4 Manfaat Menulis Dengan Tangan


Oala Magz - Jaman sekarang hampir semua orang menggunakan komputer dan mengetik dengan keyboard. Telepon genggam pun dilengkapi dengan fasilitas menulis baik yang tombol alfanumerik maupun qwerty.

Namun terdapat bukti bahwa menulis dengan tangan memiliki beragam manfaat bagi diri kita. Berikut penjelasannya.

1. Lebih cepat menangkap informasi/pelajaran

Menulis dengan tangan di atas kertas memicu bagian otak yang disebut Sistem Pengaktifan Retikular.

SPR berfungsi sebagai saringan bagi segala kebutuhan otak untuk memproses, memberikan lebih banyak bagian yang penting dari hal yang sedang kita fokuskan pada saat menulis.

Sebuah studi pada tahun 2010 menunjukkan bahwa area otak yang dihubungkan dengan proses belajar lebih aktif ketika anak-anak disuruh menulis kata seperti "spaceship" dengan tangan ketika hanya mempelajari kata tersebut dari dekat.

2. Menjadikan kamu penulis yang lebih baik

Banyak penulis terkenal memilih menulis dengan tangan ketimbang menggunakan alat seperti mesin tik atau komputer.

Pada tahun 1995, sebuah wawancara dengan penulis SUsan Sontag mengatakan dia menulis draft pertamanya dengan cara analog alias menulis tangan sebelum mengetiknya kemudian.

Novelis Truman Capote menulis tangan ditemani kopi dan rokok.

Pelajar SD yang menulis esai dengan pena tak hanya menulis lebih banyak, tapi juga lebih cepat dan dengan kalimat yang lebih lengkap.

3. Lebih bebas-gangguan

Komputer sangat penuh godaan. Ketika menulis di komputer, kita akan mudah teralihkan kepada game atau Internet.

Ilmuwan syaraf menyarankan untuk beristirahat setidaknya 5 menit dari depan komputer, dan menulis tangan selama 20 menit dengan fokus penuh.

4. Menjaga otak tetap tajam hingga tua

Menulis tangan adalah olahraga bagi otak. Merupakan latihan kognitif yang baik bagi lansia yang ingin otaknya tetap tajam meskipun semakin menua.

Studi pada tahun 2008 menemukan bahwa orang dewasa lebih mudah mengenali karakter-karakter huruf baru seperti tulisan Cina, simbol-simbol matematika atau not musik yang ditulis dengan tangan ketimbang karakter yang dibuat dengan komputer.

Nah, tunggu apa lagi. Latihlah tulisan tanganmu setiap hari ya. It's good for you! ;)

Persamaan Antara Abraham Lincoln dan JFK




Keduanya adalah mantan presiden AS di dua masa yang berbeda, dan mereka tewas dibunuh dengan cara ditembak. Berikut sejumlah persamaan lain diantara Abe Lincoln dan JFK:
  1. Abraham Lincoln terpilih sebagai anggota Kongres pada tahun 1846. John F. Kennedy terpilih pada tahun 1946.
  2. Abe terpilih sebagai presiden pada tahun 1860. JFK terpilih pada tahun 1960.
  3. Keduanya ditembak di bagian belakang kepala saat bersama istri mereka.
  4. Kedua istri mereka mengalami kehilangan anak (meninggal) selama tinggal di Gedung Putih.
  5. Kedua mantan presiden AS itu ditembak pada hari Jum'at.
  6. Sekretaris Lincoln bernama Kennedy.
  7. Tim sukses keduanya bernama Johnson.
  8. Andrew Johnson, yang menjadi tim sukses Lincoln, lahir pada tahun 1808. Lyndon Johnson, tim sukses Kennedy, lahir pada tahun 1908.
  9. Lincoln ditembak di Ford Theatre. Kennedy ditembak di mobil Lincoln yang dibuat oleh Ford.
  10. Abraham Lincoln ditembak di teater dan pembunuhnya lari bersembunyi di sebuah gudang. Kennedy ditembak dari sebuah gudang dan pelakunya berlari bersembunyi di sebuah gedung teater.
  11. Booth dan Oswald (para pembunuh yang menembak Lincoln dan Kennedy) tewas dibunuh sebelum pengadilan mereka.

Apakah UFO Berbahaya Bagi Pilot?


Oala Magz - Para pilot telah melihat hal-hal yang tak dapat dijelaskan sejak awal sejarah penerbangan.

Sejumlah contoh yang paling legendaris terjadi pada masa akhir Perang Dunia II ketika baik pilot tentara Aliansi dan Jerman melihat obyek-obyek berpendar seperti api yang mengikuti pesawat-pesawat mereka kemudian menghilang dalam manuver yang liar.

Benda-benda terbang misterius ini kemudian disebut dengan foo-fighters, dan sempat dianggap sebagai senjata militer rahasia. Istilah UFO belum ada hingga beberapa tahun kemudian.




Pada 9 Oktober, editor US News & World Report, Michael Morella memperingatkan bahwa UFO dapat mengalihkan perhatian pilot dan menyebabkan kecelakaan udara.

Meski demikian, belum ada kasus yang menjelaskan alasan tersebut. Kenyataannya justru lebih dramatis. Pada tahun 1948, empat pesawat P-51 Mustang mengubah rute untuk memeriksa sebuah obyek yang dideskripsikan memiliki diameter sekitar 90 meter! Namun pengejaran dihentikan ketika seorang pilot Thomas Mantell menukik setinggi 7,500 m tanpa oksigen sehingga ia pingsan dan terjun spiral ke tanah.

Selama berpuluh-puluh tahun kemudian pilot masih terus melaporkan penampakan bola aneh bercahaya. Tapi belum ada laporan yang kuat mengenai konstruksi ekstraterestrial kecuali bentuk kasar seperti bola, piringan atau bentuk geometris.

Salah satu tragedi UFO yang pernah terjadi pada Juli 1996 ketika TWA Flight 800 meledak di udara di lepas pantai Long Island. Sejumlah saksi melaporkan melihat kilatan cahaya bergerak dari titik dimana sebuah bola apu besar tiba-tiba muncul. Sejak itu muncul banyak teori konspirasi yang menyebutkan insiden tersebut adalah misil udara militer.

Para saksi juga mengatakan bahwa obyek tersebut tidak terlihat seperti pesawat tapi berubah warna dari abu-abu menjadi silver.

Tak lama setelah kejadian Penerbangan 800 seorang ahli astrofisik mengajukan penjelasan. Mike Shara mengatakan bahwa kecelakaan dan kilatan cahaya itu diakibatkan pecahan meteor yang meledak saat menabrak atmosfer kita. Namun tidak ditemukan sisa-sisa meteor di badan pesawat Boeing 747 tersebut. Investigasi lebih lanjut melacak ledakan diakibatkan oleh kontak arus pendek yang membakar uap dari tanki bahan bakar.

Fakta sejarah adalah referensi terbaik yang bisa diperoleh manusia mengenai misteri UFO. Namun kita masih belum bisa memastikan kecuali berspekulasi berdasarkan keterbatasan pengetahuan kita tentang misteri ekstraterestrial. Tidak penting apakah kita percaya atau skeptis. Yang belum bisa dijelaskan tetaplah belum bisa dijelaskan. Mari kita bekerja menyelidikinya dengan rasa keingintahuan yang murni, tanpa ego dan penilaian negatif. Kita tidak bisa mendapatkan pengetahuan baru jika kita tidak menyediakan ruang di dalam pikiran dan hati kita.

Bersedikah Anda untuk mengetahui lebih jauh? Itulah pertanyaan sederhananya.

Dongeng Dunia: Mengapa Hidung Gajah Panjang


Dulu, hidung gajah hanyalah sebesar sepatu bot. Tapi seekor anak gajah mengubah itu semua.

Dia adalah anak yang selalu ingin tahu dan suka bertanya ini-itu. Dia bertanya pada burung unta mengapa bulu ekornya tumbuh seperti itu. Dia bertanya pada jerapah mengapa kulitnya berbintik-bintik.

Dia juga bertanya pada kudanil mengapa matanya merah, dan bertanya pada babon mengapa melon memiliki rasa sedemikian rupa.

"Apa yang dimakan buaya saat makan malam?" tanya anak gajah suatu hari.

"Sssstt!" kata semua hewan dengan nada ketakutan.

Tapi si anak gajah tidak mau diam.

Akhirnya ia bertemu burung Kolokolo. Burung itu mengatakan padanya dimana dia bisa mendapatkan jawabannya.

"Pergilah ke sungai Limpopo yang abu-abu, hijau dan licin," katanya.

Maka pergilah si anak gajak membawa sejumlah pisang dan tebu serta melon untuk bekalnya di perjalanan.

Setelah seminggu ia akhirnya sampai di tempat tujuan.

Di tepi sungai ia menginjak sesuatu yang ia kira adalah sebongkah kayu. Tapi kayu itu mengedipkan matanya.

"Maaf, apakah kamu melihat buaya di sekitar sini?" tanya anak gajah dengan sopan.

Makhluk itu berkedip lagi dan setengah mengangkat ekornya dari lumpur.

"Akulah buaya," katanya.

Anak gajah begitu senang dan ia pun berlutut.

"Aku sudah mencari-carimu selama ini," katanya. "Coba katakan padaku apa yang kamu makan saat makan malam?"

"Mendekatlah, Nak, aku akan membisikkannya," ujar buaya.

Anak gajah membungkukkan kepalanya ke moncong buaya.

Dan sang buaya langsung menyergap hidung kecilnya.

Anak gajah sadar dia dalam masalah besar. Dia duduk dan berusaha menarik. Begitu juga buaya membuat suara gaduh di air saat ia menarik dan terus menarik.

Keduanya saling tarik menarik, hingga hidung gajah terus memelar dan memelar. Akhirnya sang buaya melepaskannya.

Gajah terjerembab di tanah. Dia menatap hidungnya, yang kini ia tidak bisa lihat ujungnya! Hidungnya menjadi panjang!

Dia membungkus hidungnya dengan daun pisang dan berharap hidung itu akan menyusut kembali. Tapi hidungnya tetap menjadi panjang. Hingga sekarang.


Hantu Yang Membantu Mengungkapkan Siapa Pembunuh Dirinya


Oala Magz - Greenbrier County, West Viriginia.

Pada sore bulan Januari 1897, Erasmus Shue alias Edward, seorang pandai besi, menyuruh anak laki-laki tetangganya menemui Elva, istri yang telah ia nikahi selama tiga bulan. Siapa tahu sang istri butuh sesuatu dari pasar. Tapi ketika anak laki-laki itu berjalan melalui pintu depan rumah pondok itu, ia menemukan tubuh Elva yang tak bernyawa di kaki tangga.

Anak itu terdiam sesaat, tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Tubuh wanita itu terentang lurus dengan kaki menyatu. Satu lengannya ada di sisi tubuh dan lengan satunya berada di dada. Kepalanya menghadap ke satu sisi.

Awalnya anak itu mengira Elva sedang tertidur di lantai. Ia melangkah mendekatinya, memanggil pelan, "Mrs. Shue?" Ketika wanita itu tidak merespon, anak itu panik dan memburu keluar rumah. Dia memberitahu ibunya apa yang ia temukan dan sang ibu memanggil dokter dan koroner, George W. Knapp.

Knapp tidak kunjung datang ke rumah Shue hingga hampir sejam. Ketika ia tiba, Shue sudah pulang, membawa jasad istrinya ke kamar tidur, membersihkan dan memakaikan pakaian, dan membaringkannya di tempat tidur. Dia mempersiapkan jasad istrinya untuk pemakaman dalam gaun berleher tinggi dengan kerah kaku dan menempatkan selendang menutupi wajahnya.

Knapp hendak memeriksa jasad itu, Shue membuai kepala istrinya dan menangis. Ketika Knapp mencoba memeriksa leher dan kepala Elva, Shue memberontak. Knapp tidak ingin mengganggunya lebih lagi, sehingga ia pun meninggalkannya. Ia tidak menemukan ada yang salah pada bagian-bagian tubuh yang ia periksa dan juga telah merawat Elva selama beberapa minggu sebelumnya, sehingga ia memutuskan mengubah penyebab kematiannya dari "pingsan berkepanjangan" menjadi "komplikasi masa kehamilan."

Jasad Elva dibawa ke rumah masa kecilnya di Little Sewell Mountain dan dimakamkan. Duda Shue bertingkah aneh selama pemakaman. Ia berjalan di dekat peti mati, melakukan sesuatu pada kepala dan leher Elva. Ia menutupi kepala istrinya dengan selendang tambahan yang sebenarnya tidak cocok dengan gaun pemakamanannya, tapi Shue berkeras bahwa itu adalah selendang favorit istrinya. Ia juga menyangga kepala mayat istrinya dengan bantal dan kain yang digulung. Tingkahnya itu sangat aneh, tapi para tamu menganggap itu sebagai bagian dari proses pemakaman. Shue secara umum disukai orang sehingga tak ada yang mencurigainya.

Intuisi sang ibu

Kecuali Mary Jane Heaster, ibu Elva. Dia tidak pernah menyukai Shue, bahkan tanpa bukti apapun, dia yakin bahwa pria itulah yang membunuh putrinya.

Ia berharap Elva bisa memberitahunya apa yang terjadi. Ia kemudian berdoa agar entah bagaimana caranya Elva kembali dari kematian dan mengungkapkan kebenaran tentang kematiannya. Dia berdoa setiap malam selama berminggu-minggu, hingga akhirnya doanya terjawab.

Heaster mengatakan putrinya muncul dalam mimpinya selama empat malam berturut-turut dan bercerita. Awalnya, rohnya muncul sebagai cahaya yang terang, kemudian mengambil bentuk manusia dan membuat ruangan terasa dingin. Hantu Elva mengaku pada ibunya bahwa Shue telah menyiksanya dengan kejam, dan suatu malam suaminya menyerangnya dalam kemarahan karena dia pikir Elva tidak memasak daging untuk makan malam.

Shue mematahkan lehernya, kata hantu itu sambil memutar kepalanya ke belakang. Kemudian hantu Elva berbalik dan berjalan pergi, menghilang kedalam malam sambil memandang ibunya.

Heaster pergi ke jaksa penuntut lokal, John Preston untuk meminta kasus itu dibuka lagi. Tidak diketahui apakah Preston memercayai kisah hantu itu atau tidak, tapi Heaster berhasil membujuknya untuk mulai menanyai orang di seluruh kota. Tetangga-tetangga Shue dan teman-temannya mengatakan tentang kebiasaan aneh lelaki itu saat di pemakaman, dan Dr. Knapp mengakui bahwa pemeriksaannya pada jasad Elva tidak lengkap.

Akhirnya Preston melakukan otopsi secara lengkap, dan beberapa hari kemudian, jasad Elva digali meskipun Shue menyampaikan keberatannya. Knapp dan dua dokter lainnya membaringkan jasad itu di sebuah gedung sekolah untuk dilakukan pengujian.

Koran lokal, The Pocahontas Times, kemudian melaporkan bahwa, "Pada tenggorokan terdapat bekas jari yang mengindikasikan bahwa dia dicekik ... bahwa lehernya bergeser antara tulang belakang pertama dan kedua. Tulang belikat robek dan putus. Batang tenggorokan remuk pada titik di depan leher."

Jelas bahwa kematian Elva tidak alami, tapi tidak ada bukti yang merujuk pada pembunuhnya, dan tidak ada saksi. Tingkah laku aneh Shue sejak kematian Elva melekat di pikiran Preston sehingga ia mulai mencurigai pria itu. Di saat yang sama, ibu Elva menjelaskan dengan tepat bagaimana putrinya dibunuh sebelum otopsi dilakukan. Mungkin justru dialah pelakunya, dan cerita hantu itu hanya akal-akalan untuk menjebak Shue.

Bukan korban yang pertama

Preston melanjutkan investigasi dan mulai menyelidiki masa lalu Shue. Dia pun mengetahui bahwa Shue pernah menikah dua kali sebelumnya. Yang pertama berakhir dengan perceraian saat Shue dipenjara karena mencuri kuda. Istri pertamanya itu kemudian mengatakan pada polisi bahwa Shue sangatlah kasar dan suka memukulinya.

Pernikahan keduanya berakhir hanya delapan bulan dengan kematian misterius sang istri. Sebelumnya, di penjara, Shue membual bahwa ia akan menikah tuju kali selama hidupnya. Kematian istri keduanya dan sejarah kekerasan Shue memiliki hubungan yang tipis tapi cukup bagi Preston untuk menggiringnya ke pengadilan.

Mary Jane Heaster menjadi saksi jaksa, tapi Preston untuk menghindari bagian tentang hantu putrinya itu, karena akan dianggap sebagai desas-desus belaka. Untuk membuktikan bahwa dia tidak dapat dipercaya, pengacara Shue menanyakan Heaster secara ekstensif tentang kunjungan hantu putrinya. Taktik itu berhasil, Heaster menolak meragukan laporannya.

Banyak anggota masyarakat yang tampak percaya pada cerita Heaster, dan Shue tidak melakukan apapun untuk membela diri, hanya mengoceh dan meminta para juri "untuk melihat ke wajahnya dan katakan dia bersalah."

Greenbrier Independent melaporkan bahwa pernyataan dan sikapnya tidak membantu membuat para pengunjung sidang bersimpati padanya. Juri berunding hanya selama sejam sepuluh menit sebelum menjatuhkan putusan bersalah.

Shue dihukum penjara seumur hidup, tapi tewas segera setelah terjadi wabah campak dan peneumonia yang menyerang penjara itu dalam musim semi 1900. Ny. Heaster hidup hingga tahun 1916, dan tidak pernah menyangkap cerita tentang hantu Elva.

Penanda sejarah di Greenbrier County dibuat untuk memperingati kematian Elva dan kasus pengadilan yang tidak biasa itu. Menjadi satu-satunya kasus dimana hantu membantu memenjarakan seorang pembunuh.

Penanda sejarah kasus hantu Greenbier Ghost.

Mukulin Rumah Pake Roti? Inilah 6 Tradisi & Kepercayaan Unik Seputar Tahun Baru

 Ada banyak tradisi dan kepercayaan seputar tahun baru dari berbagai negara dan budaya. Kalau di daerah atau keluarga kamu tradisinya sepert...