Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan

Misteri Kunci Yang Hanya Bisa Mengunci dari Luar

Pernahkah kamu menemukan benda-benda atau ruangan aneh nan misterius di rumahmu? Seorang pengguna Reddit yang tak menyebutkan nama aslinya membagikan sesuatu yang misterius kepada forum Internet tersebut.

Selama lima tahun belakangan, dia tinggal di sebuah rumah yang dibangun di tahun 1937. Di rumah itu dia menggunakan kunci tua yang sama alias nggak pernah diganti.

Tapi ada sesuatu yang misterius dengan kunci ini.

Foto: Reddit

Bentuknya mungkin biasa aja ya. Dan kunci ini adalah jenis yang bisa mengunci semua ruangan di rumah ini. Tapiii... Pintu-pintu kamar tidurnya, semuanya itu didesain hanya bisa dikunci dan dibuka dari luar. Artinya, kunci ini tidak bisa digunakan dari lubang kunci dari dalam kamar-kamar tersebut.

Inilah yang mengundang pertanyaan dan misteri. Jika kunci ini hanya diperuntukkan untuk mengunci dan membuka kamar-kamar tidur dari luar, apa alasannya? Apa atau siapa yang mereka kurung di dalam kamar-kamar itu?

Misteri seputar rumah ini tidak sampai disitu. Pemilik rumah itu menulis, "Anak laki-laki saya pernah menggali lubang besar di halaman dan menemukan sejumlah botol-botol aneh musim panas ini. Aku melakukan riset berdasarkan label-label (pada botol). Salah satunya adalah semacam creosote (bahan kimia) yang dulu digunakan di era 1900an sebagai obat batuk bengek."

Creosote adalah obat jadul yang digunakan dengan cara dihirup uapnya, dengan mengaplikasikannya pada saputangan atau menggunakan alat penguapan obat.

Foto: Fine Arts America

"Tapi obat itu justru membunuh orang karena asap yang menyebar tanpa ventilasi. [Anak saya] terkena di kulitnya dan membuat perih serta meninggalkan berkas coklat selama beberapa hari."

Lebih misterius lagi, mereka juga menemukan sejenis pisau Jepang (semacam katana kecil) di sebuah lemari tinggi peninggalan penghuni lama.

Bagaimana menurut kamu? Kenapa kunci itu hanya bisa mengunci dari luar? Apakah ada hubungannya dengan kamar yang difungsikan sebagai penginapan? Mengamankan anak-anak yang masih kecil? Atau alasan-alasan lain?

Mata Air Penuh Misteri, Fosse Dionne di Perancis Telah Menelan Tiga Nyawa Penyelam. Berani Memecahkan Misterinya?

Siapa bilang di Perancis itu cuma ada tempat-tempat romantis atau sarat akan seni? Di wilayah Burgundy, Perancis ada yang namanya mata air Fosse Dionne yang sangat misterius.

Pasalnya, kalau biasanya sebuah mata air bisa dilacak sumbernya, mata air Fosse Dionne ini tidak diketahui sampai sekarang sumbernya itu dari mana. Diselami sampai dasar pun, yang ditemui hanyalah liang yang kian meruncing, tapi nggak ada ujungnya.

Foto: Wikimedia Commons

Mata air ini bisa kamu temukan di dekat kota Tonnerre. Menurut catatan, mata air Fosse Dionne mengalirkan 311 liter air per detik, sementara di cuaca hujan bisa meningkat sampai 3,000 liter per detik. Dulu orang Romawi minum air dari mata air ini. Bangsa Celtic pun menganggap mata air ini sakral. Sementara bangsa Perancis menggunakannya sebagai tempat rumah mandi di tahun 1700an.

Sisi tragisnya, banyak yang mencoba mencari sumber atau dasar dari mata air ini, tapi tidak berhasil dan tiga penyelam justru bertemu maut di mata air ini. Sejak tahun 1700an, orang mulai bertanya-tanya dari mana sih sumber air ini. Yah, nggak jauh beda lah dari negara +62, banyak orang jaman dulu pun menganggap mata air ini sebagai portal menuju dunia lain, ada pula yang percaya di dasar mata air ini terdapat ular raksasa.

Penelurusan yang terbaru dilakukan tahun 2020 kemarin, ketika walikota Tonnerre membayar penyelam profesional Pierre-Éric Deseigne untuk mengungkap misteri mata air ini. Udah nyampe 70 meter di bawah tanah, atau 370 meter total dari mulut liangnya, tapi mas Pierre-Éric Deseigne tak berhasil menemukan sumbernya.

