas Pennsylvania yang telah mendengar tentang apa yang tengah dilakukan Watson bersaudara. Mereka tahun Bechtel mampu menghadirkan tautan yang hilang dalam usaha penggalian itu.

Tugas Bechtel termasuk pemindaian tanah, yang dapat membantu mendeteksi apa yang ada dibawah tanah tanpa harus menggali atau mengebor.

Dengan menembakkan gelombang elektronik melalui sebuah landaian, Bechtel mengatakan dia mengetahui disana ada area yang aneh atau tempat dimana gelombang elektronik tidak bisa tembus. "Kami melihat area-area di lereng ini anti elektrisitas," Bechtel berkata.

Ini merupakan indikator bahwa sesuatu mungkin ada dibawah permukaan. Setelah penggalian lebih lanjut, Bechtel dan Watson bersaudara mendeteksi adanya celah.

Bechtel membantu menunjukkan dengan tepat kunci dari area mana yang harus digali dan pada 20 Maret 2009, Bill Watson mengatakan bahwa tim itu membuat sebuah penemuan yang mengejutkan.

"Salah satu mahasiswaku datang berlari sekitar jam 2 siang dengan sesuatu yang jelas-jelas tulang manusia," Bechtel berkata.

Ini hanya permulaan dari banyaknya teka-teki untuk dimunculkan di Duffy's Cut. Potongan-potongan itu membawa mereka pada kecuirgaan bahwa sesuatu yang selain kolera bertanggungjawab atas kematian-kematian itu.

"Sebuah fragmen yang amat sangat kecil seperti itu bisa sangat mengandung informasi," kata Janet Monge, antropolog dari Universitas Pennsylvania memegang tulang rahang dan gigi yang ditemukan di situs Duffy's Cut. Dia percaya gigi itu bisa suatu hari dihubungkan lewat DNA kepada keturunan yang masih hidup dari pria-pria yang diangkat dari lokasi penggalian.

Dua minggu lalu, sepotong bukti muncul. Sebuah perforasi yang bisa jadi bekas peluru. "Malah, kami bisa melihat beberapa tepian retak yang terlihat sangat mirip seperti lubang peluru," observasi Monge.

"Jika mereka menderita kolera, itu tidak membunuh mereka. Aku akan bilang sesuatu yang lain yang telah membunuh mereka, tapi mereka mungkin memang terserang kolera juga."


"Ini bisa saja terjadi pada kita," Bill Watson berkata. "Pria-pria ini datang kesini tanpa membawa apa-apa, mencari impian Amerika seperti yang dilakukan banyak orang lain. Mereka pikir mereka akan berhasil dan dalam enam minggu kedatangannya mereka secara harafiah terkubur disini."

Tim percaya masih ada 50 lagi yang masih berada dibawah permukaan. Watson bersaudara mengatakan target mereka adalah memelihara kenangan akan para pekerja Irlandia dan memasukkan ceritanya di buku-buku teks, agar bisa diingat bertahun-tahun di masa depan.

"Ini adalah cerita yang melebih negara-negara di dunia, melebihi sejarah dalam suatu pengertian. Ini adalah kisah yang kau dengar dari para pekerja yang tereksploitasi dimanapun di seluruh dunia," kata Frank Watson. "Bagaimana kita memperlakukan para pekerja kita? Bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang merantau demi sebuah kehidupan yang lebih baik? Setiap manusia layak untuk dikenang."


Bulan Mengecil

Jari-jari Bulan telah berkurang sampai dengan 100 meter selama 800 juta tahun terakhir. Para ahli percaya bahwa retakan yang disebut 'lobate scarp' itu tercipta oleh pecahnya kulit rapuh bulan karena pendinginan interiornya.

Retakan serupa pertama kali terlihat pada foto yang diambil di dekat ekuator Bulan oleh astronot Apollo. Empat belas lobate scarp baru kini telah diidentifikasi oleh wahana Lunar Reconnaissance Orbiter, peneliti melaporkan dalam jurnal Science. 

Mereka ditemukan terutama di dataran tinggi. Para ahli percaya bahwa retak diciptakan oleh Pecahnya kulit rapuh lunar saat Bulan mengecil - sebuah proses yang tampaknya geologis baru-baru ini. 

