Tampilkan postingan dengan label karya seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya seni. Tampilkan semua postingan

Peri-Peri Ajaib Ini Dibuat Dari Serangga Mati. Keren Banget!

Kita sering melihat karya seni dari bahan-bahan sisa dan daur ulang seperti besi, kertas, hingga kemasan produk makanan. Lain dengan seniman asal Amsterdam, Cedric Laquieze. Dia menciptakan patung-patung peri ajaib dengan bagian-bagian tubuh serangga! Kok bisa?


Selama 20 tahun terakhir, Cedric sudah menghasilkan ratusan peri-peri ini dari berbagai spesimen serangga. Dari sisa-sisa cangkang, kaki, antena, hingga sayap serangga yang telah mati, dia sulap menjadi makhluk-makhluk ajaib yang berwarna-warni.



Sejak remaja, Cedric memang sudah memiliki ketertarikan pada biologi dan serangga. Tapi saat itu dia belum berpikir untuk menjadikan serangga-serangga koleksinya menjadi karya seni. Barulah sekitar 20 tahun lalu, dia saat itu bingung mencari hadiah ulangtahun saudarinya. Jadi dia mempreteli beberapa serangga-serangga koleksinya (yang sudah mati, tentu saja) dan membuat peri pertamanya.

Dilansir Gloomth Magazine, dalam wawancaranya Cedric mengaku sangat menyukai karena tidak ada dua karyanya yang sama. Ada peri serangganya yang terlihat ‘gelap’ dan seram, ada juga yang multiwarna seperti kartun, ada pula yang anggun dan bergaya Victoria.


Bisa terbayang serangga-serangga ini ikut bertempur dalam cerita-cerita seperti Narnia, penghuni dunia fantasi dalam Terabithia, atau menjadi makhluk ajaib di film-film Guillermo del Toro.

Tinggi tiap peri sekitar 35 cm. Sang seniman juga menambahkan perlindungan berupa kubah kaca karena peri-peri ini hanya dilem dan sangat rentan rusak.

Karya Seni Menakjubkan Dari Kaleng Bekas

OalaMagz - Canstruction adalah sebuah ajang tahunan dimana sekelompok insinyur, arsitek dan mahasiswa bekerja dan berkompetisi selama 12 minggu untuk menghasilkan karya seni dari kaleng makanan.







Kaleng-kaleng makanan ini sudah dikumpulkan sejak 1992 oleh Society of Design Administration. Melalui kompetisi ini, Canstruction telah mengumpulkan jutaan kilogram makanan kaleng. Semua isi makanannya telah disumbangkan kepada pantri-pantri makanan dan tempat penampungan lokal.







Ajang ini diharapkan dapat mempersembahkan karya seni yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan benda sehari-hari.

Benda-Benda Menakjubkan Dari Ban Bekas!

Ban bekas yang sudah tidak berguna ternyata bisa didaur ulang menjadi barang-barang yang fungsional sekaligus mengandung nilai seni yang tinggi. Selain ramah lingkungan, ban-ban bekas ini pun kini memiliki fungsi-fungsi baru, mulai dari perabotan rumah, perhiasan, hingga benda seni yang menakjubkan.














Seni Pahat Daun Yang Mengagumkan Dari Cina

Seni daun adalah medium yang terbilang baru. Seni dari Cina ini menyimbolkan kebutuhan universal akan seniman-seniman untuk mencari medium-medium baru untuk meninggalkan jejak bakat mereka dalam sejarah. Alam telah menjadi sumber inspirasi artistik tak berbatas sejak jaman dulu, namun sedikit representasi yang rumit dan indah sekaligus rentan seperti seni pahat daun.


Pikirkan betapa lama umat manusia telah masuk kedalam ekspresi artistik dan betapa lebih lama lagi dari itu pohon telah menjadi sebuah bagian integral dari pengalaman dan pemandangan manusia. Agak aneh ketika tidak ada yang pernah memikirkan hal ini sebelumnya, tapi siapalah yang akan meragukan sumber unik artistik?

Pohon Cina, yang juga ada di India dan Pakistan adalah yang paling sering digunakan. Urat-urat daunnya mirip daun maple dan cocok untuk pahatan. Meski genre seni ini masih baru, tapi bagi orang Cina seni ini cocok dengan budaya seni eksklusif manapun.

