Penemuan Makam Bawah Tanah di Turki




Polisi menggrebek sebuah rumah yang digunakan oleh orang-orang yang dicurigai menggali secara ilegal untuk mengambil barang-barang antik dan menemukan dua lorong masing-masing 6 dan 8 meter panjangnya, mengarah ke sebuah makam bawah tanah dan peti mati marmer kuno dan sejumlah lukisan di kedalaman 10 meter.

Penemuan arkeologi penting itu berada di Milas, sebelah barat Turki. Ini penting karena merupakan pertama kalinya setelah bertahun-tahun.

Penggalian ilegal untuk mencari artefak kuno terbilang umum terjadi di Turki. Dan negara itu menjatuhkan hukuman berat bagi para penggali ilegal.

Peti mati berusia 2,800 tahun itu berhiaskan pahatan bergambar pria berjanggut yang sedang berbaring, diperkirakan milik Hecatomnus, yang pernah memerintah Milas, menurut Menteri Kebudayaan Turki.

Beberapa harta karun yang mungkin ditempatkan di makam bawah tanah itu tampak sebagian besar sudah dicuri para pemburu harta karun dan dijual di perdagangan barang antik ilegal.

Lima dari sepuluh tersangka ditahan dari hasil penyergapan itu.

Spesies Kera Baru Berjanggut Merah Ditemukan di Amazon

Spesies kera baru yang berciri janggut merah ditemukan di Amazon, diumumkan para peneliti minggu ini, tapi kera ini juga berada dalam ancaman kepunahan.

Kera jenis titi bernama latin Callicebus caquetensis ini berukuran seekor kucing dan memiliki bulu coklat keabu-aban, dan memiliki janggut merah berantakan di sekitar dagunya.

Tak seperti kera lain yang dihubung-hubungkan dengan jenisnya, Callicebus caquetensis tak memiliki garis putih di keningnya.

Petunjuk-pteunjuk bahwa sebuah spesies primata tak dikenal hidup di wilayah Caquetá, Kolombia, dekat batas Ecuador dan Peru, muncul sejak 30 tahun yang lalu, tapi para peneliti tidak pernah bisa mengakses wilayah itu dikarenakan kekerasan dan dan pemberontakan.

Barulah dua tahun yang lalu para profesor Thomas Defler, Marta Bueno dan pelajar mereka, Javier García dari Universitas Negeri Kolombia dapat sampai di bagian atas Sungai Caquetá. Mereka menggunakan GPS untuk menemukan jalan di sekitar area tersebut, mencari kera dengan berjalan kaki dan mendengarkan suara mereka.

"Penemuan ini benar-benar menarik karena kami sudah mendengar tentang hewan ini, tapi lama sekali kami tak bisa mengkonfirmasi bahwa ia berbeda dari kera titi lain," kata Defler.

Tak seperti primata lain, kera-kera titi ini membentuk hubungan seumur hidup. Peneliti melaporkan bahwa pasangan-pasangan kera sering terlihat duduk di dahan dengan ekor mereka terjalin. Mereka biasanya melahirkan satu bayi per tahun.

Namun spesies yang baru ditemukan ini tengah berjuang bertahan hidup karena deforesasi. Setidaknya tak kurang dari 250 ekor kera titi Caquetá yang ada -- populasi yang sehat seharusnya ada ribuan.

Populasi kecil ini dan habitat yang kian terbatas menempatkan mereka di posisi terancam punah dengan resiko yang amat tinggi dalam jangka tak lama di masa depan.

"Penemuan ini khususnya penting karena mengingatkan kita bahwa kita harus merayakan keragaman Bumi tapi juga harus mengambil tindakan sekarang untuk memeliharanya," kata José Vicente Rodrígue, kepala sains di Konservasi Internasional di Kolombia dan presiden dari Asosiasi Zoology Kolombia.

Anak 13 Tahun Disambar Petir Pada Pukul 13:13 Hari Jumat Tanggal 13

Bagi sebagian orang 13 adalah angka sial. Relawan St John Ambulance merawat anak laki-laki berusia 13 tahun setelah ia tersambar petir pada pukul 13:13, hari Jumat tanggal 13.

Anak itu tersambar di Lowestoft Seafront Air Festival Jumat tanggal 13 kemarin, dan hanya beberapa saat sampai tim ambulans merawatnya yang mereka tandai pada pukul 13.13pm.