"Salah satu aspek yang luar biasa dari scarp (=lereng) bulan adalah usianya yang jelas masih baru," kata Dr Thomas Watters, dari Smithsonian Institution di Washington DC.

Selama misi Apollo di tahun 70an, dimana para astronot mendeteksi sejumlah gempa dan Dr Watters percaya hal itu disebabkan hal yang baru ditemukan ini.


Lobate scarp juga telah ditemukan di planet lain dalam tata surya kita, termasuk Merkurius, di mana mereka jauh lebih besar. 

Dr Watters menambahkan: 'Lobate scarp pada Merkurius dapat lebih tinggi mil dan menjalankan ratusan mil."

Penemuan Makam Bawah Tanah di Turki




Polisi menggrebek sebuah rumah yang digunakan oleh orang-orang yang dicurigai menggali secara ilegal untuk mengambil barang-barang antik dan menemukan dua lorong masing-masing 6 dan 8 meter panjangnya, mengarah ke sebuah makam bawah tanah dan peti mati marmer kuno dan sejumlah lukisan di kedalaman 10 meter.

Penemuan arkeologi penting itu berada di Milas, sebelah barat Turki. Ini penting karena merupakan pertama kalinya setelah bertahun-tahun.

Penggalian ilegal untuk mencari artefak kuno terbilang umum terjadi di Turki. Dan negara itu menjatuhkan hukuman berat bagi para penggali ilegal.

Peti mati berusia 2,800 tahun itu berhiaskan pahatan bergambar pria berjanggut yang sedang berbaring, diperkirakan milik Hecatomnus, yang pernah memerintah Milas, menurut Menteri Kebudayaan Turki.

Beberapa harta karun yang mungkin ditempatkan di makam bawah tanah itu tampak sebagian besar sudah dicuri para pemburu harta karun dan dijual di perdagangan barang antik ilegal.

Lima dari sepuluh tersangka ditahan dari hasil penyergapan itu.

Spesies Kera Baru Berjanggut Merah Ditemukan di Amazon

Spesies kera baru yang berciri janggut merah ditemukan di Amazon, diumumkan para peneliti minggu ini, tapi kera ini juga berada dalam ancaman kepunahan.

Kera jenis titi bernama latin Callicebus caquetensis ini berukuran seekor kucing dan memiliki bulu coklat keabu-aban, dan memiliki janggut merah berantakan di sekitar dagunya.

Tak seperti kera lain yang dihubung-hubungkan dengan jenisnya, Callicebus caquetensis tak memiliki garis putih di keningnya.

Petunjuk-pteunjuk bahwa sebuah spesies primata tak dikenal hidup di wilayah Caquetá, Kolombia, dekat batas Ecuador dan Peru, muncul sejak 30 tahun yang lalu, tapi para peneliti tidak pernah bisa mengakses wilayah itu dikarenakan kekerasan dan dan pemberontakan.

Barulah dua tahun yang lalu para profesor Thomas Defler, Marta Bueno dan pelajar mereka, Javier García dari Universitas Negeri Kolombia dapat sampai di bagian atas Sungai Caquetá. Mereka menggunakan GPS untuk menemukan jalan di sekitar area tersebut, mencari kera dengan berjalan kaki dan mendengarkan suara mereka.

"Penemuan ini benar-benar menarik karena kami sudah mendengar tentang hewan ini, tapi lama sekali kami tak bisa mengkonfirmasi bahwa ia berbeda dari kera titi lain," kata Defler.

Tak seperti primata lain, kera-kera titi ini membentuk hubungan seumur hidup. Peneliti melaporkan bahwa pasangan-pasangan kera sering terlihat duduk di dahan dengan ekor mereka terjalin. Mereka biasanya melahirkan satu bayi per tahun.

Namun spesies yang baru ditemukan ini tengah berjuang bertahan hidup karena deforesasi. Setidaknya tak kurang dari 250 ekor kera titi Caquetá yang ada -- populasi yang sehat seharusnya ada ribuan.

Populasi kecil ini dan habitat yang kian terbatas menempatkan mereka di posisi terancam punah dengan resiko yang amat tinggi dalam jangka tak lama di masa depan.

"Penemuan ini khususnya penting karena mengingatkan kita bahwa kita harus merayakan keragaman Bumi tapi juga harus mengambil tindakan sekarang untuk memeliharanya," kata José Vicente Rodrígue, kepala sains di Konservasi Internasional di Kolombia dan presiden dari Asosiasi Zoology Kolombia.