Yang bisa kita ketahui adalah, airnya keluar dari jaringan goa batu gamping/kapur bawah tanah, tapi titik sumbernya tidak diketahui. Dengan sejarah kematian beberapa penyelam di mata air ini, tentu tidak semua orang percaya diri untuk mencoba mengungkap misteri mata air Fosse Dionne.

Kamu mau mencoba?

Penjelasan Rasional Misteri "Segitiga Bermuda"

Oala Magz - Kanal berita Inggris, BBC menawarkan penjelasan rasional mengenai kejadian-kejadian aneh dan misterius meliputi area Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik.

Angkatan Udara Amerika tak lagi membahas mengenai fenomena-fenomena seperti itu sebab tak ada lagi kasus pesawat atau kapal laut yang hilang secara misterius dari radar, seolah raib tanpa jejak. Samudera Atlantik diantara pantai Florida, Puerto rico dan Bermuda semakin kehilangan pesona misterinya. Segitiga Bermuda saat ini nampak tak seseram dahulu. Atau mungkin beristirahat sejenak setelah menelan banyak korban. Hanya Tuhan yang tahu.

BBC memiliki penjelasan yang cukup meyakinkan yang menyatakan bahwa kasus-kasus hilang misterius yang kebanyakan terjadi di era 1940-an itu adalah faktor kesalahan teknis semata. Pada tanggal 30 Januari 1938 pesawat Avro Tudor IV dari British South American Airways hilang secara tiba-tiba.

Para ahli saat itu mengatakan hilangnya pesawat itu akan tetap menjadi misteri. Namun, para ahli yang diwawancarai BBC saat ini yakin bahwa kecelakaan itu adalah akibat dari masalah teknis serta cuaca, misalnya cuaca buruk atau konsumsi bahan bakar yang melebihi perkiraan.

Flight 19
Dengan kata lain, kecelakaan terjadi karena masalah dengan bahan bakar. Kasus lain, para ahli percaya bahwa penyebab kecelakaan itu adalah sistem keamaan armada yang masih belum sempurna pada masa itu, seperti pecahnya sistem hidrolik yang meledak.

Mereka menyimpulkan bahwa pada masa itu orang cenderung menyalahkan kecelakan-kecelakaan misterius itu pada faktor luar, sehingga menambah dan mengembangkan cerita-cerita miring seputar Segitiga Bermuda.

Penerbangan Angkatan Udara AS yang terkenal, Avengers Flight 19 yang menghilang di Segitiga Bermuda disebut sebagai hasil kegagalan perlengkapan pada pesawat pada saat bersamaan atau semacam efek magnetik.

Namun disamping usaha-usaha untuk menjelaskan secara rasional, Segitiga Bermuda tetap meninggalkan sejumlah misteri untuk generasi-generasi mendatang.

Hantu Wanita Tua Yang Memastikan Rumahnya Jadi Dibeli

Inilah yang dikatakan Anne Diamond, seorang penyiar radio dan pembawa acara televisi kondang Inggris, di DailyMail:

Pertama-tama, aku harus mengatakan aku tidak percaya hantu. Aku terlalu bernalar untuk ditakut-takuti dengan sesuatu yang misterius.

Tapi ketika tukang pos mengatakan padanya, "Mereka menemukan (mayat) wanita itu di lantai ruang keluarga; dia sudah tewas selama dua minggu," kata-kata tukang pos itu langsung membuatnya merinding.

Setelah bercerai pada tahun 1999, Anne mulai mencari-cari rumah baru untuk ditinggali bersama keempat puteranya, seorang pengasuh, sekalian mengunjungi beberapa kerabat.

Ia langsung jatuh hati pada sebuah rumah indah bergaya Victoria dekat Warwick Castle.

Agen perumahan mengatakan dia belum menyiapkan detail mengenai rumah itu, tapi mempersilahkan Anne untuk langsung melihat sendiri.

Rumah itu terlindungi oleh pohon-pohon cemara tinggi dan sebuah gerbang ganda yang besar dan dalam keadaan terbuka saat ia membawa masuk mobilnya melewati jalan setapak berkerikil.

Mereka disambut oleh seorang wanita tua yang ramah. Ia langsung bercerita tentang rumah itu. Dia membawa anak-anaknya ke rumah itu bertahun-tahun yang lalu tapi sekarang anak-anaknya sudah tinggal di luar negeri dan mendesaknya untuk menjual rumah itu untuk pindah ke sebuah flat pensiunan.

