Tampilkan postingan dengan label lukisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lukisan. Tampilkan semua postingan

Kerangka Mona Lisa Ditemukan?


Arkeolog di Florensia, Italia menemukan kerangka yang diduga merupakan milik subjek lukisan paling terkenal, Mona Lisa.

Tim yang dipimpin sejarawan Silvano Vincenti menemukan sebuah pusara di bekas biara yang berisi sisa-sisa jasad Lisa Gherardini, sosok yang diduga merupakan subjek dalam lukisan yang dibuat oleh Leonardo Da Vinci.

Vincenti mengatakan, setelah 1500 tahun, hanya ada dua wanita yang dikuburkan di biara abad pertengahan St. Ursula, yaitu Lisa Gherardini pada tahun 1542 dan wanita terhormat lainnya, Maria del Riccio.

Gherardini dipercaya secara luas merupakan inspirasi dari lukisan Da Vinci. Ia adalah istri seorang pedagang kayak Francesco del Giocondo. Lisa tinggal di biara setelah suaminya meninggal.

Vincenti mengatakan tulang belulang ini akan dites di University of Bologna untuk memeriksa kecocokan DNA dengan kerangka dua putranya, yang dimakamkan di gereja Santissima Annunziata di Florensia.

Penemuan ini diarahkan pada upaya rekonstruksi wajah untuk mengetahui apakah Gherardini pemilik senyum misterius Mona Lisa.

"Saya yakin kami akan menemukan sesuatu," ujar Vincenti pada ANSA, kantor berita Italia.

Link

Profesi Unik: Seniman Sketsa Persidangan

Dalam banyak kasus di AS, UK dan kanada, kamera tidak diijinkan masuk ke ruang sidang. Khususnya kasus-kasus high profile dimana kehadiran wartawan bisa mengganggu jalannya persidangan. Meskipun sebagian mengijinkan kamera yang disembunyikan dibalik sebuah selimut.

Namun itu tidak berlaku bagi seniman sketsa. Meski demikian kadang mereka tidak diijinkan untuk menggambar selama persidangan berlangsung, tapi setelahnya.

Sebelum 1950an, kamera umum diperbolehkan masuk ke ruang sidang. Namun perlahan kamera dilarang sebab banyak terdakwa yang dijatuhi hukuman oleh sidang dengan alasan atmosfer yang diakibatkan keberadaan media menjurus pada pengadilan yang tidak adil. Pada 1960an, hanya Texas dan Colorado yang masih memperbolehkan kamera masuk ke ruang sidang, namun kejadian serupa membuat keduanya kemudian ikut mem-ban kamera di ruang sidang.

Sekarang ketika kamera semakin kecil dan tidak berisik, mereka kembali masuk ke ruang sidang dan sejumlah negara sudah memperbolehkan kembali penggunaan kamera.

Pekerjaan seniman sketsa persidangan sebenarnya lebih seperti pekerjaan lepas. Penghasilannya tergantung pada siapa mereka bekerja dan seberapa bagus hasil pekerjaan mereka.

Seringkali mereka bisa dapat pekerjaan dengan penghasilan yang lebih besar dari bakatnya yang sudah ada itu.

Misalnya saja Steve Werblun, yang melukis sketsa untuk Philadelphia Daily News sejak 1975, meninggalkan pekerjaannya setelah bekerja 30 tahun dan pindah ke Hollywood dan menjadi seniman storyboard untuk film The Day After Tomorrow, Along Came Polly, dan Dirty Dancing: Havana Nights.

Dana Verkouteren, yang bekerja untuk CNN, ABC, FOX dan channel berita lainnya, bekerja sampingan sebagai ilustrator dan penggambar karikatur.

Nasib gambar-gambar sketsa itu tergantung pada kontrak antara sang seniman dengan media yang membayarnya, termasuk hak-hak penggunaannya. Terkadang mereka juga menjualnya pada jaksa-jaksa atau hakim yang menginginkan kenang-kenangan yang menggambarkan dirinya dalam sketsa itu. Para pengacara yang terlibat dalam kasus penghinaan seksual mantan pelatih New York Knicks, Isiah Thomas pada tahun 2007 dilaporkan membeli banyak sketsa yang dihasilkan dari persidangan itu.

Pelukis Tanpa Tangan Yang Melukis Dengan Kaki Dan Mulut


Huang Guofu, 41 tahun, kehilangan kedua lengannya pada usia 4 tahun setelah tersetrum listrik. Lahir di Tongnan, Chongqing, Cicna, ia mengembangkan bakat melukis pada usia 12 tahun. Dia mulai dengan hal kecil, melukis gambar-gambar yang ia lihat di buku menggunakan kakinya.

Huang meninggalkan sekolah pada usia 18 untuk mengumpulkan biaya mengobati penyakit yang merenggut nyawa ayahnya. Ia menjadi seniman keliling, menciptakan lukisan di jalanan di banyak kota dan menjualnya pada orang-orang lewat.

Pada tahun 1999, Huang menemukan cinta sejatinya di sebuah kota di Provinsi Sichuan, seorang gadis bernama Hu Guohui. Mereka menikah pada tahun 2000 dan istrinya menjadi pendukung setia suaminya demi kesuksesan atas bakatnya.

Pada tahun 2002, pasangan itu pindah kembali ke kampung halaman Huang di Chongqing. Istrinya, Hu membantunya membawakan peralatannya dan melakukan perjalanan bersamanya.

Luarbiasanya, Huang kini menjabat sebagai wakil kurtor Museum Bakat Chongqing yang baru dibuka, dan berencana untuk membuat lukisan dinding bergambar pemandangan Chongqing di masa lalu.

Ia melakukan riset menggunakan komputer, yang ia akses dengan cara menggigit sumput dan menggunakan kaki kanannya untuk menjepit pena untuk menekan tombol keyboard.

"Aku mencari material dan gambar-gambar Chongqing di masa lalu, dan mempersiapkan mater untuk karya-karyaku mendatang," kata Huang.

Museum itu kini juga menghadirkan beberapa pelukis lain yang menggunakan kaki dan mulut.

"Ketika hidup menutup satu pintu, pasti ada pintu lain yang terbuka. Aku ingin generasi muda sadar bahwa tak ada halangan yang berarti dalam hidup ini," kata Huang.

Lukisan-Lukisan 3D Yang Menakjubkan

Menggunakan lapisan-lapisan kaca bening, David Spriggs dan Xia Xiaowan mengubah karya seni lukis yang datar menjadi bentuk 3 Dimensi.

Lukisan-lukisan dilukis secara terpisah menggunakan pensil warna diatas kaca berwarna. Lukisan ini akan terlihat secara utuh jika disusun sedemikian rupa diatas tatakannya, sehingga menciptakan efek seperti hologram.

CTRL+klik pada gambar untuk memperbesar...

Karya-karya Xia Xiaowan:





Karya-karya David Spriggs:




Melukis Dengan Abu Dupa

Penggambaran jiwa manusia bukanlah tugas yang setiap seniman dapat tangani. Untuk Zhang Huan, salah satu nama yang paling dikenal dalam seni Cina dan orang dikenal dengan "telanjang atas nama seni," perhatiannya telah beralih ke eksplorasi jiwa, sebuah perjalanan yang dilambangkan oleh media abu dupa. 

Seorang mantan artis, pria 45 tahun itu sekarang berpakaian lengkap dan pameran tunggalnya, yang dua tahun dalam pembuatannya dan berjudul Kembalinya Harimau-Harimau Bebas ke Pegunungan, ditampilkan sampai 20 Juli di Galeri Pace di distrik seni 798.

Patungnya yang terbaru dibuat dari kulit sapi dan lukisan, yang menggambarkan lusinan harimau, semua menggabungkan abu dupa yang dikumpulkan dari kuil yang berbeda.


"Abu berisi kekuatan magis untuk menghibur jiwa ... Abu adalah bahan yang unik bagi saya. Hal ini memegang dan mencerminkan harapan dan keinginan masyarakat karena orang-orang di Cina biasanya berdoa dengan membakar dupa, "kata Zhang. 

Nama pameran ini juga memiliki arti khusus bagi seniman. 

"Ini ada hubungannya dengan lingkungan. Secara harfiah, itu berarti membebaskan harimau yang terancam punah dan membiarkan mereka kembali ke tempat mereka berasal. Tetapi juga tentang melepaskan kekuasaan alam dan ekologi yang menjadi lebih harmonis karenanya," kata pers. 

Zhang berlatih sebagai pelukis di awal 1990-an di Beijing Central Academy of Fine Arts, setelah itu ia pergi untuk tinggal di kota yang terkenal East Village sebuah komunitas seni avant-garde, yang terletak sangat dekat dengan Great Wall Hotel yang mewah. 

Segera ia dikenal sebagai orang yang sering telanjang di depan penonton dan pada 1994 ia mendapat perhatian luas untuk bekerja di 12 Meter Square, di mana ia duduk diam selama satu jam di toilet umum, tubuhnya diolesi dengan madu dan minyak ikan untuk menarik lalat dan serangga pada kulitnya! 

Untuk menyebut bahwa Zhang memiliki rasa humor yang aneh tidaklah cukup. Bahkan setelah pindah ke New York pada tahun 1998 dia masih menggunakan tubuhnya sebagai medium artistik. Pada tahun 2002, untuk menghormati pameran seninya My New York, ia mengenakan kostum daging babi mentah, yang menyerupai otot-otot yang menonjol dan berparade di sepanjang jalan-jalan metropolitan yang sibuk. 


Dia segera pergi ke banyak negara dan mulai mengubah perhatian ke fotografi dan patung. Pada tahun 2005, ia kembali ke Cina, menetap di Shanghai. Dia berhenti dari seni pertunjukan dan sekitar empat tahun lalu mulai melukis dengan abu dupa. 

"Ini begitu spesial yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kami merasa seperti bekerja dengan banyak jiwa dalam abu-abu itu, " kata Zhang. 

Lukisan abu dupa telah menjadi media favoritnya, dan ia tak hanya menciptakan lukisan juga instalasi. Salah satu karya terakhirnya yang dibuat untuk menghormati Expo Shanghai adalah sepasang panda stainless steel. Berdiri sebagai patung publik permanen dekat Pavilion Cina. 


Jika seni adalah tentang inovasi dan kreativitas, maka Zhang Huan telah mencuri kunci sekaligus pintunya.

Bagaimana menurut Anda?

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...