Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Penyakit Langka Yang Membuat Tangan Dan Kaki Seperti Kulit Jeruk

Yang Bing, 51 tahun, menderita sebuah komplikasi langka dari gangguan autoimun yang dikenal sebagai Penyakit Kuburan, yang membuat tangan dan kakinya menjadi seperti kulit buah jeruk.

Penyakit Kuburan biasanya terjadi pada wanita berusia diatas 20 tahun, tapi juga bisa terjadi pada usia berapapun dan juga pada pria. Ini disebabkan oleh sebuah respon sistem kekebalan yang tidak wajar yang menyebabkan kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid.

Para dokter di cina telah merawat Yang dengan pengobatan selama enam tahun sejak didiagnosis. Tujuan pengobatan itu adalah untuk menghalangi kelenjar tiroid yang hiperaktif, tapi Yang merasa obat-obatan itu tidak bekerja dan berhenti minum obat setelah dua tahun.

Tak lama setelah dia berhenti minum obat resep, tangan dan kakinya mulai membengkak dan Yang terpaksa dibawa ke RS Xin Qiao di Chongqing untuk mendapatkan bantuan.

"...Beberapa benjolan melepuh mulai bermunculan di punggung tangan dan kakiku, lalu makin besar dan besar. Hingga akhirnya membentuk cangkang keras dan sekarang aku tidak bisa menggunakan tangan kiriku, bahkan tidak bisa memukul. Aku harus memakai sandal terbesar yang bisa kutemukan dan memotong ujungnya dengan gunting agar pas dengan kakiku," ujar Yang.

Pengobatan itu berhasil tapi Yang harus melewati cara yang sulit. Perawatan untuk hypertiroidisme bisa termasuk iodine radioaktif dan pengobatan anti-tiroid.

Yang seharusnya tidak berhenti menebus resep pengobatannya sebelumnya. Akibatnya jadi semakin buruk seperti sekarang. Sekarang dia hanya bisa berharap agar bisa sembuh dan terbebas dari ketidaknyamanan yang dia rasakan.

10 Hal Aneh, Unik Sekaligus 'Menyeramkan' Yang Bisa Terjadi Pada Anda Setelah Mati

Bisa jadi dikuburkan merupakan konsep paling sederhana yang bisa terjadi pada orang setelah meninggal . Apalagi hal-hal berikut ini bisa sungguh-sungguh terjadi pada Anda.

1. Menikah

Kematian bukanlah penghalang kalau cinta sudah bicara. Setidaknya di Cina. Pernikahan hantu, yaitu praktek yang menikahkan anggota keluarga dan saudara dengan pasangan yang cocok meskipun ia sudah meninggal.
Pernikahan hantu pertama kali muncul di legenda-legenda Cina 2,000 tahun yang lalu, dan melekat dalam budayanya sejak itu.

Di satu masa, hal ini dilakukan sebagai upaya membuat para perawan tua bisa menumbuhkan penerimaan sosial terhadap kematian.

Di waktu lain, acara itu untuk menghormati anak-anak lelaki yang meninggal dengan mempersembahkan mereka pengantin wanita yang masih hidup. Persamaannya, pernikahan-pernikahan ini bertujuan secara relijius untuk membuat almarhum/ah lebih bahagia di akhirat.

Meskipun budaya ini sempat surut selama Revolusi Budaya Cina di tahun '60an, laporan resmi mengatakan pernikahan hantu kembali marak. Saat ini, seringnya tujuannya adalah untuk memberikan sarjana-sarjana yang meninggal seorang isteri, lebih diutamakan bagi mereka yang baru saja meninggal.

Namun di negara dimana pria melebihi wanita dalam angka kematian dan juga yang hidup ini, sisi negatif dari 'pengantin jenazah' mengantar pada insiden pembunuhan. Di tahun 2007, terdapat dua kasus pria dusun yang membunuh PSK, PRT, dan wanita yang sakit jiwa demi menjual tubuhnya sebagai isteri hantu. Lebih buruk lagi, mereka harus bayar.