Dia mengaku sedih jika harus meninggalkan rumah itu tapi senang jika rumah itu akan diisi oleh suara-suara anak-anak lagi.

"Wah kebetulan saya punya keluarga besar dan kami suka berpesta!" kata Anne. Wanita tua itu pun sangat senang mendengarnya.

Setelah itu Anne langsung menelpon agennya dan mengutarakan kesukaannya pada rumah itu. Harga sudah disetujui, dan Anne sudah membayangkan rencana-rencana yang akan dilakukannya untuk rumah barunya.

Karena itulah ia sangat kecewa ketika sekitar seminggu kemudian, agennya menelepon dan mengatakan rumah itu tidak jadi dijual, karena wanita tua itu tiba-tiba memutuskan untuk tidak menjualnya.

Ia menitipkan permintaan maaf kepada Anne melalui sang agen.

Meski kecewa, Anne mulai berburu rumah baru lagi. Tapi ia tetap tidak dapat melupakan rumah itu.

Lalu secara mengejutkan, sekitar 6 bulan kemudian sang agen perumahan meneleponnya lagi dan mengatakan rumah itu kembali dijual. Sekarang rumah itu sudah benar-benar kosong dan bisa langsung ditempati hanya dengan menambahkan beberapa ratus pound.

Anne mengajak ibunya yang juga jeli dalam urusan properti untuk melihat-lihat rumah tersebut. Kali ini gerbangnya tertup, sehingga Anne harus membukanya sendiri dengan kumpulan kunci yang sudah diambilnya dari agen.

Namun ketika ia dan ibunya berdiri di undakan depan pintu dan Anne masih berusaha menemukan kunci untuk pintu depan, pintunya terbuka dan wanita tua berambut putih itu muncul dengan tersenyum menyambut mereka, seperti saat sebelumnya. Dia meminta maaf karena rumahnya tampak kosong dan 'kurang ramah'.

Dia berkata, "Kau tahu susunan rumah ini, jadi aku akan tinggalkan kalian untuk melihat-lihat sendiri..." Kemudian dia pergi ke dapur, menyeret tubuhnya yang kurus dan pucat.

Anne ingat cahaya menjadi redup, karena itu ia dan ibunya langsung memutuskan melihat lantai atas terlebih dahulu. Kamar-kamarnya tampak besar, tanpa furnitur dan rumah itu membuat suara gema yang menakutkan.

Anne mencoba mencari saklar untuk menyalakan lampu, dan menyadari bahwa listriknya ternyata sudah diputus.

Mereka turun ke bawah dan ibu Anne memanggil wanita tua itu untuk menanyakan apakah dia punya lentera. Tapi mereka tidak bisa menemukan wanita tua itu dimanapun.

Anne pun memutuskan untuk mempercepat urusannya dan segera pergi. Ia kemudian melihat bahwa meskipun jendelanya tidak bertirai, tapi hanya ada sedikit sekali cahaya yang masuk. Suasana privasi yang tadinya sangat disukai Anne berubah menjadi suasana kelabu.

Ibunya duduk dan menghela nafas, "Sekarang kita tidak bisa melihat apapun, tapi aku akui rumah ini memang indah. Besar, kokoh, sangat layak, banyak kamar: kau bisa melakukan banyak hal di rumah ini."

Selagi bicara, mereka kemudian sadar, bahwa Ibu Anne tengah duduk diatas sebuah benda yang tampak seperti peti mati, padahal mereka tahu seharusnya rumah itu benar-benar kosong. Ibu Anne langsung bangkit berdiri.

"Aku tidak suka ini," bisiknya. "Ini bentuknya seperti peti mati."

Baik Anne dan ibunya bukanlah orang yang percaya takhayul, tapi mereka berdua langsung lari menuju pintu depan. Dan mereka pun merasa aman lagi begitu sampai di mobil dan melaju pergi.

Pagi berikutnya, Anne menghubungi agen perumahannya untuk mengembalikan kunci dan menjelaskan mengapa ia pergi tanpa mengunci pintu pagar.

Namun sang agen justru bingung. Ia mengatakan bahwa tidak ada lagi orang punya kunci rumah itu selain dirinya. Ia juga menjelaskan bahwa wanita tua pemilik rumah itu sudah meninggal secara mendadak, dan anak-anaknya sudah membersihkan tempat itu untuk menjualnya kembali. Itu terjadi sudah berminggu-minggu yang lalu dan wanita tua itu sudah dimakamkan.

