Tampilkan postingan dengan label kecantikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecantikan. Tampilkan semua postingan

10 Tradisi Kecantikan Yang Berbahaya

Banyak praktek kecantikan tradisional pada masa lampau yang tidak mengindahkan bahaya yang diakibatkannya oleh karena belum tersedianya informasi dan klaim ilmiah mengenai hal-hal semacam itu. Namun tidak jarang tradisi-tradisi tersebut masih dilakukan hingga sekarang.

Meminum darah kerbau air belum termasuk dari 10 praktek kuno kecantikan yang berbahaya berikut ini.

1. Menggunakan timah dan logam berbahaya untuk riasan wajah


Sejarah panjang kosmetik berbahaya sudah berlangsung sejak jaman Mesir kuno. Kebanyakan bahan yang digunakan adalah logam-logam berat seperti timah, tembaga, galena (sulfida timah), dan yang paling populer, kohl, bahan berbentuk pasta yang terbuat dari logam campuran timah, antimony/bijih besi, mangan ataupun tembaga. Selain menimbulkan ketergantungan, riasan wajah ini juga menyebabkan pengelupasan kulit yang terus menerus sehingga pada akhirnya akan merusak kulit.

2. Lulur kotoran buaya


Bangsa Yunani kuno rela berkubang dalam lumpur berisi kotoran buaya. Mereka percaya kotoran reptil tersebut mampu mengembalikan keremajaan kulit dan mengawetkan kecantikan tubuh mereka. Kocaknya lagi, "perawatan eksklusif" ini hanya mampu didapatkan oleh gadis-gadis dari kalangan atas.

3. Riasan dari campuran kotoran burung


Di Jepang, wanita Geisha pada jaman dulu menggunakan make-up atau riasan wajah dari campuran tepung beras dan kotoran burung untuk memutihkan wajah mereka. Pengaplikasiannya tidak hanya di seluruh wajah, namun hingga ke bagian dalam lubang hidung, bibir dan kelopak mata.

4. Wig yang membuat mimisan


Pada masa kekuasaan Ratu Elizabeth, gadis-gadis sangat terpesona oleh warna merah menyala rambut sanga ratu sehingga wig dengan warna serupa menjadi tren pada masa itu. Masalahnya, wig-wig tersebut dibuat dari bahan-bahan yang berbahaya seperti sulfur dan kelopak bunga safflower. Campuran tersebut menyebabkan gejala seperti kepala pusing, nausea/mual, hingga mimisan.

5. Cat rambut dari darah sapi



Wanita Iran pada masa lalu menggunakan campuran yang cukup tidak biasa untuk membuat cat rambut mereka. Henna yang dicampur dengan kecebong dan darah dari sapi hitam dipercaya dapat menghitamkan dan merawat kesehatan rambut. Mereka percaya bahwa darah sapi yang membuat sapi-sapi itu berbulu hitam, sehingga akan berguna juga untuk menghitamkan rambut manusia.

6. Membebat kaki


 Pada masa Dinasti Qing, kaki yang kecil sangat didambakan oleh gadis-gadis pada masa itu. Anak-anak perempuan usia sejak 9 tahun sudah dibebat kaki sebelum tulang-tulang kaki mereka terbentuk sempurna pada usia 14 tahun. Tujuannya hanya untuk menciptakan ukuran kaki ideal sepanjang 3 inci. Tidak hanya itu, jika diperlukan, tindakan memotong ibu jari juga dilakukan untuk memudahkan pergerakan sang gadis. Sehingga tidak jarang terjadi infeksi yang diakibatkan sisa kuku jari yang terus tumbuh kearah dalam.

7. Menggunakan bedak arsenik


Wanita Eropa di abad pertengahan menggunakan bedak ber-arsenik untuk memutihkan wajah mereka. Bubuk atau bedak ini dibentuk menjadi seperti cake powder dalam bejana-bejana kecil seperti pada masa sekarang. Kulit putih pucat yang menjadi tren pada masa itu diciptakan menggunakan bijih timah, arsenik dan bahan-bahan pemutih berbahaya lainnya.

8. Cincin leher


Beberapa suku di Asia dan Afrika menggunakan cincin leher untuk mendapatkan bentuk leher yang jenjang dan cantik. Cincin-cincin kuningan ini dikenakan sejak masih kanak-kanak dan jumlahnya ditambahkan seiring bertambahnya usia. Sebenarnya tulang leher tidak bertambah panjang, melainkan tulang bahu yang tertekan kebawah sehingga menciptakan kesan leher yang memanjang. Masalahnya adalah, tanpa cincin-cincin ini, mereka tidak akan bisa menopang kepala secara tegak karena otot yang sudah berhenti tumbuh.

8. Berkumur dengan urin(-nya orang Portugis)


Bangsa Romawi kuno mendambakan gigi yang putih seperti kita pada masa kini. Mereka pun mengimpor urin bangsa Portugis untuk digunakan sebagai pembersih mulut. Selain untuk memutihkan gigi, urin juga digunakan sebagai penyegar nafas. Faktanya urin atau air seni memiliki sejumlah kandungan pembunuh bakteri seperti urea dan amonia yang mampu mengatasi masalah gigi seperti radang gusi. Mau mencoba?

10. Cakram bibir


Bisa dikatakan apa yang dilakuakan wanita-wanita yang tinggal di sekitar Sungai Amazon di Amerika Selatan dan Afrika ini adalah tindik versi ekstrim-tradisional. Pada usia muda bibir akan mudah melebar jika dibentuk secara perlahan. Ornamen-ornamen ini terkadang membebani meski terbuat dari bahan yang ringan seperti kayu. Cakram-cakram kayu ini juga bisa diaplikasi pada salah satu atau kedua belah bibir. Wanita-wanita yang sudah mencapai ukuran bibir yang diinginkan hanya menggunakan cakram ini pada momen-momen khusus seperti upacara adat, sementara membiarkan bibirnya berlubang dan bergelambir bebas pada hari-hari biasa.

Selalu ada harga untuk tampil cantik. Di jaman modern, kosmetika berbahaya pun masih merajalela. Jangan korbankan kesehatan dan keselamatan hanya untuk mendapatkan kecantikan yang tidak abadi.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...