Menurut Washington Post dan The London Times, seorang pengurus makam membeli tubuh-tubuh wanita lebih dari Rp20 juta dan menjualnya pada "calon mempelai" hingga mendekati Rp50 juta.

2. Buat 'Gaul'-nya Orang-Orang Kaya

Saat ini, kebanyakan kita berpikir mumi hanya sebagai artefak arkeologis, tapi bagi orang Mesir kuno, mumi sudah se-umum hape ataupun komputer. Jadi, kemana semua mumi itu menghilang? Pada dasarnya, mereka habis dimanfaatkan.

Orang Eropa dan Timur Tengah menghabiskan berabad-abad 'merampok' makam-makam Mesir kuno dan mengubah mayat-mayat berbalut perban menjadi komoditi berharga murah. Dengan cepat, ramu-ramuan berbahan dasar mumi sempat populer seperti obat-obatan.

Di abad ke-16, Raja Francis I mengonsumsi secubit mumi secara rutin untuk menghasilkan tenaga, jadi seperti multivitamin khusus yang 'tak sopan'.

Mumi-mumi lainnya, khususnya mumi hewan, digunakan untuk mesin uap dan penerangan di rumah-rumah. Sementara itu, mumi manusia lumayan sering menjadi korban di event-event sosial kaum Victoria. Selama akhir abad ke-19, populer bagi keluarga-keluarga jika mengadakan pesta pembongkaran perban mumi, dimana penodaan terhadap si mati dilanjutkan dengan hidangan koktail dan hors d'oeuvres alias makanan penutup.

3. Mengelilingi Dunia Sebagai Karya Seni Berskandal

Dimulai pada 1996 dengan pertunjukan "BODY WORLDS" di Jepang, sebuah pameran seni menampilkan tubuh-tubuh manusia yang terkuliti dan langsung mengguncang pengunjung museum.

BODY WORLDS sudah berlangsung selama empat tahun dan mengikuti acara-acara kompetisi seperti Bodies Revealed, menghasilkan pendapatan Rp300M per tahun. Masalahnya, tidak selalu jelas darimana tubuh-tubuh itu berasal.

Dr. Gunther von Hagens, pria dibalik BODY WORLDS, telah mendokumentasikan bahwa tubuh-tubuh itu didonasikan secara sukarela ke organisasinya.

Bagaimanapun, pesaing terbesarnya, Premier Entertainment, tidak memiliki sistem donasi yang yang teratur dengan baik.

Mereka mendapatkan mayat-mayat itu dari jenazah-jenazah yang tak diakui di Cina. Dan disanalah terletak bahan pemikirannya.

Para aktivis dan jurnalis percaya "jenazah yang tak diakui" adalah ungkapan halus untuk "napi politik yang telah dieksekusi."

Namun hal itu tidak diterbukti.

Di tahun 2006, Kanada mengkomisikan laporan HAM yang menemukan tahanan politik Cina dibunuh sehingga organ-organ mereka bisa disumbangkan bagi pasien pencangkokan. Dan pada Februari 2008, ABC News mengekspos mantan pegawai dari salah satu perusahaan Cina yang menyediakan mayat-mayat bagi Premier Entertainment.

Dalam wawancara, dia mengklaim bahwa sepertiga tubuh-tubuh yang dia proses merupakan tahanan politik. Secara tak mengejutkan, pemerintah mulai menaruh perhatian. Pada Januari 2008, Majelis Negara California meleges pameran yang menggunakan tubuh manusia harus membuktikan bahwa semua tubuh itu didonasikan secara sukarela.

4. Jadi Bahan Bakar Untuk Orang se-Kota

Sebuah krematorium modern di Jepang
Mengkremasi jenazah menguras banyak energi dan sumber daya yang tak bisa diperbaharui. Solusinya: me-multigunakannya. Beberapa krematorium di Eropa mengganti pemanas konvensional dengan memanfaatkan panasnya yang bisa mencapai 1000 derajat Celcius. Bahkan sejak tahun 1997, kota Helsingborg di Swedia menggunakan krematorium lokal mereka untuk menyediakan 10 persen dari panasnya untuk perumahan.

5. Dijual Seperti Daging Tokoan

Menjual mayat selalu menjadi perbuatan beresiko yang menguntungkan. Di abad pertengahan, perampok makam menggasak kuburan dan menjual apapun yang mereka bisa gali keluar kepada dokter dan ilmuwan. Dan meskipun sekarang bisnis menjual mayat dan organ tubuh sudah jelas ilegal, tak berkurang keraguan bahwa hal itu masih dijalankan.

Saat ini, sistemnya berlaku seperti ini: Program donasi mayat sukarela, sering dijalankan oleh universitas-universitas, menyocokkan mayat dengan penelitian yang mereka butuhkan. Tapi karena mayat tak bisa dijual bebas, makelar yang menyediakan tubuh-tubuh ini memasang tarif tinggi untuk "pengiriman dan pengemasan." Biaya pengiriman sebuah mayat utuh bisa sampai Rp10 juta, sementara organ-organ yang terpisah bisa lebih murah. Kepala bisa seharga Rp5 juta; sebuah lutut Rp6,5 juta; batang tubuh Rp50 juta.

Karena masalahnya, tubuh-tubuh yang diberikan sukarela sering tak sesuai permintaan. Dan dengan uang segitu banyak yang bisa diterima perusahaan pemakaman, korupsi pun melonjak.

Dalam tahun-tahun belakangan, koroner telah memergoki usaha pencurian kornea, teknisi krematorium tertangkap mengambil kepala dari mayat-mayat sebelum mereka dibakar, dan pegawai universitas pada program donasi tubuh tertangkap mencuri mayat.

Setelah direktur program donasi tubuh sukarela-nya UCLA ditahan karena menjual organ tubuh di tahun 2004, Negara Bagian California merekomendasikan menandai mayat dengan tato bar code atau chip pelacak, seperti yang dilakukan pada hewan peliharaan. Dengan harapan membuat mayat lebih mudah di inventariskan dan dilacak saat hilang.

6. Menjadi Atraksi Turis Rusia

Tokoh revolusi Rusia Vladimir Lenin ingin dikuburkan di tanah keluarganya. Tapi saat ia meninggal pada tahun 1924, Joseph Stalin memaksa menaruh jenazahnya untuk tontonan publik di Red Square, menjadikannya seperti barang peninggalan sekuler komunis.

Akibatnya, sebuah organisasi bernama Research Institute for Biological Structures dibentuk untuk menjaga tubuh Lenin agar tidak membusuk.

Institut itu tidak bercanda, dimana beberapa orang paling cerdas di Rusia menghabiskan lebih dari 25 tahun bekerja dan tinggal di lokasi itu untuk menyempurnakan pengawetan mayat ala sistem Soviet.

Ilmuwan saat ini masih menggunakan metode mereka, yang melibatkan kontrol iklim, seminggu dua kali dibersihkan dan dilincir (diberi minyak), dan secara semi-tahunan direndam dalam campuran 11 bahan herbal dan kimia.

Tak seperti kebanyakan jenazah, entah bagaimana, ketenarannya tak bertahan selamanya. Popularitas makam itu berkurang, dan pemerintah Rusia saat ini mempertimbangkan memberikan Lenin pemakaman yang selalu ia inginkan.

7. Bermesraan Dengan Pengagum Beratmu

Saat seorang wanita cantik bernama Elena Hoyos meninggal karena TBC di Florida tahun 1931, dan hidupnya sebagai obyek pengalahgunaan pun dimulai.