Anne kemudian bertanya mengenai kotak besar yang ia dan ibunya lihat seperti peti mati di tengah-tengah ruang keluarga. Agen itu pun kembali menjelaskan, "Tempat itu sudah benar-benar kosong, saya yakinkan Anda."

Untuk meyakinkan Anne, agen itu menawarinya untuk menengok rumah itu bersama-sama. Maka mereka kembali mengunjungi rumah tersebut.

Dan ternyata memang tidak ada apapun di ruang keluarga di rumah itu.

"Apakah Anda masih ingin membelinya?" tanya sang agen.

"Tidak mungkin, tidak sekarang," jawab Anne.

Saat Anne kembali ke mobilnya, seorang tukang pos berjalan lewat dan bertanya, "Apa Anda akan membeli rumah itu?"

"Tidak, aku tidak berpikir itu hal yang benar bagiku," Anne berkeluh.

Tukang pos itu melanjutkan, "Rumah itu sudah dihuni keluarga yang sama selama bertahun-tahun. Sangat menyedihkan bagaimana wanita tua itu meninggal. Dia di rumah itu selama dua minggu sebelum siapapun menemukannya. Akhirnya mereka harus mendobrak masuk dan disanalah dia, terbaring tak bernyawa di lantai ruang keluarga."

Sebagian diri Anne merasa yakin tindakannya benar untuk menjauhi rumah itu. Namun sebagian dirinya lagi tak habis pikir mengenai peristiwa ini. "Apakah wanita tua itu kembali dari kematian untuk memastikan aku membeli rumahnya? Dia sangat senang saat mengetahui rumah kesayangannya akan berpindah tangan ke keluarga besar juga, yang akan mengisi rumah itu dengan kebahagiaan dan tawa."

Wanita tua itu kembali, meskipun sebagai hantu, untuk mengantar Anne melihat-lihat rumahnya untuk yang terakhir kalinya. Namun misteri peti mati yang seolah menunjukkan posisi kematian wanita tua itu masih membuatnya bertanya-tanya.

Mengungkap Profil Pembunuh Legendaris Jack The Ripper


Pada tahun 1988, seratus tahun dari masa kejadian (1888), FBI pernah membeberkan dokumen mengenai profil pembunuh berantai legendaris, Jack The Ripper.

Dokumen itu adalah analisa berjumlah tujuh halaman yang mengungkapkan bahwa agen khusus John Dougla, yang memiliki reputasi dalam menjaring pembunuh, memberikan detil mengenai profil fisik dan psikologis mengenani Sang Perobek/The Ripper.
CTRL+KLIK untuk memperbesar.

Profil itu menggambarkannya sebagai pria yang sederhana, berpakaian rapi, pendiam, suka minum di tempat minum setempat dan tak berkeluarga.

Namun FBI menolak memastikan siapa atau nama sang pembunuh.

Agen khusus Douglas menulis, "Kami akan mencari seseorang dengan tinggi dan/atau berat badan dibawah atau diatas rata-rata. Yang memiliki masalah dengan berbicara, wajah dengan bekas luka, penyakit fisik, atau cidera.

Kami tidak berpikir tersangka sudah berkeluarga. Jika pun ia pernah menikah, kemungkinan dengan seseorang yang lebih tua darinya dan pernikahan itu tidak berlangsung lama.

Ia tidak pandai bersosial dan bertemu dengan orang-orang dan mayoritas hubungan seksualnya dengan lawan jenis secara luas adalah dengan prostitut (PSK)."

Ia melanjutkan, "Pelaku tidak terlihat tak biasa. Namun, pakaian yang ia kenakan saat melakukan kejahatannya bukanlah pakaian sehari-harinya. Ia tidak ingin para wanita prostitut itu curiga dan menunjukkan bahwa dia punya banyak uang…

Ia berasal dari keluarga dimana ia dibesarkan oleh ibu yang mendominasi dan ayah yang lemah dan pasif. Dan tampaknya, ibunya suka mabuk-mabukan dan menikmati berhubungan dengan banyak pria.

Sebagai hasilnya, ia tidak mendapatkan perawatan yang konsisten dan kontak dengan sosok teladan dari orang dewasa yang stabil."

