Tampilkan postingan dengan label laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laut. Tampilkan semua postingan

Ada Yang Mirip Burger dan Karakter Kartun, Hewan-hewan Laut Ini Anti-mainstream!

Seorang nelayan dari Murmansk, Rusia belum lama ini menemukan makhluk-makhluk laut yang sangat tidak biasa. Roman Fedorstov, 39 tahun, tadinya memancing untuk mendapatkan ikan kod, haddock dan makarel dengan kapal pukatnya. Nah, kadang-kadang dia memancing hingga kedalaman 900 meter lebih di bawah permukaan.

Dari kedalaman ini lah dia mendapatkan makhluk-makhluk laut yang sangat ajaib dan aneh ini. Ada yang mirip donat, ada juga yang mirip burger. Yang seram-seram seperti alien sampai yang lucu seperti karakter kartun juga ada.

Pak Roman menemukan makhluk-makhluk ini di lautan Norwegia dan Barents di utara Rusia, juga di kedalaman samudera Atlantik.

Penemuan ini menunjukkan masih ada banyak sekali yang belum kita telusuri di lautan. Karena makhluk-makhluk ini bukan sesuatu yang cuma jarang dilihat oleh orang non-nelayan, tapi juga merupakan penemuan langka bagi para nelayan.

Hewan-hewan laut ini dirawat ketika diangkat dari kedalaman. Tapi beberapa diantaranya mati karena perbedaan tekanan udara.

Keren ya makhluk-makhluk di planet Bumi.

Samudera Pasifik Mengandung Kafein

Ilmuwan menemukan bahwa air laut Samudera Pasifik mengandung kafein dengan konsentrasi tinggi. Dan remis laut merasakan efeknya.

Kafein tidak hanya berpengaruh pada manusia, tetapi juga hewan, ujar Elise Granek yang memipin penelitian itu.

"Studi kami menemukan bahwa, berlawanan dengan prediksi kami, perusahaan pengolah limbah air bukanlah sumber utama dari kafein di air laut."

Studi tersebut menemukan bahwa kadar kafein justru lebih rendah dekat populasi besar.

Pada musim semi 2010, mereka mengumpulkan dan menganalisa sampel dari 14 pantai dan tujuh perairan yang berbatasan sepanjang Astoria utara dan selatan Brookings.

Selain Samudera Pasifik, kandungan kafein juga ditemukan di Laut Utara, Mediterania, Puget Sound, Pelabuhan Boston dan Teluk Sarasota, Florida.

Link

"Pemupukan Besi" Dapat Bantu Dampak Perubahan Iklim

Menurut studi terbaru, memasukkan besi kedalam laut dapat menyerap CO2 untuk waktu berabad-abad, sehingga hal ini akan membantu mengurangi dampak dari perubahan iklim.


Corethron pennatum, spesies diatom yang berkembang selama fertilisasi menggunakan besi.

Sejumlah bagian samudera kurang akan kandungan besi yang dibutuhkan bagi berbagai jenis alga. Ketika serbuk besi disebarkan di samudera Atlantik, alga-alga ini pun tumbuh dan berkembang.

Biaya yang dibutuhkan diperkirakan $240,000 untuk 3,000 ton CO2.

Link1 / Link2

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...