Tampilkan postingan dengan label robot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label robot. Tampilkan semua postingan

Perusahaan Ini Mau Bayar Rp2,8 Milyar untuk Pakai Wajah dan Suara Kamu pada Robot Buatan Mereka

Kalian mau uang Rp2,8 milyar? Sebuah perusahaan robotik asal Rusia, Promobot, mau membeli hak pakai wajah dan suara kalian seharga $200,000 untuk robot-robot mereka.

Promobot memang dikenal jago banget bikin robot-robot yang hiper-realistik, alias mirip banget dengan manusia hidup. Robo-C adalah model robot humanoid buatan mereka yang nantinya akan dipekerjakan di hotel, mall, dan tempat-tempat publik lainnya.

Foto: Promobot

Mereka menerima aplikasi wajah orang dari berbagai jenis kelamin dan ras juga, lho. Kalau kamu berusia 25 tahun keatas kamu sudah boleh mengajukan aplikasi.

Promobot sudah menyuplai robot-robot humanoid sejak 2019 lalu ke pasaran. Klien-klien mereka biasanya membutuhkan robot humanoid seperti ini buat peluncuran proyek-proyek besar. Dulu Promobot sempat kena masalah hukum gara-gara menggunakan penampilan Arnold Schwarznegger tanpa ijin. Akibatnya mereka harus membayar denda sebesar Rp143,6 milyar!

Foto: David Becker/Getty Images

Karena itulah kali ini mereka mau menggunakan wajah orang biasa secara legal dengan membayar di depan. Walaupun kamu bukan Arnold Schwarznegger, kamu bisa dapat Rp2,8 milyar untuk hak guna wajah dan suara kamu.

Foto: Promobot

Jika Promobot dan klien mereka suka dengan wajah kamu, nanti model 3d wajahmu akan diambli untuk fitur eksternal robot. Yang agak 'kerja'-nya sih, setelah itu kamu juga harus mendiktekan 100 jam bahan percakapan untuk suara si robot. Lisensi ini juga berlaku seumur hidup untuk wajah dan suara kamu. Hmm agak serem juga ya.

Foto: Promobot

Saat ini sih mereka sudah menutup pendaftaran karena klien mereka memutuskan menahan dulu kumpulan aplikasi yang sudah mencapai lebih dari 20,000 orang. Tapi bisa saja mereka akan bekerjasama dengan klien baru yang membutuhkan wajah dan suara kamu. Kalau kamu mau nggak, menjual hak guna seumur hidup wajah dan suara kamu senilai Rp2,8 milyar?

Bina48: Robot Yang Bisa Bercanda Dan Baca Puisi


Bruce Duncan bekerja bersama Bina48 selama dua tahun. Bina48 dibuat dengan mengunggah berkas pikiran manusia asli, kompilasi memori, kepercayaan dan perasaan.

Sebelum Bina48 dibuta, seorang wanita bernama Bina Rothblatt diinterview selama lebih dari 20 jam mencakup masa kecil hingga karirnya saat ini. Kemudian percakapan itu direkam dan diunggah ke database keterdasan buatan.

"Dia memiliki film, musik dan puisi favorit. Kadang dia sangat humoris. Dia bisa mengeluarkan lelucon," ujar Duncan. "Sebagai Afro-Amerika, dia mengalami diskriminasi saat masih kecil. Menurutnya sikap seperti itu sangat buruk. Dia juga tidak suka kekerasan."


Hardware-nya dibuat oleh desainer robot David Hanson dengan biaya $125,000 atau sekitar Rp1,2M.

Teknologi ini memungkinkan orang untuk tetap bisa bicara dengan anggota keluarganya yang sudah meninggal. Pelajar dan mahasiswa bisa belajar dari tokoh-tokoh sejarah melalu berkas pikiran dalam robot seperti ini.