Douglas mencatat bahwa latarbelakang keluarga yang labil ini menyebabkan tumbuhnya sosok pembunuh di dalam dirinya dari kemarahan pada masa-masa mudanya, menjadikannya tertutup dan menyalurkan kefrustasiannya melalui perbuatan keji dan merusak.

Ia menduga bahwa sang pelaku suka menjalani pekerjaan dimana ia bisa sendirian dan menggali khayalan-khayalan mengerikannya bahwa ia adalah seorang tukang daging atau asisten pengelola pemakaman.
Sang agen FBI menulis, "Dia mungkin dikenal sebagai orang yang pendiam, penyendiri, pemalu, menarik diri, penurut, dan rapi dalam hal penampilan dan pekerjaan.

Dia minum di pub-pub setempat dan setelah beberapa saat minum, dia menjadi lebih rileks dan membuatnya lebih mudah untuk melakukan percakapan. Dia tinggal atau bekerja di area Whitechapel."

5 "korban kunci" Jack The Ripper

Meskipun total ada 11 pembunuhan oleh Jack The Ripper, pembunuhan wanita PSK Mary Ann Nichols, Annie Chapman, Elizabeth Stride, Catherine Eddowes dan Mary Jan Kelly disebut sebagai lima kasus kunci karena sama-sama terjadi di area kecil Whitecpael di London.

Selain profil Jack The Ripper, dokumen itu juga termasuk profil para korban, tindak kriminal dan analisa TKP, ciri dan karakter pelaku dan pola kebiasaan sebelum dan setelah serangan.

Semua tenggorokan korban dipotong dan beberapa organ dalam diambil termasuk uterus dan jantung.

Douglas menjelaskan karakter para korban wanita: "Dalam setiap pembunuhan, sang korban adalah PSK dengan reputasi peminum berat. Kedua komposisi ini menempatkan korban dalam kategori 'resiko tinggi'.

Seorang wanita PSK yang mabuk berat berarti mencari masalah. Kami mencurigai bahwa ada banyak contoh yang menunjukkan wanita-wanita ini diserang secara fisik, diperkosa dan dirobek.

Korban-korban Jack The Ripper tertarget sebab mereka mudah dijangkau. Jack The Ripper tidak harus memulai kontak. Karena sudah dilakukan sendiri oleh sang PSK. Ini adalah hal yang penting dalam kasus semacam ini."

Agen khusus Douglas berkata ia yakin The Ripper minum-minum dulu sebelum melakukan aksinya.

Setelah itu dia kembali ke area yang aman untuk membersihkan darah dari tangannya dan noda tanah di pakaiannya.

Ia juga tidak percaya bahwa Jack bunuh diri setelah melakukan aksi terakhirnya, tapi hanya sekedar menghentikan kegiatan membunuhnya setelah polisi melakukan sejumlah wawancara yang membuktikan keberadaan The Ripper.

Agen khusus Douglas pun meninggalkan laporannya menggantung, tanpa memberikan nama yang spesifik dari sang pembunuh.

Website Polisi Metropolitan menyatakan, "Cukup untuk dikatakan tersangka-tersangka utama lebih sedikit dari yang kita percayai dari para penulis.

Dan untuk menyusutkannya pada hanya yang disangka paling kuat oleh banyak opsir polisi, kita hanya punya empat tersangka."

4 tersangka utama yang diduga sebagai "Jack The Ripper."

Mereka adalah Aaron Kosminski, Montague John Druitt, Michael Ostrog dan Dr Francis J. Tumblety.

Dokter Ratu Victoria, William Whitey Gull juga dicalonkan sebagai sang pembunuh karena usahanya untuk menutupi skandal sex melibatkan Duke of Clerence (Pangeran Eddy, cucu Ratu Victoria yang menikahi gadis penjaga toko bernama Crook, yang kemudian melahirkan anak yang dititipkan pada Mary Kelly, korban terakhir dari Jack The Ripper).

Identitas asli Jack The Ripper masih menjadi misteri.

Douglas menambahkan dalam laporannya, "Dia bisa jadi tidak akan gentar atau marah jika dituduh secara langsung atas pembunuhan-pembunuhan itu.

Jack The Ripper percaya pembunuhan-pembunuhan itu adalah tindakan yang tepat dan dia hanya mengambil hal-hal yang mudah membusuk - yaitu orang-orang yang seperti sampah (sampah masyarakat)."