Pengagumnya, seorang teknisi X-ray lokal yang menyebut dirinya Count Carl von Cosel, membayar agar Hoyos dibalsem dan dikuburukan di makam besar diatas tanah.

Kemudian, di tahun 1933, sang Count yang kreatif mencuri tubuh Elena dan menyembunyikannya di rumahnya. Selama tujuh tahun kemudiannya, dia bekerja untuk memelihara mayatnya, mengganti dagingnya saat membusuk dengan gantungan baju, lilin yang dicetak, dan plaster dari Paris. Dia bahkan tidur disamping tubuh Elena di ranjangnya, hingga keluarga wanita itu menemukannya disana.
Von Cosel


Dalam hingar-bingar media, lebih dari 6,000 orang tercatat menghadiri rumah duka untuk melihat Elena sebelum dia dimakamkan.

Keluarganya menguburkannya dia sebuah kuburan tak ditandai supaya si von Cosel tak bisa menemukannya, tapi hal itu tidak menghentikan obsesi pria itu.

Von Cosel menulis tentang Elena untuk majalah fiksi picisan dan menjual kartu pos bergambar menyerupai diri Elena hingga dia ditemukan tewas di rumahnya pada tahun 1952. Di dekat tubuhnya ada sebuah boneka lilin berukuran hidup yang dibuat mirip Elena.

8. Tidak Menyebarkan Wabah Penyakit

Secara umum diketahui bahwa akibat bencana alam seperti tsunami, banjir dan badai, mayat-mayat korban dikuburkan atau dibakar secara massal sesegera mungkin. untuk mencegah menyebaran penyakit.

Tapi menurut WHO, sebenarnya mayat tidak lagi bisa menyebarkan penyakit seperti orang hidup. Malah kebanyakan penyakit tidak bisa bertahan lama dalam tubuh orang yang sudah mati. Jadi menurut WHO mayat-mayat itu tak bisa 'disalahkan'.

Yang sebenarnya terjadi adalah: pasca bencana, orang sering berkumpul di kamp-kamp pengungsian dengan tingkat kebersihan yang buruk. Bagi wabah penyakit, tempat seperti itu bagaikan restoran all-you-can eat. Disinilah terjadi penyebaran wabah penyakit. Oleh orang-orang yang masih hidup.

9. Menghadiri Pengadilan

Pada tahun 897, Paus Stephen VI menuduh Paus Formosus atas sumpah palsu dan pelanggaran peraturan gereja.

Masalahnya Paus Formosus meninggal sembilan bulan sebelumnya.

Stephen pun menggali mayat Paus yang meninggal itu, memakaikannya pakaian kebesaran Paus, dan membawanya ke pengadilan.

Dia kemudian melanjutkan pelayanannya sebagai kepala jaksa saat dia dengan marah menguji mayat itu. Hasilnya sungguh menggelikan.

Paus Stephen semakin menggila sampai-sampai sekelompok orang melancarkan sebuah rencana pembunuhan terhadapnya. Dan sukses.

Pada tahun berikutnya, salah satu suksesor Paus Stephen mengembalikan pendirian Formosus, menyuruh agar mayatnya dikubur kembali dengan segala penghormatan.

10. Beku dan Rusak

Di fasilitas pembekuan di seluruh dunia, orang mati tidak dibekukan lagi. Alasannya? Freezer justru bisa membakar. Seperti sayuran dan daging, membekukan tubuh manusia bisa merusak jaringan, karena sel-sel pecah saat air didalamnya mengeras dan mengembang.
Menyadari bahwa pembekuan langsung bukanlah pilihan terbaik, ilmuwan saat ini telah membuat kemajuan signifikan dalam pembekuan (cryonic).

Menggunakan proses yang disebut vitrification (pengacaan), air di dalam tubuh digantikan dengan zat anti-beku.

Tubuh kemudian ditempatkan di suhu dingin, tapi tidak ada es yang terbentuk.