5 Gadget Unik Buatan Jepang

Yang pasti tak ada yang tahu kapan Jepang akan berhenti membuat kita terkesan dengan penemuan-penemuan yang nyentrik dan keren. Dan kali ini, ada lima gadget yang tampaknya tak sekedar unik, tapi juga sungguh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

1. BBQ Hotplate USB


Hotplate untuk barbeque ini diciptakan oleh pecinta BBQ Kaizo Acho Ichidai. Keinginannya untuk menghangatkan makanan menggunakan komputer mendorongnya untuk membeli enam USB card tambahan, menanamkannya pada PC-nya dan kemudian mencolokkannya pada sebuah pemanas mangkuk USB. Hasilnya sebuah hotplate BBQ bertenaga USB dengan kempuan yang cukup untuk menggoreng sebutir telur atau, dalam kasus Kaizo, membuat mi instan!

2. Pendingin Bokong USB


Selanjutnya adalah bantalan kursi dari Thanko. Begitu dihubungkan dengan PC via USB, kursi itu bisa berubah menjadi kursi kantor yang di saat bersamaan bisa menghembuskan udara dingin tepat ke bokong Anda. Ini jelas sangat bermanfaat di cuaca panas, apalagi jika bos Anda orang yang pelit dan tidak mengijinkan menyalakan AC. 

3. Teropong-Kamera Digital


Penemuan yang keempat adalah 4x digital camera dengan fitur sebuah LCD 1.5 inci, sebuah antarmuka USB 1.1, sebuah lubang kartu memori SD/MMC, dan yang terbaik dari semuanya, sepasang teropong 8MP. Alat yang menakjubkan ini, juga buatan Thanko, tampaknya dibuat khusus untuk tukang intip komputer orang di malam hari (tidak disarankan!)

4. Jam tangan Kisai Sensai


Ini adalah jam tangan aluminium LED, Kisai Sensai, dari Tokyo Flash Japan, menggunakan LED berwarna merah, hijau dan kuning untuk menunjukkan waktu dalam format jam dan menit. LED merah menunjukkan jam, hijau menunjukkan per 5 menit dan yang kuning menunjukkan per menit tunggal. Memang agak susah untuk terbiasa menggunakan jam ini, tapi setidaknya Anda jadi tampak sangat keren.

5. Toilet Bernyanyi



Yang terakhir dari pabrikan toilet terbesar di dunia, Toto Japan. Mereka menciptakan sebuah toilet all-in-one bernama-kode Apricot yang memiliki penutup otomatis, penyemprot dan sebuah MP3 player dengan slot kartu memori SD dan remote control yang bisa dilepas. Bagian pemutar musiknya ditempatkan di panel kontrol terpisah di belakang toiletnya. Sekarang Anda bisa membuat playlist yang sesuai dengan mood saat buang air.

Menjelajahi Reruntuhan Kuno Istana Cleopatra

Menyelam ke perairan Alexandria pada hari selasa, penyelam menjelajahi reruntuhan karam sebuah istana dan kompleks kuil dari jaman pemerintahan Cleopatra, berenang melewati tumpukan blok-blok batu kapur yang menghantam lautan oleh gempa dan tsunami lebih dari 1,600 tahun yang lalu.

Tim internasional sedang menggali dengan sungguh-sungguh salah satu situs arkeologi bawah laut paling kaya di dunia dan terus menemukan artefak-artefak yang menakjubkan dari dinasti terakhir yang memerintah Mesir kuno sebelum Kerajaan Roma menguasainya pada 30 SM.

Menggunakan teknologi canggih, tim mensurvey Markas Kerajaan Alexandria, terbungkus dibawah endapan pelabuhan, dan mengkonfirmasi keakuratan dari deskripsi kota yang ditinggalkan oleh ahli-ahli geografi dan sejarah Yunani lebih dari 2,000 tahun yang lalu.

Sejak awal 1990an, survey-survey topografik telah mengijinkan tim itu, yang dipimpin oleh Franck Goddio arkeologis bawah air dari Perancis, untuk memperjelas penampakan dari pelabuhan itu dan menggali dibawah dasar laut. Mereka menemukan semuanya dari koin-koin dan obyek sehari-hari hingga patung-patung granit kolosal dari pemimpin-pemimpin Mesir dan kuil-kuil karam yang didedikasikan kepada dewa-dewa mereka.