Ada sebuah petikan menarik dari misteri Jack The Ripper yang saya petik dari buku Misteri Besar Yang Tak Terjawab - Jilid 5 terbitan Alice Saputra Communications Co..

Setelah pembunuhan Mary Kelly, koran-koran mempublikasikan  gambar menurut deskripsi teman Mary Kelly yang melihatnya bersama seorang klien pada malam kematiannya.

Ia berkata pria itu mempunyai tinggi sekitar 150 cm, berusia sekitar 35 tahun dan berpakaian bagus, dan ia memiliki rantai jam emas yang menggantung dari saku rompinya.

Mary terdengar berbincang dengan pria itu. "Apakah kau tak apa-apa mendengar apa yang sudah kuberitahukan padamu?"  pria itu bertanya. "Tak apa-apa, sayang," jawab Mary, sambil menggandengnya. "Ikutlah, kau akan merasa nyaman."

Beberapa jam kemudian seorang penjual kastanye bakar melihat seorang pria dengan ciri-ciri sama, mengenakan jubah panjang dan topi sutra, dengan kumis tipis yang melengkung ujung-ujungnya. Memberikan kesan tak menyenangkan, ia membawa tas hitam, yang kemungkinan berisi perlatan bedah untuk merobek korban-korbannya.

Pria itu bertanya pada si penjual kastanye, "Apakah Anda mendengar bahwa telah terjadi pembunuhan lagi?"

"Ya," jawab si penjual kastanye.

"Saya tahu lebih banyak tentang pembunuh itu daripada Anda," kata pria misterius itu sambil berjalan menjauh.

Kasus 'Gadis dalam Mantel Afghan' Akhirnya Terkuak Setelah 35 Tahun


Misteri kematian 'Gadis dalam Mantel Afghan' 35 tahun lalu akhirnya terkuak setelah gambarnya disebarluaskan ke publik. Seorang pria mengaku mengenalinya setelah gambar wajahnya direkonstruksi menggunakan komputer dan dimuat di suratkabar.

Polisi telah berusaha mengungkap identitasnya sejak dia ditemukan tewas dengan kondisi yang sulit dikenali di sisi A1 (Alliance One) di Hertfordshire pada Februari 1975 setelah tampaknya ditabrak lori. Kemudian, belakangan di tahun ini, seniman forensik dari Universitas Dundee membuat sebuah gambar wajah gadis yang mirip berdasarkan struktur tulangnya.

Melihat gambar ini di koran bulan lalu, pemilik toko hewan David Liversedge dan isterinya Barbara mengenali gadis itu sebagai pelajar cantik Perancis bernama Odile Ludic yang pernah tinggal bersama mereka di tahun 70an.

"Aku melihat ke gambar itu dan mengenali wajahnya sebelum membaca ceritanya," kata David, 57 tahun. "Aku menunjukkan koran itu ke isteriku dan bertanya padanya kepada siapa wajah itu mengingatkannya dan dia langsung bilang 'Odile'."

Polisi kini mencoba mengontak keluarga Ludic di Perancis. Tn Liversedge ingat pada malam di tahun 1972 saat pertama kali bertemu Odile.

"Dia menumpang di Circular Road Utara London saat terjadi badai petir besar. Dia memakai mantel Afghan dan aku bahkan tidak tahu apakah dia laki-laki atau perempuan saat itu," dia mengenang.


Dia memberinya tumpangan dan akhirnya mereka pun berteman selama enam bulan selama gadis itu, di usia 20an, tinggal bersamanya dan isterinya di sebuah cottage di Bedfordshire. Tn Liversedge bahkan membantu Odile, yang saat itu sedang memulai kursus bahasa di Cambridge, untuk mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik souvenir dekat situ.

Afghan Coat yang populer di tahun 70an
Odile memberi sedikit sekali keterangan tentang latarbelakangnya, kecuali bahwa dia datang dari sebuah kota di utara Paris.

Pada tahun 1973, Odile pindah ke Cambridge dan keluarga Liversedge tidak pernah melihatnya lagi.

Namun fakta bahwa tubuhnya ditemukan beberapa mil dari rumah mereka dua tahun kemudian membuat Barbara, 59, menyimpulkan bahwa Odile kembali untuk mengunjungi mereka saat ia terbunuh. Polisi Perancis telah mengontak melalui Interpol mengikuti informasi Tn Liversedge. Detektif Metropolitan yang sudah pensiun Tom Read, 65 tahun, memimpin penyelidikan kasus lama ini. Dia berkata, "Aku tidak ragu bahwa itu kecelakaan, tapi seseorang pasti tahu sesuatu. Kami tidak pernah menemukan tas tangannya atau sepatu, meskipun jalan itu ditutup untuk pencarian beberapa kali waktu itu."