"Ini mirip seni memotong kertas Cina, dimana orang memotong rancangan kertas atau materi tumbuhan lain, dan karena rancangan-rancangan ini serupa, aku membayangkan mereka menggunakan tradisi yang sama. Ada sebuah tradisi dimana orang-orang menggunakan hal-hal apapun di tangan untuk membuat karya seni yang diinginkan," ujar Rob Sidner, direktur Mingei International Museum di San Diego, yang berspesialisasi dalam seni rakyat.



Rekaman paling modern pahatan daun bertanggal tahun 1994 ketika seorang seniman bernama Huang Tai Shang mengklaim telah menciptakan bentuk seni ini dan masuk kedalam Guiness Book of World Records.

Apapun asal-usulnya, ini adalah bentuk seni yang hebat dari segi bakat maupun presisinya, dan membutuhkan peralatan khusus untuk menghilangkan permukaan daun tanpa merusak urat-uratnya, yang semakin meningkatkan detil pahatannya. Prosesnya membutuhkan daun-daun khusus, yang diambil pada saat musim semi, tidak rusak dan tanpa gigitan serangga. Daun-daun itu kemudian dikeringkan selama minimal 10 bulan tanpa terkena cahaya mahatari, dan kemudian direbus beberapa jam untuk membunuh kuman-kumannya.

Sang seniman memulai prosesnya dengan menyukur dan hampir menguliti si daun hingga setengah menggunakan pisau. Lalu daun itu di buang lapisan terluarnya, maka permkaan yang nyaris transparan pun muncul. Setelah gambar dibentuk, daun-daun itu dikeringkan dengan hati-hati menggunakan penguapan sehingga 60 persen karya pahat daun ini berakhir gagal/rusak.

Karya seni ini dijual antara Rp846ribu hingga Rp1,9juta tergantung kerumitan desainnya. Namun karena kebanyakan desainnya pesanan khusus untuk pajangan pribadi, tampaknya karya seni ini belum bisa muncul di pagelaran-pagelaran seni besar.

Profesi Unik: Seniman Sketsa Persidangan

Dalam banyak kasus di AS, UK dan kanada, kamera tidak diijinkan masuk ke ruang sidang. Khususnya kasus-kasus high profile dimana kehadiran wartawan bisa mengganggu jalannya persidangan. Meskipun sebagian mengijinkan kamera yang disembunyikan dibalik sebuah selimut.

Namun itu tidak berlaku bagi seniman sketsa. Meski demikian kadang mereka tidak diijinkan untuk menggambar selama persidangan berlangsung, tapi setelahnya.

Sebelum 1950an, kamera umum diperbolehkan masuk ke ruang sidang. Namun perlahan kamera dilarang sebab banyak terdakwa yang dijatuhi hukuman oleh sidang dengan alasan atmosfer yang diakibatkan keberadaan media menjurus pada pengadilan yang tidak adil. Pada 1960an, hanya Texas dan Colorado yang masih memperbolehkan kamera masuk ke ruang sidang, namun kejadian serupa membuat keduanya kemudian ikut mem-ban kamera di ruang sidang.

Sekarang ketika kamera semakin kecil dan tidak berisik, mereka kembali masuk ke ruang sidang dan sejumlah negara sudah memperbolehkan kembali penggunaan kamera.

Pekerjaan seniman sketsa persidangan sebenarnya lebih seperti pekerjaan lepas. Penghasilannya tergantung pada siapa mereka bekerja dan seberapa bagus hasil pekerjaan mereka.

Seringkali mereka bisa dapat pekerjaan dengan penghasilan yang lebih besar dari bakatnya yang sudah ada itu.

Misalnya saja Steve Werblun, yang melukis sketsa untuk Philadelphia Daily News sejak 1975, meninggalkan pekerjaannya setelah bekerja 30 tahun dan pindah ke Hollywood dan menjadi seniman storyboard untuk film The Day After Tomorrow, Along Came Polly, dan Dirty Dancing: Havana Nights.

Dana Verkouteren, yang bekerja untuk CNN, ABC, FOX dan channel berita lainnya, bekerja sampingan sebagai ilustrator dan penggambar karikatur.

Nasib gambar-gambar sketsa itu tergantung pada kontrak antara sang seniman dengan media yang membayarnya, termasuk hak-hak penggunaannya. Terkadang mereka juga menjualnya pada jaksa-jaksa atau hakim yang menginginkan kenang-kenangan yang menggambarkan dirinya dalam sketsa itu. Para pengacara yang terlibat dalam kasus penghinaan seksual mantan pelatih New York Knicks, Isiah Thomas pada tahun 2007 dilaporkan membeli banyak sketsa yang dihasilkan dari persidangan itu.

Karya Seni Unik Dari Kubis

Seniman wanita Ju Duoqi menciptakan seni rupa yang unik ini untuk proyeknya yang disebut 'Fantasi Kubis Cina'.

Hasilnya adalah sosok-sosok wanita dalam pose-pose sensual dan glamor layaknya model 'sungguhan'.




Ju yang berasal dari Beijing, Cina menggunakan pisau untuk memotong-motong kubis berdasarkan warna dan jenisnya, dan menggunakan tusuk gigi untuk menyusunnya.







Kubis dibiarkan hingga jangka waktu yang berbeda-beda dan kemudian dimasak dengan cara-cara yang berbeda untuk mendapatkan hasil warna dan tekstur yang diinginkan.

Dia mengatakan, "Sayuran yang segar, layu, kering, diacar, direbus atau digoreng - semuanya akan memberikan hasil yang berbeda-beda."

11 Karya Seni Dari Post-It

1. Elvis

2. Seluruh ruang tamu

3. Karya ini dibuat oleh Illegal Art, yang berbasis di New York.
Orang-orang yang lewat bisa menulis To Do list mereka di sini.

4. Wii

5. Mother Creativity. Dibuat oleh dua remaja dari Florida dalam sebuah kontes dan memenangkannya
berkat karya yang terbuat dari 100,000 notes rekat ini.

6. Ray Charles. Dibuat untuk proyek kampus oleh David Alvarez, menggunakan lebih dari 10,000 potong post-it.

7. Dibuat di dinding kampus Dordt. Hanya bertahan enam hari sebelum diturunkan.




8. Ruangan serba-putih

9. Potret Diri David Sieren.

10. Sosok-sosok badut di etalase Bergdorf Goodman.

Foto-foto oleh misocrazy


11. Disney - Mickey Post-Its


Vaseline: Pelembut Kulit Kini Berusia 140 Tahun - dan Bisa Dimakan?

Sejak pemasarannya yang pertama di 1870, Vaseline kini telah berusia 140 tahun. Dari sekedar pelembut kulit, hingga dipercaya sebagian orang untuk obat dalam, tentu saja dengan cara dimakan. Selama itu, Vaseline telah banyak berubah dari sejak 'dipungut' dari lokasi pengeboran sumur minyak sampai produk perawatan kulit yang paling dikenal di jaman modern.

Sejarah

Robert Chesebrough
Vaseline adalah produk yang lahir di Inggris, besar di Brooklyn oleh ahli kimia Robert Chesebrough. Di tahun 1859, di usia muda 22 tahun, Chesebrough memutuskan untuk berpaling dari bisnis barang-barang kering dan mencari keberuntungannya di industri minyak yang saat itu terbilang baru. Chesebrough muda pindah ke Titusville, Pennsylvania, untuk melihat-lihat sumur minyak yang menghasilkan. Disana, dia menemukan sesuatu yang agak berbeda: saat itu, para pria yang bekerja dengan alat pengebor terganggu oleh yang mereka sebut "rod wax" sejenis jeli yang pekat yang bisa masuk ke mesin dan menyebabkannya terganggu. Tapi lilin itu ternyata tidaklah seburuk itu: Chesebrough, benar-benar pria yang jeli, memerhatikan bahwa para pekerja sering dilumuri substansi tersebut pada kulit mereka yang terbakar matahari dan kasar, terbantu dalam proses penyembuhannya. Penasaran, dia membawa pulang sedikit zat itu ke rumah.

Chesebrough menghabiskan 10 tahun setelahnya mencobakan zat itu pada dirinya sendiri. Dengan latarbelakangnya yang seorang ahli kimia, Chesebrough berhasil mengubah bahan pembuat lilin batangan itu menjadi jeli minyak tanah yang jernih yang kita kenal sekarang untuk pelumas. Dia mencobakan juga zat itu pada luka, menjadikan dirinya sendiri sebagai kelinci percobaan, untuk meneliti proses penyembuhannya.

Di tahun 1870, dia mulai memasarkan Vaseline miliknya itu (berasal dari kata Jerman untuk air, vasser, dan kata Yunani untuk minyak zaitun, 'e'laion atau πετρέλαιο). Dia mematenkan produk itu di AS pada tahun 1872 dan menggarai berdirinya Chesebrough Manufacturing Company, berlokasi di Brooklyn, di tahun 1875. Menurut cerita, awalnya dia tidak bisa menemukan ahli-ahli farmasi yang bersedia untuk bekerja di perusahannya. Maka dia menjelajah ke pedesaan, dengan gaya sales penjual minyak ular, berceramah tentang keajaiban Vaseline.