"Ini adalah situs yang unik di dunia," kata Goddio, yang telah menghabiskan dua dekade mencari reruntuhan dan kota-kota yang hilang dibawah lautan.

Penemuan-penemuan dari pantai Mesir ini akan dipamerkan di Franklin Institute Philadelphia mulai 5 Juni hingga 2 Januari pada sebuah pameran berjudul "Cleopatra: The Search for the Last Queen of Egypt." Pameran tersebut akan berkeliling di beberapa kota lain di Amerika Utara.

Banyak situs arkeologi yang telah hancur oleh tangan manusia, dengan patung-patung yang puntung atau hancur berkeping-keping. Markas Kerajaan Alexandria -- pelabuhan, sebuah tanjung dan pulau-pulau yang penuh kuil, istana-istana dan pos-pos militer -- tergelincir begitu saja ke laut setelah gempa besar pada abad keempat dan delapan. Tim Goddio menemukannya di tahun 1996. Banyak dari harta-harta terpendamnya benar-benar utuh, terbungkus dalam endapan yang melindungi mereka dari air asin.

"Masih sama seperti saat tenggelamnya," kata Ashraf Abdel-Raouf dari Egypt's Supreme Council of Antiquities, yang menjadi bagian dari tim.

Penyelaman hari selasa itu menjelajahi istana dan kompleks kuil yang berantakan dimana Cleopatra, pemimpin Ptolemaic berbahasa-Yunani terakhir Mesir, berhubungan seks dengan jendral Roma Mark Antony sebelum mereka bunuh diri atas kekalahan mereka dari Octavian, yang kemudian menjadi Kaisar Roma Augustus.

Penyelaman membawa Goddio dan timnya pada beberapa adegan kunci dalam kehidupan dramatis dari pasangan itu, termasuk Timonium, komisi yang dibentuk oleh Antony sebelum kekalahannya sebagai sebuah tempat dimana dia dapat mengasingkan diri dari dunia, meskipun dia membunuh dirinya sendiri sebelum itu selesai dibentuk.


Mereka juga menemukan sebuah kepala batu kolosal yang dipercaya merupakan Caesarion, putra Cleopatra, dan mantan kekasih Julius Caesar, dan dua sphinx, salah satunya mungkin merepresentasikan ayah Cleopatra, Ptolemy XII.

Para penyelam mengambil foto sebuah bagian dari bawah laut yang dibersihkan dari endapan dengan alat penyedot bertanaga besar. Lampu flash mereka berpendar dalam kegelapan hijau, para penyelam memotret reruntuhan dari sebuah kuil dewa Isis dekat istana Cleopatra pada pulau karam dari Antirhodos.

Diantara blok-blok batu kapur besar, terdapat sebuah blok kwarsit besar yang roboh pada abad keempat dengan sebuah pahatan seorang Fir'aun. Sebuah prasasti mengindikasikan itu menggambarkan Seti I, ayah Ramses II.

"Kami menemukan banyak obyek ke-fir'aun-an yang dibawa dari Heliopolis, yang sekarang adalah Cairo," kata Abdel-Raouf. "Jadi, para penguasa Ptolemic menggunakan lagi obyek-obyek ini untuk mengkonstruksi bangunan-bangunan mereka."

Diatas dek kapal, para peniliti menunjukkan beberapa penemuan kecil terbaru: keramik impor dan tiruan lokalnya, sebuah patung seorang fir'aun, bejana ritual dari perunggu, jimat-jimat yang lebih besar dari sebuah jari kuku, dan bejana-bejana timah kecil yang dilemparkan oleh orang-orang miskin ke air atau terkubur di tanah sebagai kesetiaan pada dewa-dewa.

Pelabuhan Timur Alexandria hancur setelah gempa lainnya, pada abad ke-delapan, dan dibiarkan tak tersentuh sebagai sebuah teluk terbuka -- terpisah dari tembok-tembok laut abad ke-20 -- sementara konstruksi pelabuhan modern telah dibuat di Pelabuhan Barat. Tempat itu menyisakan Portus Magnus kuno yang tak tersentuh dibawahnya.

"Kami memandang ini sebagai lapangan terbuka bagi arkeologi," kata Goddio.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...