Sapi Yang Hilang Ditemukan di Got


Petani Sheng Hsueh di provinsi Fujian, Cina menghabiskan empat hari mencari sapinya yang hilang. Sampai akhirnya sapi malang itu ditemukan di got setelah warga setempat medengar suara lenguhannya yang berasal dari bawah tanah. Para saksi yang mengecek dan membuka lubang got terkejut pada apa yang mereka lihat.

Orang-orang yang lewat pun berhenti untuk memberinya rumput sampai pemiliknya datang.

"Dia tidak terlihat sedih atau tersiksa. Begitu orang-orang mengeluarkannya dia menemukan sepetak rumput dan langsung memakannya," kata Wang Hsia, penduduk lokal.

Bagaimana sapi itu bisa sampai di tempat seperti itu masih menjadi misteri.

Batu Yang Kembali Lagi


Ivan Sanderson, ahli pengetahuan alam dan penulis terkenal, mengunjungi perkebunan karet di Sumatera tahun 1928, tempat dia berpartisipasi dalam apa yang mungkin hiburan paling aneh sepanjang hidupnya. Makan malam sudah usai, dan semua orang berkumpul di beranda. Tiba-tiba, batu-batu kecil mulai menghujani lantai beranda tadi dari kegelapan. Kemudian, Sanderson berkata,

Tuan rumah memberitahu kami ... bahwa batu-batu kecil ini berulang kali datang, terutama pada malam tertentu dan yang biasanya tenang, tetapi tidak selalu gelap. ... Ketika semua orang mereasa heran dan skeptis, tuan rumah kami kemudian meminta kami untuk memberi tanda pada batu-batu dengan cara yang kami kehendaki dan melemparkannya kembali ke mana pun ke dalam vegetasi yang tumbuh amat rapat atau sekitar halaman atau rumah. Untuk memberi tanda batu-batu tadi dia mengambil kapur dari mejanya, sebatang kikir, dan pensil. Kaum perempuan menggunakan lipstiknya, dan kami menggunakan berbagai macam alat. Kami semua melemparkannya kembali ke dekat atau jauh ke arah yang dapat dipikirkan. Hampir semua, tetapi memang tidak semua batu bertanda itu kembali ke beranda dalam waktu beberapa detik, beberapa batu setelah beberapa menit. Saya akan mengatakan bahwa paling sedikit sekitar lima puluh batu diberi tanda dan dilemparkan di malam itu. ... Saya dapat menjamin kenyataan bahwa secara mutlak tidak mungkin bagi manusia mana pun ... untuk mencari, menemukan, dan melemparkan balik batu bertanda dalam kelebatan vegetasi dengan mengumpulkan dan meneliti seluruh permukaan. [William G. Roll, The Poltergeist, p.38]

Misteri Angka 4 Pada Jam Gadang

Simbol khas Bukittinggi dan Sumatera Barat ini memiliki cerita dan keunikan dalam perjalanan sejarahnya. Hal tersebut dapat ditelusuri dari ornamen pada Jam Gadang. Pada masa penjajahan Belanda, ornamen jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan.

Pada masa penjajahan Jepang, ornamen jam berubah menjadi klenteng. Sedangkan pada masa setelah kemerdekaan, bentuknya ornamennya kembali berubah dengan bentuk gonjong rumah adat Minangkabau.

Angka-angka pada jam tersebut juga memiliki keunikan. Angka empat pada angka Romawi biasanya tertulis dengan IV, namun di Jam Gadang tertera dengan IIII.

Dari menara Jam Gadang, para wisatawan bisa melihat panorama kota Bukittinggi yang terdiri dari bukit, lembah dan bangunan berjejer di tengah kota yang sayang untuk dilewatkan.

Saat dibangun biaya seluruhnya mencapai 3.000 Gulden dengan penyesuaian dan renovasi dari waktu ke waktu. Saat jaman Belanda dan pertama kali dibangun atapnya berbentuk bulat dan diatasnya berdiri patung ayam jantan.

Sedangkan saat masa jepang berubah lagi dengan berbentuk klenteng dan ketika Indonesia Merdeka berubah menjadi rumah adat Minangkabau.