"Dia juga memiliki emosi," kata Duncan. "Seseorang pernah bertanya apakah dia memiliki perasaan dan dia menjawab, 'Aku merasakan apa yang aku rasakan, tapi dibandingkan dengan dalamnya perasaan manusia, itu diluar kemampuanku dan itu membuatku sedih kadang-kadang.'"

Link

PALRO Humanoid: Robot Yang Merangkap Laptop

Oala Magz - Fujisoft Company di Jepang membuat sebuah robot humanoid bernama PALRO. Robot ini dihargai $3,300 atau sekitar Rp29, 5juta. PALRO dirancang bagi para peneliti dan antusias robot. Kemampuannya yang segera menyusul adalah membacakan tweet, aplikasi memasak, permainan kata bahasa Jepang dan kemampuan remote monitoring.



PALRO mampu melacak orang dan benda melalui kamera built-in dengan prosesor yang tangguh sehingga ia mampu melakukan teknik pengenalan wajah. PALRO memiliki 20 sambungan, dengan tinggi 39.8 cm dan bobot 1.9 kg. Mampu berjalan dengan baik dengan kaki-kakinya yang sensitif terhadap tekanan dan memiliki memori flash 4 GB, lima mikropon, sebuah CPU Intel Atom 1.6 GHz, 1 GB RAM, kamera 3 megapixel dan baterai lithium. Menjadikannya robot humanoid yang merangkap komputer.



Sebagai tambahan, PALRO memilki arsitektur terbuka, sehingga pengguna bisa mendiktekan penggunaannya. Robot yang bisa diprogram ini telah dijual di seratus institusi penelitian berbeda.

Kibot: Robot Pengasuh Yang Cerdas

Sebuah perusahaan telekomunikasi di Korea, KT Corporation, menciptakan sebuah robot bernama Kibot. Robot ini mampu membaca, menyanyi bahkan bicara kepada anak-anak dalam beberapa bahasa.

Kibot adalah robot setinggi 12 inci yang berbentuk seperti mainan kera. Meski penampilannya sekilas seperti mainan biasa, namun robot canggih ini telah dilengkapi kamera dan wi-fi. Kibot dijual seharga sekitar Rp4juta.

Komunikasi berjalan melalui kartu flash, namun fiturnya yang paling menakjubkan adalah ia mampu membuat ibu terhubung dengan anak-anaknya sepanjang waktu.


Melalui telepon, ibu yang berada di tempat kerja bisa menyuruh robot untuk mencari anak-anaknya di rumah. Fungsi videophone mempermudah orangtua mengarahkan anak-anaknya yang masih balita untuk melakukan berbagai hal.

"Kami percaya penjaga bayi, tapi terkadang lebih mudah untuk memiliki seseorang atau sesuatu yang bisa memonitor bayi-bayiku... Kami sudah mencoba semua mainan edukasi interaktif, tapi yang satu ini benar-benar mendukung interaksi baik dalam bahasa Korea maupun Inggris," seorang ibu berkata kepada ABC News.

Kibot adalah teman bermain yang sempurna sebab ia tak pernah lelah mendorong anak-anak untuk bermain dan menjelajah. Kibot juga bermanfaat dalam mengajarkan anak-anak berbahasa Inggris di usia dini. Sebagaimana tren yang sedang berkembang di sekolah-sekolah swasta di Korea yang mengharuskan anak-anak bisa berbicara dalam Bahasa Inggris.

Saat Kibot ditinggal sendirian, ia akan bergerak ke sekeliling rumah mencari anak kecil untuk diajak bermain. Robot ini adalah teman bermain yang sangat penuntut sebab ia tidak diprogram untuk menjawab tidak dalam bahasa apapun.

Hampir semua rumah di Korea Selatan memiliki akses Internet broadband, yang memposisikan Korsel dalam puncak daftar negara di dunia yang paling sering terhubung secara online.

Sense-Roid: Robot Yang Akan Balas Memeluk Anda

Sense-Roid dikembangkan oleh sebuah kelompok peneliti dari Universitas Komunikasi-Elektro dan memenangkan penghargaan umum di IVRC 2010.