Usahanya itu berhasil, mungkin karena Vaseline tampak seperti sulap: orang menggunakan pada berbagai hal untuk mengobati kulit pecah-pecah dan melindungi bokong bayi dari ruam popok sampai untuk melindungi telur-telur. Perenang mengoleskannya pada diri mereka untuk menjaga kehangatan tubuh; Komandan Amerika Robert Peary membawa Vaseline dalam petualangnnya di Arktik karena benda itu adalah salah satu dari benda-benda yang tidak akan membeku.

Akhir 1880an, Vaseline laku terjual dalam skala nasional dengan hitungan satu kendi per menit. Chesebrough melebarkan bisnisnya pertama ke Kanada, terus ke Inggris dan koloni-koloninya; pada tahun 1911, Chesebrough Manufacturing Company sudah memiliki pabrik-pabrik di Eropa dan Afrika.

Sementara itu, keyakinan Chesebrough pada produknya tak pernah menuai komplain: menurut laporan anumerta, dia menelan tiga sendok penuh Vaseline setiap hari, walaupun untuk penyakit apa masih ia melakukannya masih misteri. Pernah ketika dia menderita radang selaput dada pada 1950an, dia menyuruh perawatnya menggosok dirinya dengan Vaseline setiap hari, dan dia, tentu saja, sembuh. Dia meninggal pada usia 96.

Pada tahun 1955, Chesebrough Manufacturing Company bergabung bersama Pond's, pembuat krim dingin yang populer, sehingga menjadi Chesebrough-Pond's; 32 tahun kemudian, pada 1987, perusahaan itu terjual pada perusahaan perawatan pribadi raksasa Unilever.

Kegunaan Lain Vaseline

Bagian dari 'keajaiban' Vaseline adalah pada banyaknya kegunaannya. Selain untuk melembutkan kulit, berikut beberapa kegunaan lain dari Vaseline, yang mungkin kurang banyak diketahui orang:

Digunakan untuk melumasi wajah petinju agar tak mudah benjol saat dipukul lawan
  • Beberapa orang bilang mengoleskan Vaseline di bulu mata bisa membuatnya lebih tebal dan mengkilap lebih lama; bicara soal bulu mata, maskara modern pertama merupakan campuran batu bara dan Vaseline pada tahun 1913 oleh seorang ahli kimia bernama Thomas Williams, untuk adiknya Mabel (yang merupakan cikal bakal Maybelline).
  • Mengoleskan pada jengger ayam ternak bisa mencegahnya sakit pada musim dingin.
  • Seseorang bisa menggunakan Vaseline untuk melumasi wajahnya sebelum bertarung, agar membuat wajahnya licin saat dipukul lawan (perhatikan pertandingan tinju). Di tahun 2009, dunia Ultimate Fighting Championship terkejut oleh pengakuan seorang petarung yang memenangkan pertandingan setelah melumasi dirinya di tengah-tengah ronde secara ilegal.
  • Menggosokkan Vaseline pada labu Halloween bisa membuatnya tak cepat busuk.
  • Melumurinya pada lensa kamera menciptakan efek dingin, soft-focus, yang mengingatkan pada film porno tahun '70an.
  • Yang sekarang ilegal, Vaseline digunakan jadi salah satu yang bisa digunakan seorang pitcher untuk melakukan spitball (melempar bola dimana bolanya diberi ludah, jelly minyak tanah dan bahan-bahan lain).
  • Stephon Marbuty, mantan pemain New York Knick yang mungkin dan juga mungkin tidak kehilangan akal sehatnya, menggunakan YouTube untuk menggembor-gemborkan soal manfaat Vaseline untuk mengobati sakit tenggorokan. Ya, dia memakannya.
Karya Seni

Beberapa tahun belakangan, Matthew Barney, diberitakan The New York Times sebagai salah satu seniman penting Amerika dari generasinya, membawa Vaseline pada derajat yang lebih tinggi. Barney, pria dibalik video serial seni Cremaster dan Bjork, beberapa kali menggunakan Vaseline sebagai medium, sebuah medium yang membingungkan dan seringkali bisa berubah-ubah.









Lihat karya-karyanya yang lain disini.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...