Setiap hari ratusan warga berusaha di lokasi Jam Gadang. Ada yang menjadi fotografer amatiran, ada yang berjualan balon, bahkan mencari muatan oto (kendaraan umum) untuk dibawa ke lokasi wisata lainnya di Bukittinggi.

“Jam Gadang ini selalu membawa berkah buat kami yang tiap hari bekerja sebagai tukang foto dan penjual balon di sini. Itu sebabnya jam ini menjadi jam kebesaran warga Minang,” ujar Afrizal, salah seorang tukang potret amatir di sekitar Jam Gadang.

Untuk mencapai lokasi ini, para wisatawan dapat menggunakan jalur darat. Dari kota Padang ke Bukittinggi, perjalanan dapat ditempuh selama lebih kurang 2 jam perjalanan menggunakan angkutan umum. Setelah sampai di kota Bukittinggi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota ke lokasi Jam Gadang.
Sepintas, mungkin tidak ada keanehan pada bangunan jam setinggi 26 meter tersebut. Apalagi jika diperhatikan bentuknya, karena Jam Gadang hanya berwujud bulat dengan diameter 80 sentimeter, di topang basement dasar seukuran 13 x 4 meter, ibarat sebuah tugu atau monumen. Oleh karena ukuran jam yang lain dari kebiasaan ini, maka sangat cocok dengan sebutan Jam Gadang yang berarti jam besar.

Bahkan tidak ada hal yang aneh ketika melihat angka Romawi di Jam Gadang. Tapi coba lebih teliti lagi pada angka Romawi keempat. Terlihat ada sesuatu yang tampaknya menyimpang dari pakem. Mestinya, menulis angka Romawi empat dengan simbol IV. Tapi di Jam Gadang malah dibuat menjadi angka satu yang berjajar empat buah (IIII). Penulisan yang diluar patron angka romawi tersebut hingga saat ini masih diliputi misteri.

Tapi uniknya, keganjilan pada penulisan angka tersebut malah membuat Jam Gadang menjadi lebih “menantang” dan menggugah tanda tanya setiap orang yang (kebetulan) mengetahuinya dan memperhatikannya. Bahkan uniknya lagi, kadang muncul pertanyaan apakah ini sebuah patron lama dan kuno atau kesalahan serta atau atau yang lainnya. 

Dari beragam informasi ditengah masyarakat, angka empat aneh tersebut ada yang mengartikan sebagai penunjuk jumlah korban yang menjadi tumbal ketika pembangunan. Atau ada pula yang mengartikan, empat orang tukang pekerja bangunan pembuatan Jam Gadang meninggal setelah jam tersebut selesai. Masuk akal juga, karena jam tersebut diantaranya dibuat dari bahan semen putih dicampur putih telur.

Jika dikaji apabila terdapat kesalahan membuat angka IV, tentu masih ada kemungkinan dari deretan daftar misteri. Tapi setidaknya hal ini tampaknya perlu dikesampingkan.

Sebagai jam hadiah dari Ratu Belanda kepada controleur (sekretaris kota), dan dibuat ahli jam negeri Paman Sam Amerika, kemungkinan kekeliruan sangat kecil. Tapi biarkan saja misteri tersebut dengan berbagai kerahasiaannya.

Namun yang patut diketahui lagi, mesin Jam Gadang diyakini juga hanya ada dua di dunia. Kembarannya tentu saja yang saat ini terpasang di Big Ben, Inggris. Mesin yang bekerja secara manual tersebut oleh pembuatnya, Forman (seorang bangsawan terkenal) diberi nama Brixlion.

Sekarang balik lagi ke angka Romawi empat, apakah pembuatan angka empat yang aneh itu disengaja oleh pembuatnya, juga tidak ada yang tahu. Tapi yang juga patut dicatat, bahwa Jam Gadang ini peletakan batu pertamanya dilakukan oleh seorang anak berusia enam tahun, putra pertama Rook Maker yang menjabat controleur Belanda di Bukittinggi ketika itu.

Ketika masih dalam masa penjajahan Belanda, bagian puncak Jam Gadang terpasang dengan megahnya patung seekor ayam jantan. Namun saat Belanda kalah dan terjadi pergantian kolonialis di Indonesia kepada Jepang, bagian atas tersebut diganti dengan bentuk klenteng. Lebih jauh lagi ketika masa kemerdekaan, bagian atas klenteng diturunkan diganti gaya atap bagonjong rumah adat Minangkabau.


Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...