Bocah yang diketahui namanya itu menderita luka bakar ringan dan dibawa ke James Paget Hospital, dimana dia diharapkan segera sembuh total.

Dua orang lain juga dirawat pada kejadian hari itu karena sambaran petir, mereka memegang payung saat itu.

Rex Clarke, yang memimpin tim relawan St John Ambulance pada event itu, mengatakan, "Ada hujan sangat deras sepanjang hari, tapi sore ini kami melihat sebuah kilatan besar petir di seberang laut dan suara guntur yang keras.

Kami dapat panggilan bahwa seseorang disambar petir jadi kami segera mengirim paramedis ke tempat kejadian, diikuti sebuah ambulans. Sambaran petir bisa menyebabkan serangan jantung, tapi ketika para relawan kami tiba anak itu dalam keadaan sadar dan bernafas.

Kami merawat dua korban lain dalam jarak duapuluh menit, ketiga orang ini memegang payung saat kejadian, yang bertindak sebagai penghantar listrik."

Clive James, ahli P3K di St John Ambulance mengatakan, "Resiko terbesar sambaran petir adalah bahwa ia bisa menghentikan jantung dan nafas.

Jika ini terjadi, kau harus melakukan CPR segera dan memanggil ambulans. Efek lain adalah terbakar - yang terjadi di kasus ini -  atau korban bisa juga dirobohkan oleh kekuatan sambaran.

Jika si korban masih sanggup berjalan kemduain, pindahlah dari area itu segera karena petir bisa menyambar di tempat yang sama lagi."

Anak Perempuan 7 Tahun Diseret Seekor Anjing, Mata Robek dan Kepala Bocor

Maleeka Smith, 7, diseret di sepanjang jalan oleh seekor bull terrier Staffordshire, yang merobek kulit dekat matanya dan menyebabkan dua luka bocor di belakang kepalanya.

Kemarin malam anak itu menjalani operasi plastik untuk memperbaiki kerusakan di wajahnya. Para dokter berkata pada ibunya yang putus asa bahwa putrinya akan cacat seumur hidup setelah serangan yang mengerikan di Great Lever, dekat Bolton itu.


Mereka juga mengungkapkan bahwa sebuah otot di matanya robek karena serangan itu.

Vicki, sang ibu, yang dirinya sendiri memiliki tiga ekor anjing, mengatakan, "Anjing itu harus dijinakkan. Jika dia salah satu anjingku aku akan membawanya langsung ke dokter hewan. Maleeka beruntung. Itu bisa saja berakibat lebih, lebih buruk. Disa bisa saja kehilangan salah satu matanya."

Salah satu anjing jenis bull terrier
Dia tengah bermain dengan seorang teman dekat rumahnya pada Rabu jam 6 sore. Anjing itu lari dari rumah dekat situ dan menyalak pada Maleeka.

Ibunya berkata bahwa anjing itu kemudian melompat padanya, mencengkeram kepalanya dan menyeretnya sepanjang jalan.

Hewan itu akhirnya menghentikan serangannya dan lari kembali ke rumah pemiliknya. Maleeka kemudian dibawa kembali ke rumahnya oleh temannya.

Para dokter bedah di Royal Bolton Hospital bekerja mengoperasi matanya Kamis pagi.

Mereka bilang ke sang ibu bahwa pembuluh airmata gadis cilik itu rusak dan untuk enam bulan kedepan akan bengkak karena ada pembuluh yang terperangakp di matanya. Sebuah otot di belakangan matanya juga robek.

Nn Smyth, 32, memanggil polisi mengikuti kejadian itu. Dia menambahkan, "Maleeka sangat pemberani tapi dia bilang dia tidak mau bermain di luar rumah lagi. Anak-anakku yang lain ikut trauma. Ada darah dimana-mana."

Jubir polisi mengatakan, "Opsir tiba dan menemukan gadis itu menderita luka potongan dan bocor di belakang kepalanya dan robek di kelopak mata kanan. Pet Medics tiba dan menangkap anjing itu. Pemilik anjing itu menjadi waspada dan setuju untuk menidurkan anjing itu."

Para dokter bedah di RS Royal Bolton berusaha memperbaiki kulit
dan otot yang rusak di wajah dan kepala Maleeka

Sementara jubir rumahsakit mengatakan Maleeka sudah stabil pasca operasi. Keluarga pemilik anjing mengatakan mereka terlalu kesal untuk bicara mengenai insiden itu.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...