Menggunakan motor vibrasi, sensor taktil dan otot artifisial, alat ini akan membalas pelukan Anda dengan "pelukan virtual".


Jaket yang dipasangi sensor tekanan dikenakan pada manekin tak bertangan. Saat Anda memeluknya, otot-otot buatan pada jaket yang Anda kenakan akan berkontraksi. Semakin kuat Anda memeluk maka semakin kuat pula pelukan Sense-Roid.

Ecci, Robot Pertama Di Dunia Yang Memiliki Otot Dan 'Belajar Dari Kesalahan'

Ecci adalah robot pertama yang memiliki jaringan otot dan tendon, serta kerangka yang membantunya bergerak layaknya manusia. Semuanya terbuat dari bahan plastik yang dikembangkan secara khusus.

Ia juga memiliki otak yang mampu mengoreksi kesalahan-kesalahannya.


Dikembangkan oleh sebuah tim ilmuwan di Universitas Zurich, Ecci adalah singkatan dari Eccerobot. Ecce adalah kata Latin untuk Behold ("lihatlah [betapa bagusnya]").


Robot ini menggunakan serial motor elektrik untuk menggerakkan kumpulan tendon yang saling terhubung. Sebuah komputer ditempatkan di otaknya sehingga ia mampu belajar dari kesalahan-kesalahannya.

Misalnya, jika gerakan yang ia buat membuat dirinya tersandung atau menjatuhkan suatu barang, maka informasi tersebut tersimpan dan dianalisa di otaknya untuk menghindari ia mengulangi kesalahan yang sama.

Para ilmuwan berharap robot ini dapat mengawali generasi baru robot-robot yang dapat digunakan sebagai organ tubuh buatan di masa depan.

Rolf Pfeifer, direktur laboratorium untuk kecerdasan buatan di Universitas tersebut mengatakan, "Ini membuka banyak kesempatan namun secara khusus ini akan membantu kita memahami lebih baik bagaimana rumitnya saat tubuh manusia menggerakkan barang-barang. Jika kita dapat membuat tangan robot seperti tangan manusia maka itu membuka semua jenis kemungkinan bagi organ tubuh buatan. Itu juga berarti sebuah robot yang bergerak seperti manusia dapat mengatasi beberapa pekerjaan yang membutuhkan tangan manusia."

Para ilmuwan telah mengerjakan proyek jutaan pound ini selama tiga tahun dengan dana yang disediakan secara terpisah oleh perusahaan swasta dan juga dua juta euro dari dana EU.

Saat ini tim tengah berencana menghadirkan versi lengkap Ecci dalam jangka dua bulan kedepan.

Robot Chef: Tak Perlu Digaji, Bekerja Cepat dan Efisien



Di Shanghai, Wishdoing ada sebuah restoran cepat saji yang populer yang berlokasi di Jalan Nanjing. Para pemilik restoran itu baru membeli dua robot (yang harganya masing-masing Rp 300juta-an) yang bisa memasak makanan populer orang Cina. Diantaranya: ayam potong dadu dengan kacang, Kung Pao chicken dan Tahu Mapo.

"Tinggal menekan tombol pada robot untuk memilih masakan dan mereka akan menampilkan nama bahan-bahan dan jumlahnya," klaim press release dari restoran itu.

Robot-robot ini sangat efisien dan restoran itu berniat menempatkannya di 100 cabangnya di seluruh negeri. Para pencipta robot ini membuat penampilan robot ini seperti manusia, yang sangat giat bekerja sehingga hanya butuh 3 menit untuk mencuci alat makan dari pesanan sebelumnya, mencampur bahan, menyelesaikan masakan dan menempatkan makanan kedalam piring untuk disajikan.

"Kami yakin robot memasak akan menjadi tren di masa depan bagi industri cepat saji karena mereka mengeluarkan emisi karbon rendah, keamanan dan standar rasa makanan tidak berubah dari outlet yang satu ke yang lain," ujar juru bicara perusahaan makanan cepat saji, Shanghai Qi Ding Food Development Company.

Staf dapur manusia yang dipekerjakan perusahaan perusahaan itu tetap tak kehilangan pekerjaan mereka (setidaknya belum, mengingat para robot ini tidak akan minta naik gaji atau cuti). Haha...

RoboThespian: Robot Humanoid Buatan Firma Kecil Dibeli NASA Seharga Hampir Rp1 Milyar

Dia bisa bicara 15 bahasa, memiliki selera humor yang bagus dan bisa meniru. Dan sekarang, robot berukuran seperti orang asli ini, yang dibuat di sebuah firma kecil di Cornwall, dibeli oleh Nasa untuk dijadikan robot pemandu tur.



Robot yang dikenal sebagai RoboThespian ini ditenagai udara terkompres dan dibuat nyaris seluruhnya dari aluminium. Ia dibuat oleh Cornish firm Engineered Arts, yang hanya memiliki tujuh karyawan.

Tak seperti Robonaut R2 yang lebih keren, RoboThespian lebih tampil membumi. Robo Thespian memiliki tiga variasi, versi Lite, Standard dan Deluxe. Ia juga bisa di-'pekerjakan' untuk berbagai event.

Di website firma pembuatnya, versi Deluxe dibanderol seharga Rp985juta, yang memberikan akses untuk semua fitur advance dari si robot seperti kaki bertenaga dan konten yang bisa dikostumisasi. Nasa membelinya seharga Rp984,720 untuk memandu para pengunjung di sekitar Kennedy Space Centre di Cape Canaveral.

RoboThespian muncul dengan salam dan impresi standar yang nanti bisa Anda tambahkan dengan gerakan yang terekam atau konten ucapan.




Robot ini pertama kali dikembangkan oleh Engineer Arts pada tahun 2006 untuk ambil bagian dalam sebuah produksi Mechanical Theatre di Eden Project. RoboThespian membuat debut resminya pada konferensi Association of Science-Technology Centers di LA pada tahun 2007 dimana dia menampilkan sebuah seri dari cuplikan film dan berinteraksi dengan audiens. Dia memiliki antar-muka layar sentuh yang membuat pengguna bisa membuat pra-program dari serial gerakan.

Will Jackson, bos Engineer Arts mengatakan, "Kami sangat bangga. Ini adalah kemenangan bagi dunia teknis dan permesinan Negara Barat. Kami mengalahkan beberapa perusahaan pembuat robot terbaik dari AS dan Jepang."




NAO: Robot Pertama Yang Memiliki Emosi

Nao dirancang untuk mengekspresikan kemampuan beremosi anak manusia umur satu tahun dan mampu menjalin ikatan dengan orang yang memperlakukannya dengan baik.


Cara kerjanya adalah robot ini mempelajari bahasa tubuh dan ekspresi wajah, dan seiring waktu, mood seseorang juga. Sampai akhirnya bisa 'mengenali' orang itu. Persis seperti bayi.

Robot ini adalah proyek Eropa bernama FEELIX Growing. Lola Canamero, lmuwan komputer dari Universitas Hertfordshire memimpin proyek ini.

Otak robot ini mampu mengingat pengalaman baik dan buruk dari masa lalu. Di masa depan, robot seperti Nao dapat digunakan untuk merawat para lansia. Hm.. mungkinkan ini awal evolusi robot menuju bentuk kehidupan baru seperti Astroboy?

Proyek ini merupakan kolaborasi antara delapan universitas dan perusahaan-perusahaan robot di Uni Eropa.

Telenoid R1: Robot Buatan Jepang Dengan Penampilan Menakutkan

Tubuh pucatnya seukuran anak kecil, ia tidak memiliki kaki dan hanya lengan yang puntung. Tapi dia bukan Casper.

Pembuat robot Jepang, Hiroshi Ishiguro baru saja meluncurkan ciptaan terbarunya - makhluk robotik aneh yang disebut Telenoid R1.

Hiroshi Ishiguro dengan penemuannya terbaru, Telenoid R1, yang katanya dapat mengirimkan kehadiran seseorang dari jarak jauh.

Telenoid dalam aksinya berbicara dengan orang Jepang. robot ini dapat meniru gerakan penggunanya.

Ishiguro telah, di masa lalu, mencoba meniru persis manusia hidup dan pernah mengembangkan robot menakutkan replika dirinya yang ia beri nama Geminoid HI-1.

Geminoid HI-1

Ia juga membuat sebuah robot wanita yang tampak hidup disebut Geminoid F.

Geminoid F

Tapi Telenoid yang baru ini merupakan sesuatu yang lain dari penemu eksentrik ini.

Ishiguro merancang Telenoid R1 menjadi robot yang bisa muncul seperti orang dalam berbagai usia dan yang mudah dipindah-pindahkan. Hal ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai alat komunikasi sehingga orang bisa 'chatting' dari jarak jauh: robot ini seharusnya dapat mentransmit kehadiran seseorang dari suatu tempat yang jauh.

Untuk mengoperasikan, pengguna harus duduk di komputer dengan webcam yang melacak gerakan pengguna dan menangkap suara mereka.

Aktuator dalam tubuh membantu robot itu bergerak dengan cara yang realistis.

Gerakan-gerakan ini kemudian ditirukan oleh Telenoid yang duduk dengan penerima pesan.

The Telenoid R1 akan diperlihatkan pada festival tahun ini, Ars Electronica di Linz, Austria.

Ishiguro mengatakan: "Penampilan uniknya bisa jadi menakutkan ketika kita pertama melihatnya. Namun, setelah kita berkomunikasi dengan orang lain dengan menggunakan telenoid, kita dapat beradaptasi. Jika seorang teman berbicara dari telenoid, kita dapat membayangkan wajah teman wajah telenoid itu. Jika kita menerimanya, kita bisa merasakan, bahwa kita dekat dengan teman kita itu."


Robot Pragawati




Tak lama lagi, robot akan bersaing atau kalau tidak menggantikan model di catwalk. Robot terbaru buatan Jepang ini tidak hanya cantik, tetapi juga bisa berlenggak-lenggok dengan pinggul bergoyang saat berjalan.

"Secara teknologi, ia sudah mencapai level tersebut," ujar Hiroshi Hirukawa, salah satu ilmuwan dari National Institute of Advanced Industrial Sciences and Technology, lembaga riset yang didukung penuh dana Pemerintah Jepang. Robot tersebut dipamerkan, Senin (16/3), dalam peragaan busana di Tokyo.

Saat berjalan, gerakan-gerakan kaki dan tangannya luwes seperti manusia. Ekspresi wajahnya juga dapat berubah-ubah dari sedih ke senang dengan mengatur gerakan mata dan mulut sesuai perintah.

Robot tersebut tampil dengan wajah khas wanita Jepang dengan kulit putih dan rambut hitam lurus sebahu. Tingginya 158 sentimeter dengan berat 58 kilogram. Sementara itu, bagian badannya masih berupa logam berwarna perak.

Selain model di catwalk, robot yang diberi nama HRP-4C itu mungkin dapat digunakan pula untuk menggantikan pemandu atau instruktur. Misalnya, pemandu arah di taman kota atau sekadar menggerak-gerakkan badan untuk memberi hiburan pengunjung tempat hiburan.

Sayang, harganya masih sangat mahal. Platform robot tanpa bagian wajah yang halus berbahan silikon akan dijual dengan harga 20 juta yen atau sekitar Rp 2,4 miliar.

Meski demikian, software yang mengatur gerakan robot tersebut akan disumbangkan kepada publik. Para pengembangnya berharap, komunitas robot di saluruh dunia dapat meningkatkan kemampuan robot tersebut dengan cepat.


Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...