Huang Guofu, 41 tahun, kehilangan kedua lengannya pada usia 4 tahun setelah tersetrum listrik. Lahir di Tongnan, Chongqing, Cicna, ia mengembangkan bakat melukis pada usia 12 tahun. Dia mulai dengan hal kecil, melukis gambar-gambar yang ia lihat di buku menggunakan kakinya.

Huang meninggalkan sekolah pada usia 18 untuk mengumpulkan biaya mengobati penyakit yang merenggut nyawa ayahnya. Ia menjadi seniman keliling, menciptakan lukisan di jalanan di banyak kota dan menjualnya pada orang-orang lewat.

Pada tahun 1999, Huang menemukan cinta sejatinya di sebuah kota di Provinsi Sichuan, seorang gadis bernama Hu Guohui. Mereka menikah pada tahun 2000 dan istrinya menjadi pendukung setia suaminya demi kesuksesan atas bakatnya.

Pada tahun 2002, pasangan itu pindah kembali ke kampung halaman Huang di Chongqing. Istrinya, Hu membantunya membawakan peralatannya dan melakukan perjalanan bersamanya.

Luarbiasanya, Huang kini menjabat sebagai wakil kurtor Museum Bakat Chongqing yang baru dibuka, dan berencana untuk membuat lukisan dinding bergambar pemandangan Chongqing di masa lalu.

Ia melakukan riset menggunakan komputer, yang ia akses dengan cara menggigit sumput dan menggunakan kaki kanannya untuk menjepit pena untuk menekan tombol keyboard.

"Aku mencari material dan gambar-gambar Chongqing di masa lalu, dan mempersiapkan mater untuk karya-karyaku mendatang," kata Huang.

Museum itu kini juga menghadirkan beberapa pelukis lain yang menggunakan kaki dan mulut.

"Ketika hidup menutup satu pintu, pasti ada pintu lain yang terbuka. Aku ingin generasi muda sadar bahwa tak ada halangan yang berarti dalam hidup ini," kata Huang.

0 komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar