Tampilkan postingan dengan label batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batu. Tampilkan semua postingan

Batu Yang Kembali Lagi


Ivan Sanderson, ahli pengetahuan alam dan penulis terkenal, mengunjungi perkebunan karet di Sumatera tahun 1928, tempat dia berpartisipasi dalam apa yang mungkin hiburan paling aneh sepanjang hidupnya. Makan malam sudah usai, dan semua orang berkumpul di beranda. Tiba-tiba, batu-batu kecil mulai menghujani lantai beranda tadi dari kegelapan. Kemudian, Sanderson berkata,

Tuan rumah memberitahu kami ... bahwa batu-batu kecil ini berulang kali datang, terutama pada malam tertentu dan yang biasanya tenang, tetapi tidak selalu gelap. ... Ketika semua orang mereasa heran dan skeptis, tuan rumah kami kemudian meminta kami untuk memberi tanda pada batu-batu dengan cara yang kami kehendaki dan melemparkannya kembali ke mana pun ke dalam vegetasi yang tumbuh amat rapat atau sekitar halaman atau rumah. Untuk memberi tanda batu-batu tadi dia mengambil kapur dari mejanya, sebatang kikir, dan pensil. Kaum perempuan menggunakan lipstiknya, dan kami menggunakan berbagai macam alat. Kami semua melemparkannya kembali ke dekat atau jauh ke arah yang dapat dipikirkan. Hampir semua, tetapi memang tidak semua batu bertanda itu kembali ke beranda dalam waktu beberapa detik, beberapa batu setelah beberapa menit. Saya akan mengatakan bahwa paling sedikit sekitar lima puluh batu diberi tanda dan dilemparkan di malam itu. ... Saya dapat menjamin kenyataan bahwa secara mutlak tidak mungkin bagi manusia mana pun ... untuk mencari, menemukan, dan melemparkan balik batu bertanda dalam kelebatan vegetasi dengan mengumpulkan dan meneliti seluruh permukaan. [William G. Roll, The Poltergeist, p.38]

Batu-Batu Berbentuk UFO



Pada 27 Mei 2007, beberapa batu mineral berbentuk UFO ditemukan si wilayah Shangrao, propinsi Jiangxi, Cina. Para ahli mengindikasikan bahwa batu UFO itu terbentuk sekitar 300 juta tahun yang lalu.

Batu-batu misterius itu sendiri ditemukan di antara tumpukan batu-batuan yang terabaikan di sekitar tambang batubara. Diantara batu-batu itu ada yang berdiameter 4,9 kaki dengan ketebalan sekitar 7,9 inci dan 23,6 inci. Beratnya sekitar 1 ton masing-masing.

Seorang insinyur dari biro batubara Shangrao mengemukakan teori bahwa batu ini terbentuk pada masa sekitar akhir Paleozic Carboniferus dan Masa Permian mula-mula. Jadi sekitar 300 juta tahun yang lalu.


Batu UFO ini ternyata bukan hanya ditemukan di Jiangxi, batu sejenis juga pernah ditemukan dekat proyek bendungan Shibuya di Sichuan. Berat batu yang ditemukan disana masing-masing sekitar 90 kilogram.

Di Shibuya, batu-batu UFO tersebut ditemukan di Big Cave Bay, sebuah gua alami dimana ada arus air yang mengalir di dalam gua tersebut. Para penduduk menemukan batu aneh tersebut ketika sedang meledakkan bebatuan di situ.

Yang luar biasanya, batu-batuan UFO itu ditemukan dalam kondisi berbaris rapi dengan jarak masing-masing sekitar 1,6 kaki. Dilaporkan bahwa batu UFO ini memiliki tekstur yang keras dan memiliki karakteristik berbeda dengan bebatuan gunung. Sampai saat ini, para ilmuwan masih belum bisa memastikan bagaimana batu tersebut dapat memiliki bentuk seperti UFO (Atau tempurung kura-kura).

Tukang Sate Temukan Emas Dalam Batu

Ponorogo - Kebahagiaan mewarnai keluarga Yanto (50), seorang penjual sate ayam di Ponorogo, Jawa Timur. Pasalnya, sebongkah batu yang biasa dipakai untuk duduk pembeli satenya, mengandung emas yang tak ternilai harganya.


Yanto, yang tinggal di RT 1 RW 3 Desa Karangan, Kecamatan Balong ini tidak menyangka batu berukuran sekitar 80 Cm x 60 Cm ini membawa rezeki bagi keluarganya.
Awalnya batu tersebut besar kemudian dipecah kecil menjadi 112 butir.

Saat ditemui detiksurabaya.com rumahnya, Jumat (16/4/2010), Yanto mengaku emas tersebut ditemukan sejak 30 Maret 2010 lalu. Namun, kabar penemuan itu baru menyebar di masyarakat Ponorogo, 3 hari terakhir.

Yanto menceritakan, batu yang mengadung emas tersebut sudah berada di bawah pohon mindi sejak 9 tahun silam. Batu itu kemudian dibawanya pulang untuk dipecah karena menghalangi mobil Espass miliknya yang akan masuk ke garasi.

"Sebenarnya sudah sejak 30 Maret kemarin. Saya temukan (emas,red) saat memecah batu yang saya pindah karena menghalangi mobil yang mau masuk ke garasi," cerita Yanto.

Saat memecah batu tersebut, Yanto, tidak mengira jika akan menemukan emas di dalam batu tersebut. Saat batu tersebut hampir terbelah, dia bersama anaknya terbelalak, karena melihat warna keemasan yang tertanam di dalam batu. Di dalam batu itu dia melihat batu berwarna keemasan dengan panjang sekitar 30 cm. Hingga sampai saat ini, Yanto juga belum mengetahui pasti apakah batu tersebut benar-benar emas asli atau bukan.

Setelah itu, Yanto memecah batu berwarna keemasan tersebut hingga menjadi butiran kecil-kecil. "Setelah saya pecah, batu emas itu menjadi sekitar 112 butir," ujarnya. Emas tersebut ditemukan sejak 30 Maret 2010 lalu. Namun, kabar penemuan itu baru menyebar di masyarakat Ponorogo, 3 hari terakhir.

Setelah itu tambahnya, batu emas tersebut disimpannya. Hingga sampai saat ini, Yanto juga belum mengetahui pasti apakah batu tersebut benar-benar emas asli atau bukan.

"Mungkin juga ini emas tua. Karena dari warnanya yang kekuning-kuningan. Bahkan tetangga juga mengatakan kalau ini emas asli," ujar Yanto yakin.




Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...