Tampilkan postingan dengan label rubah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rubah. Tampilkan semua postingan

Dongeng Dunia: Singa Yang Serakah

Suatu hari, keledai dan rubah diajak untuk membuat sebuah kesepakatan dengan singa. Isi kesepakatan itu adalah bahwa mereka harus menemani satu sama lain selama berburu makanan. Agar hasil yang didapatkan lebih maksimal dan mereka pun tidak perlu khawatir akan kelaparan.

Keledai dan rubah sedikit gugup memikrikan jika harus menemani singa berburu. Tapi memikirkan keuntungan dari kesepakatan ini, mereka pun setuju.

Mereka bertiga pun pergi berburu di hutan mencari makanan. Keledai bertugas mengawasi hewan buruan. Lalu dia akan mendekati hewan itu dan memperkenalkan diri. Itu adalah tanda bagi rubah dan singa yang bersembunyi.

Kemudian rubah akan keluar lebih dulu, mengancan hewan buruan itu. Setelah hewan itu ketakutan, dia akan lari, dan rubah akan mengejarnya, namun mengarahkannya kearah sang singa. Kemudian singa pun langsung menyergapnya dan memangsa hewan tersebut.

Ketiga hewan itu membawa pulang hasil buruan mereka. Mereka sangat senang ketika daging hewan buruan itu disajikan di depan mereka. Singa mengayunkan cakarnya dan mengambil sebagian besar daging buruannya.

Keledai berkata, "Bukankah seharusnya kita membagi daging ini sama banyaknya agar adil?"

Singa menggeram, "Apa kau pikir kau sanggup membunuh seekor hewan dalam satu serangan? Kau tidak tahu bersyukur!" Dengan marah, sang singa menyergap si kedelai dan membunuhnya.

Rubah menjadi sangat ketakutan. Ia pun hanya mengambil sebagian kecil dari daging di hadapannya.

"Kau lebih pintar dalam berbagi, rubah," ujar singa dengan congkak.

"Aku belajar dari nasib yang dialami si keledai," ujarnya, pahit.

"Tunggu! Apa kau mengambil bagian hati? Apakau tidak tahu hati adalah kesukaanku?! Kau sangat tidak bersyukur!" Dan dalam sekejap, singa pun menyergap dan membunuh si rubah.

Akhirnya singa manyantap daging ketiga hewan itu hingga kekenyangan. Karena perutnya penuh, dalam sekejap singa itu menjadi mengantuk. Ia bahkan tidak sadar ketika ada keributan dari dalam hutan.

Suara letusan senapan berburu diiringi teriakan seperti suara terompet dari kawanan gajah. Ketika singa terbangun, ia kaget melihat gajah-gajah berlarian di sekelilingnya. Namun ketika ia hendak berdiri, seekor gajah yang sedang berlari panik tidak sengaja menginjaknya dan sang singa pun tewas seketika.

Rubah Yang Tidak Memiliki Ekor




Suatu hari, seekor rubah berjalan-jalan saat tiba-tiba ia mendengar suara yang keras dan merasakan rasa sakit yang menusuk di bagian bokongnya.

"Ooowww!!!" lolong rubah, airmatanya berlinang. "Itu menyakitkan. Ooowww!!!"

Sang rubah menoleh ke belakang dan melihat ekornya terkena ranjau. Ia berjuang untuk membebaskan diri namun ekornya terjepit sangat kuat di gerigi ranjau itu.

Dengan usaha terakhir rubah itu menggunakan seluruh kekuatannya dan bebas!

"Ooooowww!!!!" lolong rubah saat ia menoleh kebelakang dan melihat ekornya masih terjepit di ranjau. Akhirnya yang tersisa hanya sedikit saja di bagian ekornya.

"Ekorku, ekorku yang cantik. Apa yang harus kulakukan?" rintihnya. "Bagaimana aku akan menghadapi rubah-rubah lain tanpa ekor indahku? Pasti sangat memalukan."

Sang rubah berpikir dan akhirnya memiliki sebuah rencana.

Ia memanggil semua rubah lain untuk bertemu.

Ketika mereka melihat bagian kecil di buntutnya mereka mulai tertawa.

"Aku memotong ekorku dengan sengaja dan aku ingin kalian semua melakukan yang sama." dia berteriak menembus riuh tertawa.

"Ekor yang besar hanya membuat masalah," ia berteriak. "Saat kita dikejar oleh anjing membuat kita mudah tertangkap, dan saat kita berkumpul untuk ngobrol, tidak ada yang tahu gunanya. Apakah harus dilingkarkan di kaki, mendudukinya, atau menaruhnya supaya orang tersandung?" tanya sang rubah. "Jadi sekarang saatnya untuk membebaskan diri kita dari ekor dan bergabung bersamaku dalam kelompok tanpa-ekor."

Salah satu rubah tua menggeleng dan berkata, "Kau tidak akan berkata demikian jika masih memiliki ekor yang indah. Kau hanya mengatakannya karena kau malu."

Semua rubah lain pergi sambil tertawa dan menaikkan ekor-ekor besar dan lebat mereka.

Pelajaran moral: Jangan percaya pada seseorang yang memiliki minat pribadi yang berhubungan dengan kekurangan mereka sendiri. Misalnya kelompok patah hari, dan sebagainya. Itu hanya akan membuat kita jadi sama memalukan.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...