Di tahun 2005, peneliti melakukannya pada ginjal kelinci dan berhasil mengembalikannya dan membuatnya berfungsi kembali. Sebuah langkah besar dalam penelitian cryonic.

Namun sains masih harus membuktikan bahwa tubuh bisa dipulihkan kembali setelah dibekukan. Sebab beberapa mayat yang melalui proses pengacaan memunculkan retakan-retakan di tempat-tempat yang tidak seharusnya.

Hingga kekurangan itu bisa diatasi, harapan untuk dibekukan lalu dihidupkan kembali di masa depan masihlah sekedar mimpi.

Seorang Anak Melawan Vonis Dokter Bahwa Hidupnya Hanya Akan Sampai Usia 11 Tahun, Karena Berhenti Bernafas Setiap Kali Tertidur

Liam Derbyshire menantang vonis dokternya yang mengatakan ia tak akan bertahan hingga usia 11 karena penyakit anehnya dimana dia berhenti bernafas setiap kali tertidur. Sekarang orangtuanya harus memakaikan alat pendukung pernafasan setiap malam untuk menjaganya tetap hidup.


Dia menderita sejenis kondisi langka yang disebut central hypoventilation, yang juga dikenal sebagai Kutukan Ondine, yang berarti dia berhenti bernafas setiap kali terlelap.

Keluarganya di Gosport, Hants, telah menghabiskan banyak biaya listrik untuk peralatan bantu pernafasan dan juga memasang lampu emergency jika terjadi mati listrik saat malam.

Liam bersekolah di sekolah khusus Heathfield di Fareham, Hants, dan harus dipasangi tabung tracheostomy pernafasan untuk seumur hidup di tenggorokannya.

Dia pun sedang pemulihan dari kanker yang ia derita saat masih kecil. Namun meski begitu, Liam menolak prediksi dokter.


Ibunya, Kim, 50, mengatakan, "Setiap hari dokter merasa kagum betapa sehatnya dia. Dia melampaui semua dugaan. Kami harus terus mengawasinya. Dia bisa sangat aktif dan kemudian detak jantungnya bisa jadi benar-benar turun. Dia sangat bersemangat, dia fantastis. Dia senang tersenyum dan tertawa. Dia sangat penuh kasih-sayang. Dia memiliki semua sifat kebanyakan anak-anak. Setiap hari dalam hidupnya merupakan bonus."

Dr. Gary Connet, yang merawat Liam di Southampton General Hospital, Hants, mengatakan, "Ini benar-benar kondisi yang sangat langka. Liam adalah pasien pertama yang saya diagnosa dengan central hypoventilation saat saya datang ke rs ini 12 tahun lalu. Yang paling tidak biasa tentang Liam adalah dia memiliki kanker yang tumbuh didalam dan ia memiliki masalah dengan usus besarnya. Saya tka bisa menemukan laporan apapun tentang anak-anak yang memiliki semua masalah ini dan hidup. Ini cukup mengagumkan. Saya akan mengatakan dia unik dalam skala dunia."

Kutukan Ondine merupakan referensi terhadap mitos Ondine, peri air yang memiliki kekasih yang tak setia. Ia bersumpah pada Ondine bahwa di setiap nafasnya saat bangun tidur adalah pernyataan cintanya, dan ketika dia menyeleweng, peri itu mengutuknya jika kekasihnya itu tidur, dia akan lupa untuk bernafas.

Liam mendapatkan perhatian 24 jam dan seseorang dibayar untuk mengawasinya di malam hari supaya orangtuanya bisa tidur.

Dia memiliki ventilator berbatere jika dia tertidur di mobil atau pesawat. Dia harus memakan porsi besar makanan sehari-hari karena dia memiliki sistem pencernaan yang sangat kecil. Keluarganya menghabiskan £700 per bulan untuk makanannya sendiri karena pola makan Liam yang tak biasa.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...